Comscore Tracker

Hikayat Pisang di Sepak Bola, dari Sumber Energi hingga Rasialisme

Siapa sangka, buah pisang punya makna di sepak bola!

Jakarta, IDN Times - Di balik moncernya performa pemain sepak bola di lapangan, ada buah pisang yang berjasa untuk itu. Kalimat tersebut nampaknya tak berlebihan, karena buah ajaib tersebut sudah lumrah dimakan para pesepak bola saat sebelum atau saat turun minum dalam sebuah pertandingan sebagai doping alami.

Bagi pesepak bola yang terus bergerak di lapangan tanpa henti selama 90 menit, asupan nutrisi tentu sangat krusial. Dan kandungan yang terdapat dalam pisang, niscaya membuat mereka "kesetanan" di lapangan. Tapak kaki mereka akan terus panas ke setiap jengkal area yang diinginkan dalam permainan.

Maklum, secara ilmiah buah tersebut memiliki banyak kandungan yang bermanfaat untuk meningkatkan stamina para pemain di lapangan. Tak ayal, pisang menjadi santapan yang paling sering dilihat siapa pun saat pertandingan sepak bola dihelat.

1. Buah pisang ideal dimakan sebelum pertandingan

Hikayat Pisang di Sepak Bola, dari Sumber Energi hingga Rasialismethepacker.com

Dikutip dari FourFourTwo, seorang konsultan fisiologi olahraga, dr. Stewart Laing mengungkapkan, pesepak bola tak akan mudah lelah dengan memakan pisang. Menurut dia, kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya sangat baik untuk jantung, saraf, otot, tulang, sampai ginjal.

“Buah ini ideal dikonsumsi pra-pertandingan, karena mengandung porsi karbohidrat yang besar, yang bisa diubah menjadi energi. Sehingga, badan akan terasa bugar saat berada di lapangan," ujar Stewart.

Dalam kandungan satu buah pisang, terdapat 120 kalori dan 16 gram gula dan 1,5 gram protein. Hal itu ternyata sangat membantu pemain mendapatkan dorongan tenaga cepat dan bisa membantu memberi makan otot-otot mereka.

Selain itu, ada juga kandungan Vitamin B6 untuk membantu tetap terjaga dan mengurangi risiko terkena serangan jantung. Ditambah, kandungan zat besi plus Vitamin C memberikan asupan oksigen yang cukup dan membuat regenerasi sel baru terus berjalan. Walhasil, pemain diuntungkan dari sel darah yang tetap terjaga, dan enerjik.

2. Marcos Rojo sempat makan pisang di tengah pertandingan

Hikayat Pisang di Sepak Bola, dari Sumber Energi hingga RasialismeMarcos Rojo. (mirror.co.uk).

Pemain asal Argentina, Marcos Rojo, pernah kedapatan memakan pisang saat laga tengah berlangsung. Kala itu dirinya membela Manchester United berhadapan dengan FC Rostov dalam pertandingan Liga Europa 2017 yang dihelat di Old Trafford 2017 silam. Pada menit ke-73, dia memakan pisang pemberian koleganya Ashley Young.

Jose Mourinho yang kala itu masih menakhodai Setan Merah pun membeberkan alasannya kenapa pemainnya memakan pisang.

"Saya sering merasa lelah, sehingga tahu terkadang tubuh membutuhkan sesuatu dan Rojo meminta pisang. Situasi ini bukan bahan bercandaan, kita harus menghargai kondisi fisik pemain," kata Mourinho kepada BT Sport kala itu.

Baca Juga: 5 Hal yang Akan Terjadi Jika Terlalu Banyak Makan Pisang

3. Marcelo Diaz juga makan pisang di tengah pertandingan

Kisah serupa juga dilakukan oleh pemain Cile, Marcelo Diaz. Dia diberi pisang saat ia menerima instruksi dari pelatih terkait taktik saat timnya Racing Klub bentrok dengan Independiente di kompetisi Argentina.

Diaz bahkan melakukan tendangan bebas terlebih dahulu untuk timnya lalu sempat  mengejar bola dengan pisang masih di tangannya. Setelah itu, dia menyantapnya sampai habis di tengah lapangan.

Tidak banyak yang bisa dibuktikan, tapi dorongan pisang memuatnya tampil berenergi sepanjang pertandingan, sampai berhasil mencetak gol tunggal untuk memastikan kemenangan timnya empat menit sebelum laga berakhir.

4. Mario Balloteli pernah terkena tindakan rasialis suporter dengan dilempar pisang ke lapangan

Hikayat Pisang di Sepak Bola, dari Sumber Energi hingga Rasialismenottesport.it

Namun, dalam pertandingan sepak bola dewasa ini pisang berubah fungsi. Ada beberapa orang yang tak menghargai makanan kaya manfaat tersebut. Pisang dijadikan alat oleh para suporter untuk diacungkan atau dilempar ke lapangan sebagai aksi rasialis terhadap pemain.

Beberapa pemain sempat menjadi korban tindakan suporter seperti itu. Sebut saja Mario Balotelli. Dia pernah dilempari pisang saat Italia tampil di babak penyisihan Piala Eropa 2012. Tak sampai di situ, dia juga terus dirundung pendukung Kroasia kala itu.

5. Pisang dijadikan alat untuk tindakan rasialis suporter

Hikayat Pisang di Sepak Bola, dari Sumber Energi hingga Rasialismebusinnessinsider.com

Selain itu, Dani Alves pun sempat merasakan hal yang sama. Dia dilempar pisang oleh pendukung lawan saat masih berseragam Barcelona. Namun, dia tak bereaksi berlebihan, malahan langsung memakan pisang tersebut, sebelum melakukan tendangan sudut.

Atas respons tersebut, pemain asal Brasil itu mendapat banyak dukungan dari pemain lain, seperti Neymar, Luis Suarez, Mario balotelli, sampai Sergio Aguero yang mengunggah foto di media sosial pribadinya masing-masing sambil memakan pisang, sebagai bentuk dukungan anti-rasialisme di lapangan hijau.

Sudah seharusnya, pisang dikembalikan secara harfiah sebagai makanan yang bisa menjadi doping pesepak bola, bukan untuk menjadikannya alat untuk tindakan rasialis di sepak bola, karena sepak bola merupakan olahraga yang sangat menjunjung tinggi kesetaraan antar-manusia.

Baca Juga: 7 Jenis Pisang yang Populer di Indonesia, Kenali Perbedaannya 

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya