Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Analisis Gol Sundulan Joao Neves vs Bayern Muenchen pada 28 April 2026

Analisis Gol Sundulan Joao Neves vs Bayern Muenchen pada 28 April 2026
ilustrasi stadion sepak bola (IDN Times/Mardya Shakti)
Intinya Sih
  • PSG menang 5-4 atas Bayern Muenchen di semifinal UCL 2025/2026, dengan Joao Neves mencetak gol sundulan penting dari umpan sepak pojok Ousmane Dembele.
  • Gol sundulan Neves ke gawang Bayern mengulang skema serupa yang pernah ia lakukan saat PSG menang 3-2 atas Lyon pada November 2025 melalui situasi sepak pojok kiri.
  • Meskipun bertubuh mungil, Neves dikenal punya kemampuan bola udara luar biasa berkat kebiasaannya bermain bola pantai sejak kecil, menjadikannya ancaman serius dalam situasi bola mati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Paris Saint-Germain (PSG) dan Bayern Muenchen menyajikan salah satu pertandingan paling menghibur dalam sejarah pada 28 April 2026. Sembilan gol tercipta pada laga leg pertama semifinal Liga Champions Eropa (UCL) 2025/2026 ini. PSG yang bermain di kandang, Parc des Princes, keluar sebagai pemenang dengan skor 5-4.

Gol bukan hanya tinggi secara kuantitas, melainkan juga kualitas. Salah satunya adalah aksi Joao Neves yang membuat PSG berbalik memimpin menjadi 2-1 pada menit 33. Gelandang asal Portugal itu membobol gawang Manuel Neuer melalui sundulan. Rekam jejak Neves akan menunjukkan bahwa torehan ini bukanlah kebetulan.

1. Joao Neves menanduk umpan sepak pojok Ousmane Dembele saat membobol gawang Bayern Muenchen pada 28 April 2026

Gol sundulan Joao Neves ke gawang Bayern Muenchen pada 28 April 2026 berasal dari sepak pojok pertama Paris Saint-Germain dalam pertandingan ini. Desire Doue membuat mereka mendapat momen tersebut usai tembakannya mengenai kaki Jonathan Tah. Ousmane Dembele lantas menjadi eksekutor.

Pemain yang berstatus pemenang Ballon d’Or edisi 2025 itu kemudian melepaskan umpan inswing ke tiang dekat dengan kaki kanannya. Neves melompat dan berhasil menanduk bola setelah berlari dari titik penalti. Penggawa bernomor punggung 87 ini mampu melepaskan diri dari pengawalan Jamal Musiala.

2. Sebelum melawan Bayern Muenchen pada 28 April 2026, Joao Neves pernah mencetak gol sundulan dengan skenario yang sama

Sebelum melawan Bayern Muenchen pada 28 April 2026, Paris Saint-Germain pernah mencetak satu gol dari sepak pojok dengan skema yang sama pada 2025/2026 ini. Bahkan, Joao Neves juga yang menuntaskannya. Itu terjadi pada 9 November 2025 ketika mereka melakoni pekan ke-12 Ligue 1 Prancis kontra Olympique Lyon sebagai tamu di Groupama Stadium. PSG mendapat sepak pojok pada menit 90+5 usai Tanner Tessmann membuang tendangan bebas Vitinha.

Seperti saat menghadapi Bayern, PSG juga menerima sepak pojok di kiri. Namun, dalam laga melawan Lyon, Lee Kang In yang maju sebagai algojo. Sebagai kidal, ia pun melepaskan umpan outswing. Bola ditanduk persis di tiang dekat yang sama oleh Neves. Tidak ada pemain Lyon yang menjaganya karena mereka lebih fokus kepada Willian Pacho, Ilya Zabarnyi, Goncalo Ramos, dan Marquinhos sebagai empat penggawa PSG lain di dalam kotak penalti. PSG menang 3-2.

3. Badan Joao Neves memang kecil, tetapi kemampuan bola udaranya istimewa

Sebelum 9 November 2025 dan 28 April 2026, Joao Neves telah mengoleksi dua gol sundulan bersama Paris Saint-Germain. Pertama, ia melakukannya saat membantu PSG menang comeback 4-2 atas Manchester City pada 22 Januari 2025. Neves mencetak gol pada menit 78 yang membuat skor menjadi 3-2. Ia menanduk tendangan bebas Vitinha di tiang jauh sambil menjatuhkan badannya. Kedua, Neves mengukirnya ketika PSG membantai Inter Miami 4-0 pada 29 Juni 2025. Neves membuka papan skor pada menit 6. Ia lagi-lagi berlari dari belakang untuk mengejar tendangan bebas Vitinha. Ia pun berhasil melakukannya di tiang jauh dengan bantuan dari Willian Pacho yang mengeblok Noah Allen.

Ada satu kesamaan yang terlihat dari empat gol sundulan pertama Neves untuk PSG. Pria yang lahir pada 27 September 2004 ini selalu dengan leluasa mencetaknya karena tidak mendapat penjagaan yang ketat. Itu mungkin terjadi akibat para pemain lawan yang tidak berfokus kepadanya mengingat tingginya hanya 1,74 meter. Meski begitu, skill Neves dalam menyundul bola tetap perlu mendapat pujian. Roger Schmidt, pelatih yang mengorbitkan Neves ke sepak bola senior di Benfica, pernah mendapat penjelasan langsung dari Neves terkait hal itu. Neves mengungkapkan, kemampuan istimewanya di udara dengan kondisi badan yang mungil adalah berkat kebiasaannya bermain bola pantai saat kecil.

Sebelum membela PSG pada 2024, Neves cuma pernah sekali mencetak gol sundulan dalam kariernya. Itu tercipta pada 29 Maret 2024 yang membuat Benfica menang 1-0 atas Chaves. Neves menyundul tendangan bebas Angel Di Maria dengan kondisi badan yang membelakangi gawang.

Kini, gol sundulan saat melawan Bayern Munch pada 28 April 2026 tampaknya bakal membuat tim yang berhadapan dengan PSG lebih mewaspadai Neves dalam situasi bola mati. Mereka tidak akan lagi memandangnya sebagai gelandang mungil yang tanpa bahaya dalam duel bola udara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Related Articles

See More