Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Awal Buruk Enzo Maresca di ManCity, Ulangi Mimpi Buruk 1906

Awal Buruk Enzo Maresca di ManCity, Ulangi Mimpi Buruk 1906
Manajer Manchester City, Enzo Maresca (AFP / Glyn Kirk)
  • Enzo Maresca memulai tugas sebagai manajer Manchester City dengan kekalahan 0-3 dari Arsenal pada Community Shield di Millennium Stadium.
  • Gol Riccardo Calafiori, Kai Havertz, dan Martin Odegaard membuat Maresca mengulang catatan buruk 1906, saat manajer City kalah telak pada laga resmi pertamanya.
  • Maresca menilai gol Calafiori pada 25 detik awal mengganggu momentum Manchester City, meski timnya sempat menunjukkan reaksi sebelum kebobolan gol kedua.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Enzo Maresca mengawali perjalanannya sebagai manajer Manchester City dengan hasil buruk. Debutnya dalam ajang resmi ditandai dengan kekalahan telak dari Arsenal, Minggu (18/6/2026).

Berlaga di Millennium Stadium itu, ManCity kalah 0-3 dari Arsenal lewat gol-gol dari Riccardo Calafiori, Kai Havertz, dan Martin Odegaard. Sepanjang laga, ManCity benar-benar kerepotan untuk menghadapi agresivitas The Gunners.

  1. 1. Ulangi momen buruk 1906

    Opta mencatat, Maresca menjadi manajer pertama yang merasakan kekalahan dengan skor telak pada debut dalam laga resmi sebagai manajer ManCity. Terakhir kali, itu terjadi pada 1906.

    Ketika itu, Harry Newbould merasakan kekalahan telak di laga pertama sebagai manajer ManCity dengan skor 1-4. Uniknya, Maresca dan Newbould kalah dari lawan yang sama, yaitu Arsenal.

  2. 2. Kekalahan pada 2014 terulang

    Pada 2014, Arsenal dan ManCity jumpa dalam laga Community Shield di Wembley Stadium. Ketika itu, ManCity masih diasuh Manuel Pellegrini, dan Arsenal diasuh oleh Arsene Wenger.

    Arsenal berhasil memenangi laga dengan skor 3-0 kala itu, lewat gol-gol Santi Cazorla, Aaron Ramsey, dan Olivier Giroud.

  3. 3. Gol cepat Calafiori membuyarkan segalanya

    Maresca menegaskan kekalahan ini terjadi karena gol cepat Calafiori yang terjadi saat laga belum genap berlangsung satu menit. Gol itu merusak ritme permainan ManCity dan membuat rencana yang dibangun berantakan.

    "Gol yang masuk ke gawang ManCity setelah 25 detik memengaruhi laga di momen itu. Saya rasa usai gol tercipta, reaksinya cukup bagus sebelum kami kebobolan untuk yang kedua kalinya," kata Maresca, dilansir BBC.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More