Premier League Izinkan Pemain Muslim Buka Puasa di Tengah Laga

- Waktu berbuka di Inggris berkisar antara pukul 17.00 hingga 19.00 waktu setempat, pertandingan disesuaikan dengan momen buka puasa.
- Momen buka puasa tidak akan mengganggu pertandingan, para pemain Muslim punya waktu satu sampai tiga menit untuk membatalkan puasanya.
- Di Premier League terdapat banyak pemain Muslim seperti Mohamed Salah, Wesley Fofana, William Saliba, dan Noussair Mazraoui yang tetap berpuasa meski menjalani latihan dan pertandingan.
Jakarta, IDN Times - Premier League kembali menerapkan kebijakan yang membantu para Muslim di bulan Ramadan. Mereka mengizinkan para pemain beragama Islam berbuka puasa di tengah laga.
Dilansir BBC, Premier League dan seluruh Liga Sepak Bola di Inggris akan melanjutkan prosedur rutin yang biasa mereka terapkan di bulan Ramadan. Prosedur itu terkait buka puasa di tengah pertandingan.
1. Perkiraan waktu berbuka di Inggris
Di Inggris, waktu Magrib berkisar antara pukul 17.00 hingga 19.00 waktu setempat. Pertandingan yang bisa menghadirkan momen buka puasa digelar pada Sabtu pukul 17.30 waktu setempat atau 00.30 WIB, dan Minggu pukul 16.30 atau pukul 23.30 WIB.
Di laga nanti, kapten dan wasit akan berkoordinasi mencari waktu bagi para pemain Muslim membatalkan puasanya. Momennya bisa terjadi saat tendangan gawang, tendangan bebas, atau lemparan ke dalam.
2. Tidak akan mengganggu pertandingan
Dengan kebijakan ini, momen buka puasa di tengah laga tidak akan mengganggu jalannya pertandingan. Jadi, para pemain Muslim akan punya waktu satu sampai tiga menit untuk membatalkan puasanya.
Sebelum laga, tim dan wasit akan membahas juga apakah jeda diperlukan, dan waktu perkiraan untuk penghentian akan disepakati. Pada 2021 misalnya, saat pertama kali kebijakan ini diberlakukan, wasit dan tim setuju laga dijeda pada menit ke-30.
3. Ada banyak pemain Muslim di Premier League
Di Inggris, khususnya Premier League, ada banyak pemain muslim yang bermain. Di antaranya adalah Mohamed Salah, Wesley Fofana, William Saliba, Noussair Mazraoui.
Para pemain tetap berpuasa meski menjalani latihan ketat dan bertanding di level tertinggi. Beberapa klub Premier League juga mendukung pemain menjalankan ibadahnya, seperti Liverpool yang mengubah jadwal latihannya demi membantu pemain Muslim tetap prima.















