Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Inggris vs Argentina: Mac Allister Punya Modal Jinakkan Three Lions
Para pemain Argentina merayakan gol Alexis Mac Allister ke gawang Swiss. (AFP/Thomas Coex)
  • Alexis Mac Allister menilai pengalamannya di Premier League memberi keuntungan bagi Argentina karena ia sudah mengenal karakter pemain Inggris yang sering dihadapinya.
  • Argentina datang dengan status juara bertahan dan pengalaman semifinal berulang, namun Mac Allister mengingatkan timnya agar tidak meremehkan kekuatan skuad Inggris.
  • Lionel Messi antusias menghadapi Inggris untuk pertama kalinya dalam kariernya, menyebut laga semifinal ini sebagai momen spesial melawan salah satu kekuatan besar sepak bola dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Duel sarat gengsi akan tersaji saat juara bertahan, Argentina, menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Partai perebutan tiket ke final itu berlangsung di Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Jelang bentrok kontra The Three Lions, Alexis Mac Allister, pemain Liverpool, menilai pengalamannya bermain di English Premier League (EPL) bisa menjadi keuntungan bagi Timnas Argentina.

1. Hafal karakter pemain-pemain Inggris

Sebagai andalan Liverpool, Alexis Mac Allister memang sudah berkali-kali berduel dengan mayoritas penggawa Timnas Inggris yang membela sejumlah klub Premier League. Ia tahu karakter mereka. Mac Allister meyakini, pengalamannya bisa membantu pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, dalam mempersiapkan taktik jitu.

"Bermain di Inggris mungkin tidak terlalu spesial bagiku, tetapi itu bisa menjadi keuntungan karena aku mengenal dan menghadapi mereka hampir tiap akhir pekan," kata Mac Allister dikutip dari ESPN.

2. Pengalaman jadi modal, tetapi bukan jaminan menang

Timnas Argentina memiliki pengalaman tampil pada semifinal dalam 3 dari 4 edisi Piala Dunia terakhir. Alexis Mac Allister mengakui pengalaman tersebut menjadi nilai tambah bagi Tim Tango. Status juara bertahan juga membuat mereka lebih difavoritkan.

Meski begitu, gelandang berusia 24 tahun itu mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak jemawa. Sebab, Inggris memiliki amunisi skuad mewah yang terbiasa tampil di pertandingan besar.

Inggris, misalnya, lolos setelah menyingkirkan kuda hitam, Norwegia, dengan skor 2-1. Mereka menang berkat brace Jude Bellingham. Sementara itu, Argentina melaju ke semifinal setelah menyingkirkan Swiss, yang tidak begitu difavoritkan seperti Norwegia, dengan skor 3-1.

"Jelas pengalaman bermain pada semifinal Piala Dunia adalah nilai tambah. Namun, itu tidak menjamin apa pun karena mereka (Inggris) memiliki pemain-pemain berkualitas yang bermain di klub-klub besar dan terbiasa menghadapi laga penting," tegas Mac Allister.

3. Lionel Messi antusias melawan Inggris untuk pertama kali dalam kariernya

Laga kontra Timnas Inggris juga menjadi momen spesial bagi kapten Timnas Argentina, Lionel Messi. Sepanjang 21 tahun membela La Albiceleste, ia memang belum pernah mencicipi kekuatan The Three Lions. Padahal, Messi berpengalaman menghadapi tim negara Eropa lain, seperti Prancis pada final Piala Dunia 2022.

"Aku sudah bermain melawan hampir semua tim, kecuali Inggris. Ini spesial karena mereka adalah salah satu kekuatan besar sepak bola dunia. Selalu menyenangkan menghadapi tim seperti itu, apalagi pada semifinal Piala Dunia," ujar Messi seperti dikutip dari ESPN.

Argentina akan bertemu Inggris di Atlanta Stadium pada Kamis dini hari WIB. Lionel Messi bersemangat berjumpa Inggris untuk pertama kali. Namun, seperti kata Alexis Mac Allister, Argentina tidak boleh jemawa. Mereka perlu berhati-hati pada semifinal nanti.

Curated For You

Editorial Team

Related Article