Jakarta, IDN Times - Prancis sementara unggul 3-1 atas Norwegia di babak pertama, dalam laga pamungkas Grup I Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB. Ousmane Dembele tampil menggila dengan mencetak hat-trick.
Prancis, yang menurunkan skuad tempurnya, langsung tampil mendobrak sejak wasit meniup peluit kick-off. Ousmane Dembele, Kylian Mbappe, Michael Olise, serta Desire Doue sukses memborbardir pertahanan Vikings.
Pergerakan Dembele menjadi momok bagi Norwegia, baik dengan maupun tanpa bola. Namun, Mbappe nyaris membawa Les Bleus unggul saat duel baru berusia 22 detik.
Sayang, tembakan bintang Real Madrid itu sedikit berbelok setelah menyentuh ujung jari kiper Egil Selvik. Jika menjadi gol, itu bisa menjadi yang tercepat ketiga dalam sejarah Piala Dunia, berdasarkan catatan FIFA.
Tim asuhan Didier Deschamps akhirnya memecah kebuntuan sekaligus membuka keran golnya pada menit tujuh. Berawal dari umpan silang Mbappe, bintang Paris Saint-Germain (PSG) itu menusuk ke kotak terlarang, lalu melepaskan tembakan keras yang berhasil menggetarkan jala Norwegia.
Gol tersebut langsung menambah intensitas dan daya gedor Les Bleus, untuk melancarkan gelombang serangan. Upaya mereka untuk menggandakan keunggulan pun berbuah manis pada menit 20, lewat tembakan melengkung Dembele.
Norwegia sempat memberikan respons cepat. Hanya semenit berselang, Thelo Aasgaard sukses mengecoh Dayot Upamecano sebelum melepaskan tembakan mendatar yang memperdaya kiper Mike Maignan, sekaligus memperkecil ketertinggalan.
Namun, gol tersebut tak mampu menghentikan dominasi Prancis. Mbappe dan kolega terus melancarkan tekanan hingga membuat lini belakang Norwegia kelimpungan.
Mimpi buruk Vikings kembali datang pada menit ke-32 ketika Dembele mencetak gol ketiganya lewat tembakan melengkung yang kembali menghujam gawang Selvik. Dembele menjadi pemain kedua yang mencetak hat-trick di edisi kali ini, menyusul Lionel Messi.
Prancis masih begitu bernafsu untuk menambah keunggulan. Namun, mereka harus puas dengan keunggulan 3-1 di jeda babak akibat selalu mentok di kotak penalti.
