Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pogba: Bruno Fernandes Bisa Raih Ballon d’Or Jika di ManCity

Pogba: Bruno Fernandes Bisa Raih Ballon d’Or Jika di ManCity
Bruno Fernandes merayakan gol pembuka Manchester United setelah sukses mengeksekusi penalti dalam laga Premier League antara Bournemouth melawan Manchester United di Vitality Stadium, Bournemouth, Inggris selatan, pada 20 Maret 2026. (FOTO: AFP/Glyn KIRK)
Intinya Sih
  • Paul Pogba menilai Bruno Fernandes bisa masuk tiga besar Ballon d’Or jika bermain di Manchester City karena pengaruh besar panggung tim terhadap pengakuan individu.
  • Meski statistik Fernandes impresif dengan 18 assist, Pogba menegaskan tanpa trofi besar performa individu sulit mendapat penghargaan tertinggi seperti Ballon d’Or.
  • Pogba merefleksikan pengalaman di Manchester United bahwa kualitas individu tak cukup tanpa kekompakan tim, menyoroti pentingnya sistem dan stabilitas untuk mendukung pemain bersinar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernyataan Paul Pogba soal Bruno Fernandes langsung memicu perdebatan. Kapten Manchester United itu dinilai bisa meraih Ballon d'Or jika bermain di Manchester City.

Komentar itu disampaikan Pogba dalam podcast milik Rio Ferdinand. Ia menekankan, panggung tim berpengaruh besar terhadap pengakuan individu di level tertinggi sepak bola dunia.

"Menurutmu, jika Bruno bermain di tim lain, apakah dia tidak akan masuk dalam tiga besar pemain peraih Ballon d'Or? Bagi saya, jika Anda menempatkannya di ManCity, dia akan masuk dalam tiga besar Ballon d'Or," kata Pogba dikutip Sportbible.

Secara performa, Fernandes menjalani salah satu musim terbaiknya bersama MU. Ia tampil konsisten sebagai motor serangan sekaligus kreator utama peluang.

Gelandang asal Portugal itu telah mencatatkan 18 assist musim ini. Terbaru, ia menjadi arsitek gol kemenangan lewat umpan matang kepada Matheus Cunha saat Setan Merah menaklukkan Chelsea 1-0 pada 18 April.

1. Statistik Bruno Fernandes bagus, tapi faktor tim jadi penentu Ballon d’Or

Dengan lima laga tersisa di Premier League, Fernandes hanya membutuhkan tiga assist lagi untuk memecahkan rekor assist terbanyak dalam satu musim. Angka ini menempatkannya sejajar dengan playmaker elite dunia.

Jika dibandingkan, peran Fernandes di Manchester United bahkan kerap lebih sentral dibanding gelandang top seperti Kevin De Bruyne di Manchester City, yang bermain dalam sistem lebih stabil dan kolektif.

Pogba menilai, statistik impresif saja tidak cukup untuk memenangkan Ballon d’Or. Tanpa trofi besar, performa individu sering kali terpinggirkan dalam penilaian dunia.

"Dengan statistik musim ini, cara dia bermain dan segalanya, tetapi ketika Anda tidak menang, kami tidak memikirkannya. Begitulah, inilah sepak bola," ujar Pogba.

Dalam beberapa tahun terakhir, peraih Ballon d’Or hampir selalu berasal dari tim yang meraih gelar mayor, baik di level klub maupun internasional. Faktor ini menjadi tantangan utama bagi Fernandes yang bermain di MU yang masih inkonsisten.

2. Refleksi Pogba soal Manchester United

Pogba juga menyinggung pengalamannya selama membela Manchester United dalam dua periode, yakni 2011/2012 dan 2016–2022. Ia merasa skuad saat itu sebenarnya memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi.

"Kami memiliki tim yang hebat. Zlatan (Ibrahimovic) datang, (Henrikh) Mkhitaryan juga, Anda tahu, kami memiliki tim yang sangat bagus," kata Pogba, merujuk pada Zlatan Ibrahimovic dan Henrikh Mkhitaryan.

Namun, potensi tersebut tidak selalu berujung pada konsistensi di lapangan. Pogba mengakui bahwa dalam sebuah tim, kontribusi individu sering kali tidak cukup tanpa keselarasan kolektif.

"Tapi dalam satu tim, ada 11 pemain, Anda tahu, dan saya yakin seharusnya saya bisa berbuat lebih banyak, tapi saya tidak tahu apakah saya bisa berbuat lebih banyak. Maksud saya, saya tidak membandingkan, tetapi bisakah Bruno Fernandes melakukan lebih dari yang dia lakukan sekarang di United?," ucap Pogba.

3. Ballon d’Or bukan hanya soal performa individu

Pernyataan Pogba mempertegas satu realitas di sepak bola modern. Ballon d’Or bukan hanya soal performa individu, tetapi juga tentang konteks tim dan trofi.

Dalam sistem mapan seperti Manchester City, pemain kreatif cenderung lebih mudah menonjol karena didukung stabilitas permainan dan peluang meraih gelar. Sebaliknya, di MU, Fernandes sering menjadi tumpuan utama dalam situasi yang tidak selalu ideal.

Kini, perdebatan pun melebar: apakah Bruno Fernandes membutuhkan tim yang lebih kompetitif untuk mencapai level Ballon d’Or, atau justru Manchester United yang harus berbenah agar mampu mengangkat pemain terbaiknya ke panggung tertinggi dunia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Related Articles

See More