Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kiprah Arsenal sebagai Juara Bertahan Premier League sebelum 2026/2027

Kiprah Arsenal sebagai Juara Bertahan Premier League sebelum 2026/2027
Emirates Stadium (unsplash.com/Nelson Ndongala)
  • Arsenal memasuki Premier League 2026/2027 sebagai juara bertahan dengan materi pemain berkualitas, setelah mengakhiri puasa gelar liga yang berlangsung hingga 2025/2026.
  • Dalam tiga musim sebelumnya sebagai juara bertahan era Premier League, Arsenal selalu finis runner-up: 1998/1999, 2002/2003, dan 2004/2005.
  • Kegagalan mempertahankan gelar ditandai penurunan performa pada fase akhir musim; Arsenal dua kali kalah bersaing dengan Manchester United dan sekali dengan Chelsea.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Arsenal berada di jajaran tim elite di English Premier League 2026/2027. Selain memiliki materi pemain berkualitas, mereka juga tengah menyandang status sebagai juara bertahan. Sebelum menyaksikan aksi The Gunners sepanjang musim ini, ada baiknya melihat kiprah mereka ketika menjadi juara bertahan sejak kasta teratas Inggris berganti nama dari First Division menjadi Premier League pada 1992/1993.

  1. 1. Arsenal finis sebagai runner-up pada 1998/1999

    Arsenal memastikan gelar juara kasta teratas Inggris kesebelas sepanjang sejarah klub dengan merengkuh trofi Premier League 1997/1998. Mereka menutup musim dengan torehan 78 poin dari hasil 23 menang, 9 imbang, serta 6 kalah. Pencapaian ini mengakhiri puasa gelar liga yang telah berlangsung sejak 1991.

    The Gunners jatuh bangun demi mampu mempertahankan gelar juara pada 1998/1999. Paruh musim pertama diwarnai dengan rentetan hasil kurang maksimal, termasuk 4 hasil imbang beruntun pada awal musim dan gagal menang dalam 5 laga beruntun pada pertengahan musim. Tren positif berhasil dicatatkan hingga bersaing di peringkat tiga besar pada akhir musim.

    Namun, skuad besutan Arsene Wenger melakukan kesalahan fatal pada pekan 37. Kekalahan tipis 0-1 dari Leeds United membuat mereka turun dari puncak klasemen. The Gunners akhirnya finis di peringkat kedua dengan torehan 79 poin, hanya terpaut 1 poin dari Manchester United.

  2. 2. Arsenal terpeleset pada akhir musim dan gagal mempertahankan gelar juara pada 2002/2003

    Keberhasilan Arsenal finis sebagai pemuncak klasemen Premier League 2001/2002 tak didapat dengan mudah. Selama paruh musim pertama, mereka tampil inkonsisten, termasuk gagal menang dalam empat laga beruntun. Namun, The Gunners bangkit hingga finis sebagai juara dengan torehan 87 poin.

    Arsenal hampir berhasil mempertahankan gelar juara Premier League pada 2002/2003. Sejak pekan pembuka hingga kesembilan, The Gunners tak merasakan satu kekalahan pun. Mereka juga berhasil kembali ke puncak klasemen pada pekan 14 setelah menempati peringkat kedua selama 4 pekan.

    Namun, Meriam London justru terpeleset pada penghujung musim. Kegagalan meraih kemenangan sejak pekan ke-35 hingga 37 membuat mereka turun dari puncak klasemen dan digeser Manchester United. Arsenal akhirnya finis sebagai runner-up dengan 78 poin, terpaut 5 poin dari Setan Merah sebagai juara.

  3. 3. Setelah menjadi juara tanpa kekalahan, Arsenal finis di peringkat kedua pada 2004/2005

    Arsenal mengukir sejarah pada 2003/2004. Di bawah kendali Arsene Wenger, mereka keluar sebagai juara Premier League tanpa merasakan satu kekalahan pun. The Gunners mengumpulkan 90 poin dari hasil 26 menang dan 12 imbang.

    Sebagai juara bertahan, Arsenal memulai kiprah mereka di Premier League 2004/2005 dengan penampilan mengagumkan. Sejak pekan pertama hingga kesembilan, mereka hanya gagal meraih kemenangan dalam satu laga, ketika ditahan imbang Bolton pada pekan keenam. Namun, kekalahan dari Manchester United pada pekan kesepuluh menjadi titik awal kegagalan The Gunners mempertahankan gelar juara. 

    Sejak turun ke peringkat kedua pada pekan ke-12, Arsenal tak pernah kembali merasakan puncak klasemen. Mereka akhirnya harus puas finis di peringkat kedua dengan torehan 83 poin. Musim ini sekaligus menjadi awal dari puasa gelar liga yang bertahan hingga 2025/2026.

    Kiprah Arsenal sebagai juara bertahan pada era Premier League menunjukkan pola yang menarik. Mereka selalu mengakhiri musim di peringkat kedua dengan 2 kali kalah dari Manchester United dan 1 kali kalah dari Chelsea. Di bawah kendali Mikel Arteta, akankah tren tersebut terhenti dengan mempertahankan gelar juara pada 2026/2207?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More