Infantino Minta Maaf soal Piala Dunia, Tapi Tetap Kena Semprot

Gianni Infantino meminta maaf di hadapan Dewan FIFA terkait proyek FIFA Forward Enterprise yang kontroversial.
Delegasi Eropa menilai Infantino tidak memberikan jawaban dan dokumen yang memadai tentang proyek serta isu politik terkait FIFA.
Infantino tidak berbicara langsung kepada media dan menyampaikan permintaan maaf melalui video.
Jakarta, IDN Times - Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya menyampaikan permintaan maaf resmi di hadapan Dewan FIFA pada Kamis (16/10/2026) waktu setempat, atas proyek investasinya yang kontroversial. Namun, permintaan maaf tersebut gagal meredakan amarah para petinggi sepak bola Eropa.
Infantino dituding sengaja menghindari pertanyaan krusial mengenai rencana penjualan hak komersial Piala Dunia senilai 4,2 miliar dolar (Rp75,7 triliun) yang kini telah dibatalkan. Mereka geram dengan sikap bungkam yang ditunjukkan Infantino sepanjang pertemuan.
1. Infantino gak jawab semua isu secara gamblang
Dalam pertemuan yang berlangsung 3,5 jam tersebut, delegasi Eropa berharap mendapat transparansi terkait proyek rahasia FIFA Forward Enterprise (FFE) yang melibatkan investor Joshua Kushner sekaligus menantu Presiden AS, Donald Trump. Namun, Infantino justru tidak memberikan satu pun dokumen atau rincian yang diminta terkait skandal penjualan hak siar Piala Dunia tersebut.
"Tidak ada jawaban yang memuaskan. Jika dia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, dia tidak layak menjadi Presiden FIFA," kata Wakil Presiden FIFA asal Inggris, Debbie Hewitt, dikutip dari ESPN.
Laporan ESPN, FIFA berdalih kalau rincian proyek tersebut harus tetap dirahasiakan karena adanya proses hukum yang sedang berjalan di Amerika Serikat. Infantino hanya menyebut kegagalannya murni karena masalah komunikasi dan membela diri kalau proyek tersebut belum menjadi kesepakatan final.
2. Seret nama Trump dan kasus Folarin Balogun
Selain masalah investasi, Infantino juga terus dicecar mengenai intervensi politik yang melibatkan Donald Trump pada insiden kartu merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026. Lagi-lagi, Infantino menolak memberikan penjelasan yang memuaskan.
Sikap diam Infantino ini memaksa FIFA untuk mengkaji ulang kelayakan pemberian Penghargaan Perdamaian yang diberikan kepada Trump Desember 2025 lalu. Penghargaan politis ini sebelumnya juga telah memicu kecaman keras dari berbagai pihak yang meragukan netralitas FIFA.
Infantino membuat delegasi Eropa frustrasi karena meminta pertanyaan diajukan secara tertulis. Padahal momen itu satu-satunya pertemuan sebelum batas akhir pengajuan calon penantangnya pada 18 November, menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret mendatang.
"Orang itu harus menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jika dia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, maka dia tidak layak menjadi presiden FIFA," ujar Hewitt.
3. Infantino tidak bicara ke media
ESPN melaporkan Infantino tidak berbicara kepada media setelah melakukan pertemuan tersebut. Pria yang hendak mencalonkan diri kembali untuk memimpin FIFA itu hanya mengeluarkan pernyataannya melalui video.
"Saya meminta maaf atas kesalahan yang kami buat terkait proses komunikasi dan konsultasi sehubungan dengan proyek FIFA Forward Enterprise, yang kemudian menyebabkan banyak konsekuensi," kata Infantino.





















