Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Henderson Terlahir Lagi di Chelsea, Jadi Partner Ideal Caicedo
ilustrasi jersei berlogo Chelsea (unsplash.com/Simon Reza)
  • Chelsea menang 2-0 atas Everton di Premier League 2026/27 lewat dua gol Pedro Neto, dengan Jordan Henderson bermain penuh dan mengawal lini tengah.

  • Henderson mencatat dua tembakan, tiga umpan kunci, serta akurasi umpan 90 persen. Ia juga tampil penuh dalam tiga laga terakhir, menyumbang dua gol dan satu assist.

  • Xabi Alonso menilai Henderson dan Moises Caicedo sebagai duet ideal: Henderson aktif menjangkau lapangan, sementara Caicedo menjaga posisi untuk menyeimbangkan permainan Chelsea.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Jordan Henderson seolah terlahir kembali bersama Chelsea. Gelandang asal Inggris itu tampil apik di lini tengah The Blues dan membentuk duet yang solid bersama Moises Caicedo.

Chelsea meraih kemenangan 2-0 saat bertandang ke markas Everton di Hill Dickinson Stadium dalam laga Premier League 2026/27, Sabtu (17/10/2026). Dua gol kemenangan The Blues diborong Pedro Neto.

1. Henderson impresif saat lawan Everton

Henderson tampil impresif dalam mengawal lini tengah Chelsea pada pertandingan tersebut. Ia dipercaya bermain penuh selama 90 menit dan menunjukkan kontribusi penting dalam permainan tim.

Dikutip dari SofaScore, Henderson mencatatkan dua tembakan dan tiga umpan kunci. Akurasi umpannya juga terbilang tinggi, yakni mencapai 90 persen.

2. Henderson mulai jadi pilihan utama di lini tengah Chelsea

Henderson perlahan menjelma menjadi pilihan utama Chelsea di lini tengah. Ia selalu bermain penuh dalam tiga pertandingan terakhir The Blues. Dalam periode tersebut, pemain berusia 36 tahun itu juga menyumbangkan dua gol dan satu assist.

Performa apik ini menjadi titik balik bagi Henderson setelah kariernya tidak terlalu bersinar sejak meninggalkan Liverpool pada 2023. Setelah berpisah dengan The Reds, ia sempat membela Al-Ettifaq, Ajax, dan Brentford.

Namun, Henderson tidak terlalu menonjol saat memperkuat ketiga klub tersebut. Kondisi itu membuat keputusan Chelsea untuk merekrutnya pada bursa transfer musim panas lalu sempat menuai banyak pertanyaan.

3. Alonso menilai Henderson dan Caicedo sebagai duet ideal

Manajer Chelsea, Xabi Alonso, menunjukkan kepercayaan besar terhadap kemampuan Henderson. Ia menilai sang gelandang mampu membangun kombinasi yang apik bersama Moises Caicedo untuk menjaga keseimbangan permainan tim.

Henderson memiliki kemampuan menjangkau berbagai area lapangan dan aktif membantu permainan. Sementara itu, Caicedo unggul dalam menjaga posisi serta mengatur jarak dengan rekan setimnya. Perpaduan karakteristik keduanya membuat lini tengah Chelsea tampil lebih seimbang.

"Henderson memiliki energi yang luar biasa; dia sangat aktif dan menjelajahi banyak area di lapangan. Dia menciptakan keseimbangan dengan Moises (Caicedo), yang lebih disiplin dalam menjaga posisi serta mampu menjaga jarak yang ideal dalam berbagai situasi," ujar Alonso, dikutip dari situs resmi Chelsea.

Curated For You

Editorial Team

Related Article