Inter Tak Panik Usai Margin dengan Milan Terpangkas

- Inter Milan kalah 0-1 dari AC Milan dalam Derby della Madonnina, membuat jarak poin di klasemen Serie A terpangkas menjadi tujuh angka.
- Pelatih Christian Chivu menegaskan timnya tidak panik meski posisi puncak makin rawan, dan fokus melakukan evaluasi untuk kembali ke jalur kemenangan.
- Kekalahan ini memperpanjang tren unik di mana Milan selalu jadi tim yang menghentikan rekor tak terkalahkan Inter musim ini.
Jakarta, IDN Times - Inter Milan harus menelan pil pahit usai kalah dengan skor 0-1 dari rival sekotanya, AC Milan, dalam Derby della Madonnina di San Siro, Senin dini hari WIB (9/3/2026). Kekalahan ini begitu penting buat Milan, karena jarak poinnya dengan Inter terpangkas menjadi tujuh poin.
Kondisi itu tentu membuat posisi Inter dalam persaingan gelar menjadi rawan. Jika kalah lagi, bukan gak mungkin Nerazzurri malah terpangkas lagi keunggulannya jadi empat angka.
Meski begitu, pelatih Inter, Christian Chivu, memilih tetap tenang. Dia merasa Inter masih berada dalam jalur perburuan gelar dan unggul dari berbagai hal.
1. Tanpa Martinez, Inter kurang menggigit
Inter tampil tanpa Lautaro Martinez ketika menghadapi Milan. Tanpa juru gedor andalan sekaligus kaptennya tersebut, kreasi Inter begitu minim. Mereka kewalahan membongkar pertahanan rendah yang diterapkan Milan. Transisi Rossoneri juga begitu cepat hingga akhirnya keteteran menghadapi serangan balik Milan.
"Kami telah mencoba segala cara untuk terus menyamakan kedudukan. Kami berusaha untuk meningkatkan tempo setelah jeda, dan menciptakan sejumlah peluang emas. Tapi strategi low-block mereka, membuat kami tidak berhasil menembus pertahanan yang sangat rapat," kata Chivu, dilansir dari DAZN Italia.
2. Chivu tetap tenang
Margin poin Inter kini cuma tujuh dengan Milan. Mempertimbangkan 10 laga tersisa, tentu masih sangat rawan buat Inter tergusur dari puncak klasemen. Mereka harus berbenah dan kembali menciptakan konsistensi demi bisa berada di jalur kemenangan lagi.
Chivu menegaskan, Inter tak panik. Kini, ditegaskan Chivu, Inter harus evaluasi apa yang salah dan harus bekerja keras demi bisa bangkit.
Kami masih unggul tujuh poin, tak ada yang berubah. Bahkan, jika hasilnya berbeda, kami tak berubah. Masih ada 10 laga, kami targetkan 30 poin," kata Chivu.
3. Milan jadi nemesis Inter
Tak sekadar rival sekota, Milan di musim ini seperti nemesis yang selalu menyeimbangkan persaingan di Serie A. Sebelum kalah, Inter tak terbendung dalam 15 laga. Ada tendensi, mereka bakal jadi Scudetto dengan mudah dan menciptakan jarak begitu jauh dengan para pesaingnya.
Namun, Milan berhasil mengalahkan Inter dan memangkas jarak menjadi tujuh, menghentikan catatan 15 laga tak terkalahkan Inter. Uniknya lagi, Inter menciptakan rekor tak terkalahkannya usai dibekuk Milan pula. Lalu, yang mengakhiri rentetan tak terkalahkan Inter juga Milan.


















