Target Ambisius Enrique: Bawa PSG Hat-trick Gelar Liga Champions

- PSG meraih Piala Super Eropa 2026 setelah menang 2-1 atas Aston Villa di Red Bull Arena Salzburg.
- Luis Enrique menjadikan gelar tersebut sebagai modal PSG menghadapi musim 2026/27 dan membidik Liga Champions ketiga secara beruntun.
- Enrique menilai kerja keras, mentalitas skuad, daya juang pemain, dan dukungan suporter membantu PSG meraih trofi.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, menganggap gelar Piala Super Eropa 2026 sebagai modal berharga untuk mengarungi musim 2026/27. Ada target ambisius yang sedang diincar skuad berjuluk Les Parisiens tersebut.
Gelar itu didapat PSG setelah membekuk Aston Villa dengan skor tipis 2-1, di Red Bull Arena Salzburg, Kamis dini hari WIB (13/8/2026). Gol kemenangannya lahir dari kaki Khvicha Kvaratskhelia (20') dan Desire Doue (61').
1. Pasang target hat-trick Liga Champions
Kemenangan atas Villa menjadikan PSG tim keempat dalam sejarah yang mampu mengangkat trofi tersebut secara back-to-back. Mereka kini sejajar dengan Ajax Amsterdam (1973 dan 1974), AC Milan (1989 dan 1990), serta Real Madrid (2016 dan 2017).
Selanjutnya, Enrique membidik status yang lebih prestisius. Juru taktik asal Spanyol itu ingin membawa PSG untuk menirukan Bayern, Ajax, dan Madrid yang berhasil menjuarai Liga Champions tiga kali secara beruntun.
"Mentalitas kami saat ini adalah mencoba memenangkan Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun. Kami harus ambisius dan percaya bahwa kami bisa melakukannya. Ini memang akan sangat sulit, kami tidak boleh puas diri, tetapi itu jelas menjadi target utama kami," kata Enrique dikutip dari laman resmi UEFA.
2. Kerja keras yang membuahkan hasil
Perjalanan PSG menjadi penguasa Eropa tidak diraih dengan mudah. Enrique mengenang masa-masa awal pembentukan skuadnya, ketika banyak pihak yang memandang sebelah mata arah kebijakan transfer PSG karena didominasi pemain muda.
"Saya tahu betapa sulitnya membawa pulang trofi, terutama di klub dengan dahaga juara yang tinggi. Tiga tahun lalu semua orang mengatakan tim saya terlalu muda, dan kami telah membuktikan sebaliknya. Kami masih harus memperbaiki beberapa hal dan memahami kelemahan kami, namun saya sangat bahagia melatih tim dengan mentalitas yang luar biasa ini," ucap Enrique.
3. Enrique puji daya juang PSG
Sebelum memperjuangkan ambisi tersebut, PSG masih memiliki pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan. Kondisi fisik para pemain belum fit sepenuhnya, namun Enrique terkesan dengan daya juang yang tak luntur.
"Kami tahu sebelum pertandingan bahwa ini akan menjadi laga yang sulit. Namun, para pemain mampu tampil maksimal karena mereka menunjukkan karakter aslinya. Kami mungkin belum dalam kondisi fisik terbaik, namun ini adalah bukti nyata dari DNA kami dan peran suporter yang terus membantu kami meraih trofi serta menjaga standar tetap tinggi," ucap Enrique.





















