Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bhayangkara U-20 Sambangi Markas Dewa United, Sudah Damai

Bhayangkara U-20 Sambangi Markas Dewa United, Sudah Damai
Pemain Dewa United U-20 (kiri) Rakha Nur Cholis dan pemain Bhayangkara U-20 (kanan) Fadly Alberto. (IDN Times/Tino).
Intinya Sih
  • Bhayangkara U-20 mendatangi markas Dewa United di Tangerang untuk menyelesaikan kasus kericuhan laga di Semarang, dengan mediasi tertutup yang berlangsung sekitar satu jam.
  • Kedua tim sepakat berdamai setelah mediasi, Alberto meminta maaf kepada Rakha Nur Cholis dan Dewa United, sementara Rakha menerima permintaan maaf tersebut dengan lapang dada.
  • Meskipun sudah berdamai, PSSI tetap menekan Komite Disiplin agar menjatuhkan sanksi berat bagi pemain dan staf Bhayangkara U-20 yang terlibat dalam insiden kekerasan itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Bhayangkara U-20 menyambangi markas Dewa United di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/4/2026). Pertemuan ini dalam rangka menyelesaikan kasus kericuhan dalam laga di Semarang, pada akhir pekan lalu.

Skuad Bhayangkara bertolak langsung dari Semarang. Mereka menempuh perjalanan darat, dengan menggunakan bus sewaan, dan tiba di Dewa United Arena pada pukul 15.00 WIB.

1. Pertemuan didampingi Direktur Akademi

-
Bhayangkara U-20 sambangi markas Dewa United di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/4/2026). (IDN Times/Tino).

Striker Fadly Alberto, yang mendapat sorotan tajam imbas tendangan kungfunya, menjadi sosok yang turun pertama dari bus. Ia didampingi manajer tim, Yongky Pandu Pamungkas ke ruangan mediasi.

Setelah itu, para pemain bergantian turun dari bus dan memasuki ruangan. Petinggi Bhayangkara yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Agus Rumekso Carel, selaku Direktur Akademi.

Dari kubu tuan rumah, mediasi tersebut dikepalai langsung Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina. Mediasi berlangsung singkat, hanya sekitar satu jam, dan digelar secara tertutup.

2. Sudah saling memaafkan

-
Fadly Alberto (kanan) dan Rakha Nur Cholis (kiri) saling berpelukan saat bertemu di Dewa United Arena, Rabu (22/4/2026). (Dok. Dewa United).

Selesai mediasi, kedua belah pihak saling bersalaman satu sama lain. Setelah itu, mereka menggelar jumpa pers.

Dewa United diwakili Firman Utina dan Rakha Nur Cholis selaku pemain, sementara Agus Carel, Alberto, dan Yongki menjadi representasi The Guardian.

Rakha yang hadir dalam jumpa pers tersebut merupakan korban tendangan kungfu Alberto. Mereka sudah berdamai, dan berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak dalam menjaga sportivitas dan nama baik sepak bola tanah air.

"Sekali lagi saya meminta maaf kepada Dewa United, tentunya kepada Rakha juga. Semoga cepat sembuh dan bisa bermain sepak bola lagi," kata Alberto.

"Saya memaafkan Alberto, memang mungkin pada saat kejadian emosinya tidak terkontrol tapi saya telah memakluminya," ujar Rakha.

3. Alberto terancam hukuman berat

-
Bhayangkara U-20 sambangi markas Dewa United di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/4/2026). (IDN Times/Tino).

Rasa tanggung jawab dari Bhayangkara U-20 ini patut diapresiasi. Namun, pertemuan ini tentu tak serta-merta membuat para pemain dan staf pelatih yang terlibat dalam kekerasan tersebut bebas dari hukuman.

PSSI telah mendesak Komite Disiplin untuk segera menggelar rapat dan memutuskan sanksi. Sikap yang diminta PSSI kepada Komite Disiplin adalah memberikan sanksi berat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Related Articles

See More