Emosi Morata Rugikan Como, Fabregas Berang

- Cesc Fabregas kecewa dengan kartu merah Alvaro Morata yang merugikan Como dalam pertandingan Serie A 2025/26.
- Kekalahan dari Fiorentina membuat Como turun ke peringkat ketujuh klasemen sementara Serie A, memperketat persaingan di papan tengah.
- Morata belum mampu memberikan kontribusi maksimal setelah didatangkan pada bursa transfer musim panas lalu, hal ini bisa menentukan posisinya di skuad utama Como.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, meluapkan kekecewaannya usai kartu merah yang diterima Alvaro Morata dalam duel kontra Fiorentina dalam lanjutan Serie A 2025/26 akhir pekan lalu. Ia menilai sikap emosional eks striker Atletico Madrid itu telah merugikan tim pada momen krusial.
Bermain di kandang sendiri, Como sedang tertinggal 1-2 ketika Morata kehilangan kendali di penghujung laga. Situasi itu membuat tuan rumah harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.
Insiden bermula pada menit ke-88 saat Morata terlibat friksi dengan Rolando Mandragora. Ia diganjar kartu kuning pertama setelah adu argumen memanas.
Selang semenit, Morata malah menanduk Luca Ranieri dan langsung menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
1. Jika Morata masih emosian, lebih baik tak usah bermain
Kehilangan satu pemain membuat Como sulit mengejar ketertinggalan. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-2 tak berubah.
Fabregas berang dengan tindakan Morata. Menurutnya, sikap Morata di lapangan adalah bentuk ketidakdewasaan yang tak seharusnya dilakukan pemain senior.
“Provokasi merupakan bagian dari sepak bola. Mereka yang tidak bisa menerimanya sebaiknya melakukan hal lain saja,” kata Fabregas, dikutip ESPN.
Ia menilai, seharusnya dengan pengalaman yang dimiliki, Morata bisa jadi pembeda di situasi yang panas.
“Dia pemain veteran, saya berharap lebih darinya, karena batas antara menang dan kalah sangat tipis,” ujar Fabregas.
2. Fabregas ingatkan pentingnya fokus dalam pertandingan
Fabregas berpendapat, fokus dalam permainan merupakan kunci dalam duel ketat. Hal itu yang punya peran besar dalam menentukan hasil akhir.
“Saya tidak suka mencari alasan. Anda harus tetap fokus pada permainan Anda dan tidak terpengaruh oleh apa pun yang dikatakan orang lain,” ujarnya.
Kekalahan dari Fiorentina menghentikan tren positif Como yang sebelumnya tak terkalahkan dalam lima laga beruntun di Serie A. Momentum yang dibangun dengan susah payah runtuh dalam hitungan menit.
3. Morata baru bisa cetak sebiji gol untuk Como
Kekalahan dari Fiorentina membuat Como kini turun ke peringkat ketujuh klasemen sementara Serie A. Mereka masih mengoleksi 41 poin dan membuat persaingan papan tengah semakin ketat.
Morata merupakan pemain senior yang digaet pada bursa transfer musim panas lalu. Ia didatangkan dengan status pinjaman dari AC Milan.
Alih-alih memberikan kontribusi maksimal, Morata belum bisa menunjukkan tajinya. Dari 18 penampilan di semua ajang, ia baru mencetak sebiji gol saja.
Bagi Cesc Fabregas, insiden tersebut bukan sekadar soal kartu merah. Ini bisa jadi penilaian yang bisa menentukan posisi Alvaro Morata di skuad utama Como di sisa lanjutan Serie A musim ini.















