Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kai Havertz: Saya Hanya Bisa Meminta Maaf
Kai Havertz merayakan gol bersama rekan-rekannya saat Jerman melibas Curacao, 7-1 (AFP / Paul Ellis)
  • Kai Havertz meminta maaf setelah gagal mengeksekusi penalti yang membuat Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti 3-4 dari Paraguay.
  • Meski Jerman tampil dominan dalam penguasaan bola, tim asuhan Julian Nagelsmann dinilai kurang efektif dan lambat membangun serangan hingga harus ditentukan lewat adu penalti.
  • Kemenangan membawa Paraguay ke babak 16 besar, sementara Jerman kembali gagal di turnamen besar dan Havertz menekankan perlunya evaluasi jujur dari para pemain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kai Havertz menjadi salah satu pemain yang paling terpukul setelah Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026. Penyerang Arsenal itu meminta maaf usai gagal mengeksekusi penalti dalam laga kontra Paraguay yang berakhir dramatis.

Jerman kalah 3-4 dari Paraguay dalam adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit dalam duel yang berlangsung di Boston Stadium, Foxborough, Selasa (30/6/2026).

Kai Havertz sebenarnya menjadi sosok penting bagi Jerman dalam pertandingan ini. Ia mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-54 setelah menerima umpan Florian Wirtz dari sisi kiri.

1. Havertz gagal penalti setelah sempat selamatkan Jerman

Gol tersebut membalas keunggulan Paraguay yang lebih dulu mencetak gol melalui sundulan Julio Enciso pada menit ke-42. Namun, nasib Havertz berubah saat pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Tendangan Havertz berhasil dihentikan kiper Paraguay, Orlando Gill. Kegagalan itu menjadi salah satu momen penting yang membuat Jerman harus angkat koper lebih cepat.

"Saya sedikit kehilangan kata-kata. Ini Piala Dunia kedua saya dan keduanya tidak menghasilkan apa pun. Yang bisa saya lakukan hanyalah meminta maaf," kata Havertz dikutip laman resmi FIFA.

2. Jerman dominan, tetapi gagal mematikan Paraguay

Kekalahan dari Paraguay menjadi pukulan besar bagi Jerman. Tim asuhan Julian Nagelsmann sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola dan mampu mengontrol jalannya pertandingan.

Namun, dominasi tersebut tidak cukup untuk menghasilkan kemenangan. Jerman kesulitan membongkar pertahanan Paraguay dan gagal mencetak gol tambahan hingga pertandingan memasuki babak adu penalti.

Nagelsmann mengakui timnya tidak bermain cukup efektif. Menurutnya, Jerman terlalu lambat membangun serangan dan seharusnya bisa menyelesaikan pertandingan sebelum masuk ke babak tos-tosan.

"Ada rasa kecewa yang besar di ruang ganti. Kami seharusnya menyelesaikan pertandingan sebelum masuk ke adu penalti dan permainan kami terlalu lambat," kata Nagelsmann.

3. Paraguay lanjut ke 16 besar, Jerman kembali gagal di turnamen besar

Kemenangan atas Jerman membawa Paraguay melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. La Albirroja menunjukkan mental kuat saat menghadapi tekanan besar dan mampu memanfaatkan peluang dalam adu penalti.

Sementara itu, Jerman kembali harus menerima kegagalan di panggung internasional. Havertz menilai para pemain harus melakukan evaluasi menyeluruh dan melihat kekurangan tim secara jujur.

"Kami harus melihat diri kami sendiri dengan jujur, terutama para pemain, dan saya tidak memasukkan pelatih dalam hal itu," ujar Havertz.

Hasil ini menjadi pengingat di Piala Dunia, penguasaan bola dan nama besar tidak selalu cukup. Dalam pertandingan yang ditentukan lewat adu penalti, ketenangan dan mental bertanding bisa menjadi pembeda.

Editorial Team

Related Article