Jonas Adjetey, Rekrutan Wolfsburg yang Sempat Dilarang Jadi Pemain Pro

- Jonas Adjetey awalnya bermain sebagai kiper, namun kemudian maju ke posisi bek tengah.
- Adjetey tidak mendapat dukungan dari sang ibu untuk menjadi pemain profesional karena trauma dan ketidakmampuan finansial keluarga.
- Mimpi Jonas Adjetey untuk menjadi pesepak bola profesional kembali hidup setelah mendapat kesempatan dari Accra Great Olympics dan FC Basel 1893.
Jonas Adjetey tampil beberapa detik ketika Wolfsburg menahan RB Leipzig di kandangnya, Red Bull Arena, dengan skor 2-2 pada laga pekan ke-22 Bundesliga Jerman 2025/2026 (15/2/2026). Bek tengah dengan nomor punggung 18 tersebut menggantikan Adam Daghim pada menit 90+5. Meski singkat dan tidak berakhir dengan kemenangan, momen ini begitu berarti bagi Adjetey. Sebab, itu adalah debutnya bersama Wolfsburg.
Ia baru bergabung dari FC Basel 1893 pada 2 Februari 2026 dengan harga mencapai 9,5 juta euro (Rp165,13 miliar). Dengan usia yang masih 22 tahun, Adjetey tentu tidak boleh berpuas diri dengan kepindahan ini. Namun, ia tetap berhak untuk bangga. Sebab, Adjetey melewati perjuangan yang berat untuk mencapainya. Pria asal Ghana tersebut bahkan hampir batal menjadi pemain profesional karena trauma sang ibu.
1. Jonas Adjetey awalnya bermain sebagai kiper
Memiliki tubuh kokoh dengan tinggi mencapai 1,88 meter menjadikan Jonas Adjei Adjetey sebagai bek tengah yang ideal. Namun, ia justru mengawali kiprahnya di lapangan sebagai kiper. Menariknya, ini merupakan pilihannya sendiri.
Adjetey lahir di Accra, Ghana, pada 13 Desember 2003. Ia bergabung dengan Teshie Football Academy pada usia 10 tahun. Adjetey mengaku, ia lebih sering bermain sebagai kiper pada permulaan kariernya karena posisi ini yang tidak diinginkan banyak orang.
2. Jonas Adjetey tidak mendapat dukungan dari sang ibu untuk menjadi pemain profesional
Emas tetaplah emas di mana pun dia berada. Begitu pun dengan Jonas Adjetey. Para pelatihnya menyadari kemampuan anak asuhnya tersebut terlalu istimewa jika hanya bermain sebagai kiper. Adjetey pun maju satu langkah ke depan dan bermain di posisi seperti yang ia jalani sekarang, bek tengah. Ia terus berprogres hingga sebuah kesempatan pada 2019 untuk menjadi pemain profesional datang. Sayangnya, sang ibu tidak merestuinya.
Adjetey mengungkapkan, ibunya takut jika nasib mereka berakhir sama. Saat masih muda, sang ibu merupakan atlet atletik yang bertalenta. Namun, ia gagal memenuhi impiannya karena tidak mendapat dukungan. Salah satunya dari sisi finansial. Keluarga Adjetey memang tidak mapan. Terlebih, ayahnya meninggal karena kecelakaan mobil saat ia kecil. Adjetey pun akhirnya mengikuti kemauan sang ibu yang menginginkannya fokus sekolah.
3. Mimpi Jonas Adjetey kembali hidup
Jonas Adjetey pun mengubur mimpinya untuk menjadi pesepak bola profesional demi menghormati sang ibu. Ia berhenti aktif di Teshie Football Academy. Meski begitu, Adjetey tetap bermain bersama teman-temannya. Lantas, sekitar 6 bulan setelah kenyataan pahit tersebut, peluang baru menghampiri Adjetey. Seorang pemandu bakat dari Accra Great Olympics, salah satu klub papan atas di Ghana, terpikat saat menyaksikannya. Pihak klub kemudian membujuk sang ibu untuk memberi anaknya kesempatan. Ibunya luluh dan cita-cita Adjetey pun kembali hidup.
Setelah Accra Great Olympics, Adjetey berpindah klub ke Berekum Chelsea pada 2022. Ia akhirnya debut di Ghana Premier League pada 4 April 2022. Tidak hanya di level klub, Adjetey juga mulai rutin membela Timnas Ghana junior. Salah satu penampilannya terjadi saat Ghana U-20 berhadapan dengan Indonesia U-20 di Prancis pada 2 Juni 2022. Indonesia yang saat itu dialtih Shin Tae Yong dan diperkuat nama-nama seperti Cahya Supriadi, Muhammad Ferrari, Arkhan Fikri, Hokky Caraka, hingga Ronaldo Kwateh menang dengan skor 1-0.
4. Nasib membawa Jonas Adjetey ke Swiss
Pertandingan Ghana U-20 melawan Indonesia U-20 pada 2 Juni 2022 di Prancis merupakan bagian dari turnamen uji coba yang juga diikuti Venezuela, Meksiko, dan Arab Saudi. Namun, setelah ajang berakhir, Jonas Adjetey tidak pulang bersama timnya. Ia justru pergi ke Swiss. Adjetey kembali mendapat nasib baik. Ia menerima undangan untuk melakukan trial di FC Basel 1893. Adjetey memenuhinya dengan ditemani Emmanuel Essiam, eks rekan setimnya di Berekum Chelsea sekaligus orang yang memungkinkan momen ini terjadi.
Semua berawal pada November 2021. Delegasi Basel yang dipimpin khusus oleh sang presiden, David Degen, datang langsung ke Ghana untuk memantau Essiam. Mereka pun memboyongnya ke Swiss pada Januari 2022. Namun, ketika menyaksikan Essiam, Basel juga terpincut dengan Adjetey. Mereka pun mengirim undangan trial pada Juni 2022. Adjetey sukses membuat Basel terkesan dan resmi menerima kontrak 2 bulan kemudian. Sebagai catatan, Essiam masih tercatat sebagai aset Basel per 2025/2026.
5. Penampilan di Basel membuat Jonas Adjetey menembus Timnas Ghana senior dan direkrut Wolfsburg
Jonas Adjetey tidak serta-merta langsung menjadi andalan di Basel. Ia lebih dulu diasah di akademi. Setelah proses yang cukup singkat, Adjetey akhirnya rutin membela skuad utama Basel mulai 17 Desember 2023. Performa impresif Adjetey di Basel juga membuatnya sukses menembus Timnas Ghana senior. Ia sudah mengoleksi tujuh caps per Februari 2026.
Adjetey akhirnya meninggalkan Basel pada 2 Februari 2026 dengan catatan 73 penampilan. Ia melanjutkan pertualangannya bersama Wolfsburg usai mereka menebusnya dengan mahar 9,5 juta euro (Rp165,13 miliar). Adjetey mendapat kontrak hingga 30 Juni 2030. Ia debut dengan menjadi kameo saat mereka imbang 2-2 kontra RB Leipzig pada 15 Februari 2026.
Kesulitan finansial sempat membuat Adjetey berhenti mengejar mimpinya menjadi pesepak bola. Namun, perjalanan pada akhirnya membawanya berlabuh di klub top Eropa sekelas Wolfsburg. Menurut pengakuannya, hasil dari kepindahan ini setidaknya cukup untuk membuat sang ibu serta kakaknya ikut tinggal bersamanya di Jerman. Jika mampu memenuhi potensi besarnya, Adjetey jelas bisa meraih lebih banyak hal, di dalam maupun luar lapangan.

















