5 Pemain Cetak Brace Matchday 2 UCL, tapi Timnya Tetap Kalah

- Matchday kedua Liga Champions 2026/2027 menghasilkan 78 gol, menjadi pekan paling produktif, dengan tujuh pemain mencetak brace; lima di antaranya gagal membawa tim meraih kemenangan.
- Erling Haaland, Lautaro Martinez, Donyell Malen, dan Florian Flecker mencetak dua gol, tetapi Manchester City, Inter Milan, AS Roma, serta LASK tetap kalah.
- Harry Kane mencetak dua gol untuk Bayern Munchen saat imbang 3-3 melawan Viking FK, setelah gol Herman Haugen pada menit ke-90 membuyarkan kemenangan tim tamu.
Matchday kedua Champions League 2026/2027 mencatatkan sejarah baru sebagai pekan paling produktif dengan total 78 gol. Di balik pesta gol tersebut, ada tujuh pemain yang tampil memukau dengan mencetak dua gol (brace). Sayangnya, lima dari tujuh pemain yang mencetak brace ini harus gigit jari karena performanya tidak mampu membawa timnya meraih poin penuh.
1. Erling Haaland cetak brace tapi digilas juara bertahan 4-2
Bermain di Etihad Stadium, Erling Haaland sebenarnya menunjukkan kelasnya sebagai salah satu striker paling mematikan di dunia. Ia berhasil mencetak dua gol ke gawang Paris Saint-Germain (PSG) pada menit ke-53 dan 75. Namun, lini pertahanan Manchester City justru tampil rapuh. Brace Haaland sama sekali tidak mampu menyelamatkan The Citizens yang harus rela digilas PSG dengan skor telak 2-4 di hadapan pendukungnya sendiri.
2. Brace Lautaro Martinez kalah dari hattrick Nicolo Tresoldi
Nasib tidak kalah tragis turut menimpa kapten Inter Milan, Lautaro Martinez. Menjamu Club Brugge di Giuseppe Meazza, Lautaro tampil luar biasa dengan mencetak dua gol penting (44') dan (81') untuk menjaga asa Nerazzurri. Sialnya, malam itu lini belakang Inter sangat mudah dilewati. Hattrick mengejutkan dari striker muda Club Brugge, Nicolo Tresoldi, memaksa Inter Milan menelan kekalahan memalukan 3-4 di kandang. Brace Lautaro pun terasa hambar dan sia-sia.
3. Brace Donyell Malen buat AS Roma sempat unggul sebelum kena comeback Real Madrid
Donyell Malen tampil impresif saat AS Roma menjamu raksasa LaLiga, Real Madrid, di Stadio Olimpico. Dua gol cepatnya (51') dan (57') sempat membuat publik Stadio Olimpico yakin mereka bisa mengamankan tiga poin penuh dari sang raja Eropa. Namun, mentalitas juara Real Madrid berbicara pada laga ini. Lewat drama comeback yang sangat kejam di menit-menit akhir, membuat AS Roma dipaksa menyerah dengan skor tipis 3-4. Kekalahan dramatis di menit-menit akhir membuat Stadio Olimpico terdiam.
4. Brace Harry Kane hanya mampu mendapatkan satu poin di Norwegia
Harry Kane menunjukkan ketajamannya dengan kembali mencetak brace saat Bayern Munchen bertandang ke markas Viking FK. Penyerang Timnas Inggris ini mencetak gol lewat titik putih di menit ke-54 dan sundulan di menit ke-60 untuk membuat skor menjadi imbang 2-2. Skuad asuhan Vincent Kompany bahkan sempat memimpin lewat gol Luis Diaz pada menit ke-71. Namun, koordinasi lini belakang Die Roten buyar di menit akhir pertandingan. Gol Herman Haugen pada menit ke-90 memaksa laga berakhir imbang 3-3, membuat dua gol Kane hanya berbuah satu poin.
5. Florian Flecker masuk sebagai super-sub tapi tetap kalah kelas dari Liverpool
Nasib tragis juga dialami penyerang sayap LASK, Florian Flecker, saat menjamu raksasa Premier League, Liverpool. Masuk di babak kedua menggantikan Kasper Jorgensen, Flecker langsung menyengat dengan mencetak dua gol kilat dalam kurun waktu tiga menit (74') dan (77'). Sayangnya, performa Flecker tidak banyak membantu karena Liverpool tampil perkasa dan menjebol gawang LASK sebanyak enam kali. LASK akhirnya kalah telak 3-6 di akhir laga.
Menorehkan nama di papan skor Liga Champions tentu menjadi impian semua pesepak bola, apalagi sampai memborong dua gol sekaligus. Sayangnya, matchday kedua ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, kemenangan tim adalah yang utama.






















