Kala Legenda Timnas Indonesia Reuni di Galapuri

Jakarta, IDN Times - Senayan Old Stars Soccer (SOS) Tournament 2025 rampung pada Minggu (30/11/2025) sore WIB. Turnamen ini merupakan panggung reuni bagi para legenda sepak bola Indonesia.
Ajang ini diikuti 17 tim, meliputi Dishub, Tunas Muda, Mix, CAS, Tonaas, Tunas Betawi, Setia Kawan, Porsekem, Barno Wong Kudus Indonesia, MBFA, PDAS, KJS, Senayan Old Stars, , Jakarta 45, DC 73, Gunung Kidul, dan Pondok Pinang. Sebagian besar tim diisi oleh legenda.
1. Antusiasme penonton tinggi

Turnamen tersebut dihelat di Lapangan Galapuri, Ciledug, Kota Tangerang. Sederet nama besar macam Rahmad Darmawan, Peri Sandria, Khairi Rivo, Alejandro Tobar, Joko Puspito, Imam Riyadi, Aris Indarto, hingga Rolando Koibur turut memeriahkan turnamen.
Kehadiran mereka menjadi magnet utama bagi masyarakat sekitar, khususnya yang gemar dengan sepak bola. Antusiasme tinggi itu membuat area penonton terasa cukup sesak.
"Turnamen ini bukan hanya soal mencari juara, tapi momen berharga untuk bertemu teman lama, menjaga kebersamaan, dan mengingat kembali masa indah di lapangan," kata Peri Sandria di sela-sela pertandingan.
2. Barno Wong Kudus sabet gelar juara

Gelar juara edisi kedua ini disabet Barno Wong Kudus Indonesia. Tim yang diperkuat Tobar, Khairi Rivo, hingga Imam Riyadi itu mengalahkan PDAS di partai final, dengan skor 2-0.
Usia mereka memang tak lagi muda, rata-rata menyentuh setengah abad. Namun, permainan yang dipertontonkan berhasil menghibur penonton. Sentuhan mereka masih begitu prima.
Sepanjang turnamen, tak terlihat pelanggaran keras. Mereka bermain santai, jual beli serangan. Akselerasi di sektor sayap dengan kecepatan yang tergolong tinggi juga masih terlihat.
Kaki mereka juga masih lincah dalam mengolah si kulit bundar. Mereka acap mengeluarkan skill yang disambut teriak heboh dan tepuk tangan penonton dari pinggir lapangan.
"Juara itu bonus. Yang utama adalah kesehatan, persahabatan, dan kesempatan bertemu kembali," kata Khairi Rivo.
3. Siap menjadi agenda tahunan

Antusiasme yang tinggi menambah semangat pihak penyelenggara. Ketua Senayan Old Stars, Yusuf Mahmud Aziz, bertekad menjadikan turnamen ini sebagai agenda tahunan.
"Setiap tim tampil dengan kualitas permainan yang kompetitif dan semangat tinggi. Ini yang membuat turnamen selalu dinantikan dan layak menjadi agenda tahunan," kata Yusuf Mahmud Aziz.

















