Gagal Menang, Pelatih Persija Tak Kaget Dengan Kualitas PSIM

- Persija Jakarta hanya bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta setelah sempat tertinggal lewat gol Ezequiel Vidal dan disamakan oleh penalti Allano.
- Pelatih Mauricio Souza mengaku tidak kaget dengan kualitas teknik tinggi PSIM dan menilai kesalahan di lini tengah menjadi penyebab kebobolan.
- Souza menekankan pentingnya peningkatan kreativitas dan ketajaman lini depan Persija agar mampu membongkar pertahanan lawan di laga-laga berikutnya.
Jakarta, IDN Times - Persija Jakarta gagal menang dalam laga pekan 29 Super League 2025/26. Lawan PSIM Yogyakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (22/4/2026), mereka harus puas main imbang 1-1.
Sepanjang laga, PSIM sukses membuat Persija buntu. Bahkan, mereka sempat unggul lebih dulu via Ezequiel Vidal, sebelum akhirnya Allano menyelamatkan Persija via sepakan penalti.
1. Tak kaget dengan kualitas PSIM

Menyoal keberhasilan PSIM unggul lebih dulu, pelatih Persija Mauricio Souza mengaku tidak kaget akan hal itu. Dia sudah mewanti-wanti para pemainnya akan kualitas teknik yang dimiliki para pemain PSIM.
"Kita sudah bicara akan kualitas PSIM, mereka tim dengan teknik yang tinggi. Kita ada satu kesalahan di gelandang, lalu mereka melakukan serangan balik ke kita dan gol terjadi. Itu tidak bagus buat kita," kata Souza dalam sesi jumpa pers pasca laga.
2. Souza kagum dengan cara main PSIM

Souza mengaku, kagum dengan cara main yang ditunjukkan PSIM selama Super League 2025/26. Namun, dia melihat di laga ini, Persija sebenarnya bisa mengatasi kualitas yang dimiliki PSIM.
"Saya suka cara bermain mereka, tapi mereka tidak bisa melakukan yang spesial terhadap kita dan mereka tidak bisa mengancam kita. Malah di laga tadi, justru kita yang bermain ngotot dan mengincar kemenangan," kata Souza.
3. Kreativitas minim, Persija gagal menang

Souza mengungkapkan, ke depannya para pemain Persija harus lebih kreatif lagi, terutama dalam membongkar ketatnya pertahanan lawan. Tanpa kreativitas, gol-gol yang mereka butuhkan tak akan datang.
"Jadi satu motivasi bagi Persija usai lawan PSIM ini, kita harus punya ketajaman di lini depan untuk cetak gol dan kita harus lebih kreatif untuk mencetak gol dan kita juga harus menang di duel-duel untuk mencetak gol," kata Souza.
















