Dengan performa Kalidou Koulibaly saat melawan Norwegia dan Abdoulaye Seck kala berhadapan dengan Irak, keputusan besar pun menanti Pape Thiaw jelang laga kontra Belgia. Ia sebetulnya memiliki dua bek tengah lain. Namun, pasangan tersebut sama-sama pemain muda. Antoine Mendy baru 22 tahun dan mengoleksi 7 caps, sedangkan Mamadou Sarr berumur 20 tahun dengan 8 caps. Mendy bahkan lebih sering dimanfaatkan sebagai bek kanan.
Jika berkaca ketika bertarung melawan Maroko pada final Piala Afrika 2025 silam, Thiaw sebetulnya bisa memilih Sarr. Kala itu, Koulibaly tidak bisa bermain akibat akumulasi kartu kuning. Sarr menjadi penggantinya. Aset milik Chelsea dengan tinggi 1,94 meter itu tampil solid selama 120 menit dan baru mendapat kartu kuning pada menit 113. Mereka menang 1-0, tapi gelar juara akhirnya dicabut akibat insiden walk-out.
Nah, penampilan horor Koulibaly ketika bersua Norwegia sendiri tidak dapat dilepaskan dari kondisi fisiknya. Selain sudah 35 tahun, pria yang sebetulnya lahir di Prancis pada 20 Juni 1991 ini baru saja pulih dari cedera. Kondisi tersebut membuatnya absen membela Al-Hilal periode April—Mei 2026. Sebelum Piala Dunia 2026, Koulibaly bahkan cuma beraksi selama 8 menit saat imbang 0-0 dengan Arab Saudi dalam pertandingan pemanasan terakhir.
Thiaw “menghukum” Koulibaly dengan mencadangkannya pada laga melawan Irak. Mereka menang 5-0 dan mengamankan tiket 32 besar Piala Dunia 2026. Kini, keputusan tersebut bisa saja malah berbuah manis. Koulibaly mendapat waktu lebih untuk beristirahat sekaligus evaluasi.
Di antara semua opsi, Koulibaly sejatinya masih merupakan yang paling ideal untuk mengawal lini belakang Senegal. Lantas, akankah ia kembali ke starting lineup saat menghadapi Belgia atau kepercayaan Thiaw kepadanya sudah sepenuhnya sirna?