Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
I.League: Persija Minta Jamu Persib Lebih Dulu, Main di Jakarta
Persija menghadapi Persib di Super League 2025/26. (Dok. Persija)
  • Persija Jakarta mengajukan agar lebih dulu menjamu Persib Bandung pada pekan kedua Super League 2026/27, 12 September 2026, dengan SUGBK Jakarta sebagai lokasi pertandingan.
  • Permintaan ini muncul setelah Persija bertandang ke Bandung lebih dahulu dalam dua musim beruntun; terakhir mereka menjamu Persib pada putaran pertama musim 2023/24.
  • I.League menyaring permintaan klub berdasarkan skala prioritas, sementara Persija menyatakan telah mendapat persetujuan PPKGBK untuk menggelar laga di SUGBK.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - I.League mengonfirmasi adanya pengajuan khusus dari Persija Jakarta untuk menjamu Persib Bandung lebih dulu di Super League musim 2026/27. Duel itu diupayakan berlangsung di Jakarta.

Berdasarkan draf jadwal resmi yang telah diterbitkan, derbi panas itu akan tersaji pada pekan kedua, 12 September 2026 mendatang. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi arena tempurnya.

1. Persija sudah duluan bertandang ke Bandung di dua musim beruntun

Persija menghadapi Persib di Super League 2025/26. (Dok. Persija)

Dalam dua musim terakhir, Persib selalu menjamu kubu Macan Kemayoran terlebih dahulu. Terakhir kali Persija menjamu Pangeran Biru di putaran pertama ketika musim 2023/24. Kala itu, bentrokan berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada 2 September 2023. Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan tertahan dengan skor 1-1.

"Iya (sesuai permintaan Persija), semua klub ada permintaan-permintaan tertentu," kata Presiden Direktur I.League, Ferry Paulus, di Kantor I.League, Selasa (11/8/2026).

2. Operator terapkan sistem skala prioritas

Dirut PT LIB, Ferry Paulus. (IDN Times/Tino).

Pada musim ini, I.League selaku operator memang menampung berbagai pengajuan khusus dari semua klub. Namun, setiap permohonan akan disaring ketat sesuai skala prioritas. Rumus penjadwalan ini, menurut Ferry, mengadopsi sistem yang memang sudah dipakai oleh liga top dunia. Semua permohonan harus disaring sesuai skala prioritas klub, karena I.League tidak bisa memenuhi semua permintaannya.

"Tentunya tidak semua diakomodasi. Kami selalu menggarisbawahi permintaan berdasarkan skala prioritas. Nomor satu apa, nomor dua apa, nah itu yang kami akomodasi," ujar mantan Direktur Persija tersebut.

3. Persija sudah dapat lampu hijau untuk jamu Persib di SUGBK?

Direktur Persija, Mohamad Prapanca. (Dok. Persija)

Presiden Persija, Mohamad Prapanca, memastikan laga ini bisa dihelat di SUGBK. Macan Kemayoran sudah dapat persetujuan dari Pengelola Pusat Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK).

Jika wacana ini berjalan mulus, apalagi sudah mendapat uluran tangan dari Gubernur Pramono Anung, penantian panjang publik Jakarta pun bisa berakhir. Sebab, sudah tujuh tahun lamanya mereka tidak menyelenggarakan laga sarat gengsi itu di Jakarta.

"Kami sudah dapat ACC dari PPKGBK. Jadi, tadi saya juga minta tolong ke Pak Gubernur untuk bisa dibantu agar kami di GBK main bisa pada pekan kedua lawan Persib," ujar Prapanca.

Curated For You

Editorial Team

Related Article