Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Persib Bandung Itu Belum Asia Level Club

Persib lawan Ratchaburi di ACL2 2025/26
Persib lawan Ratchaburi di ACL2 2025/26. (Dok. Persib)
Intinya sih...
  • Persib Bandung dijuluki "Asia Level Club" oleh bobotoh karena prestasi juara Super League dan penampilan menjanjikan di ACL2 2025/26.
  • Ratchaburi menampar Persib di babak 16 besar dengan taktik yang presisi, mengungkapkan kurangnya pengalaman Persib dalam level sepak bola Asia.
  • Kegagalan Persib melaju ke perempat final ACL2 2025/26 menunjukkan bahwa klaim sebagai "Asia Level Club" masih jauh dari kenyataan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah frasa menarik dihadirkan bobotoh seiring perjalanan Persib Bandung di AFC Champions League Two (ACL2) 2025/26. Mereka melabeli Pangeran Biru dengan sebutan "Asia Level Club."

Hal itu merujuk pada mulai seringnya lagi Persib berkompetisi di Asia, pasca keberhasilan mereka juara Super League dua musim beruntun. Plus, di ACL2 2025/26, Persib tampil menjanjikan.

Namun, mereka lupa, bahwa sepak bola level Asia itu tinggi. Ratchaburi pun menampar mereka di babak 16 besar dengan hasil yang menyakitkan.

1. Ratchaburi main taktis ala tim Asia

532cea56-7aa1-42e3-8957-fd6347c50f1a.jpeg
Persib lawan Ratchaburi di 16 besar ACL2 2025/26. (Dok. Persib)

Berhadapan dengan Ratchaburi, Persib sejatinya punya bekal ciamik. Mereka tidak terkalahkan dalam tujuh laga beruntun di semua ajang, serta menorehkan enam clean sheet. Namun, Persib tidak memiliki satu hal: pengalaman Asia.

Ratchaburi pernah mentas di AFC Champions League 2021/22, sesuatu yang sudah lama tak dijamah Persib. Alhasil, pendekatan mereka di laga ini penuh dengan taktik. Mereka main sederhana, tetapi presisi.

Di leg pertama, Ratchaburi mampu membuat gol-gol dengan skema yang tidak njelimet. Masuk leg kedua, meski kalah, mereka mampu menahan gelombang serangan Persib dengan pertahanan yang presisi.

Di sinilah pengalaman Asia berbicara. Persib sebenarnya sudah merasakannya saat kalah dari Lion City Sailors di fase grup ACL2 2025/26. Namun, mereka tak belajar dari kekalahan itu, dan kini Ratchaburi-lah yang memberikan pelajarannya.

2. Persib tak pernah bisa bicara banyak di ACL2

Persib lawan Ratchaburi di ACL2 2025/26
Persib lawan Ratchaburi di ACL2 2025/26. (Dok. Persib)

Kegagalan Persib di ACL2 2025/26 ini memastikan mereka tak bisa melaju jauh lagi di ajang tersebut. Memang, torehan mereka lebih baik ketimbang musim lalu, kala harus terhenti di fase grup.

Akan tetapi, dengan persiapan dan skuad yang lebih matang, Persib ternyata tak berkutik di tangan Ratchaburi. Harapan lolos perempat final dan membawa panji Indonesia melangkah jauh pun sirna sudah di ACL2 musim ini.

Kegagalan melaju ke perempat final ini juga membuat Persib gagal mengulang capaian pada 1995 silam. Ketika itu, mereka sukses menembus perempat final kompetisi Asia, tepatnya Asian Club Champions.

Malah, Persib mengulangi kegagalan pada 2015 silam, kala mereka terhenti oleh Kitchee SC di 16 besar AFC Cup. Setelah 1995, Persib tak pernah lagi masuk delapan besar kompetisi Asia manapun lagi.

3. Pembelajaran besar bagi Persib soal level Asia

Pemain baru Persib, Layvin Kurzawa
Pemain baru Persib, Layvin Kurzawa. (Dok. Persib)

Bicara soal level Asia tidak cuma sekadar di mulut saja. Meski sudah banyak diperkuat pemain mumpuni, pada akhirnya Persib tak bisa melaju jauh di ACL2 2025/26. Mereka ditampar sendiri oleh level Asia itu.

Boleh-boleh saja mengeluarkan klaim Asia Level Club, karena Persib jadi satu-satunya wakil Indonesia di ACL2 2025/26. Namun, kekalahan dari Ratchaburi ini menegaskan bahwa untuk sekarang, ''Maung Bandung' belum ada di level itu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More

3 Teknik Dasar Tenis Lapangan, Yuk Kuasai!

19 Feb 2026, 06:06 WIBSport