Mengulas Fase Grup Piala Dunia 2026: Pecahkan Banyak Rekor

- Mesir akhiri penantian 92 tahun dengan kemenangan perdana di Piala Dunia, sementara pelatih Curacao Dick Advocaat pecahkan rekor sebagai juru taktik tertua berusia 78 tahun.
- Ousmane Dembele cetak hat-trick tercepat kedua dalam sejarah Piala Dunia, dan kiper Curacao Eloy Room samai rekor 16 penyelamatan dalam satu laga.
- Lionel Messi pimpin daftar top scorer dengan enam gol sekaligus jadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, sedangkan Cristiano Ronaldo cetak gol di enam edisi berbeda.
Jakarta, IDN Times - Piala Dunia 2026 telah memasuki fase gugur yang dibuka oleh duel Afrika Selatan kontra Kanada di Los Angeles Stadium, Senin dini hari WIB (29/6/2026). Sebelum melihat pertarungan di fase gugur yang lebih panas, ada baiknya menyimak lebih dalam bagaimana jalannya fase grup yang telah lalu.
Dari 72 pertandingan yang berlangsung tak luput menghadirkan drama dan kejutan. Tak hanya menyajikan tontonan spektakuler, fase grup kali ini juga diwarnai dengan sejumlah rekor bersejarah yang sebelumnya telah bertahan puluhan tahun.
Mulai dari rekor kemenangan terlama, kiper paling sibuk, hingga pemain tertua dan termuda, semuanya sukses menuliskan tinta emas di buku sejarah FIFA. Mari bedah statistik dan rekornya!
1. Mesir akhiri kutukan 92 tahun, pelatih uzur pecahkan rekor

Setelah menunggu nyaris satu abad lamanya, Mesir akhirnya sukses mencicipi kemenangan pertama mereka dalam sejarah Piala Dunia. Kemenangan perdana itu didapat saat membekuk Selandia Baru 3-1 pada laga pertama Grup G, 22 Juni 2026.
Kemenangan Mesir lahir berkat gol dari Zico, Mohamed Salah, dan Trezeguet. Gol-gol dari mereka berhasil mengakhiri penantian terlama sebuah negara di Piala Dunia, yakni 92 tahun sejak mereka debut di turnamen ini pada 1934 silam.
Rekor lain tercipta di pinggir lapangan. Pelatih Curacao, Dick Advocaat, tercatat sebagai juru taktik tertua sepanjang sejarah Piala Dunia, di usia 78 tahun, 271 hari. Ia mematahkan rekor lama milik Otto Rehhagel (71 tahun) yang bertahan sejak 2010.
Selain itu, edisi kali ini juga menjadi panggung pembuktian para daun muda, seperti wonderkid Meksiko, Gilberto Mora. Saat berusia 17 tahun dan 240 hari, Mora resmi menjadi pemain termuda keenam yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia.
2. Rekor hat-trick cepat Dembele dan penyelamatan gila kiper Curacao

Bintang Prancis, Ousmane Dembele, tampil menggila di laga pamungkas Grup I. Dembele sukses mencetak trigol ke gawang Norwegia saat duel baru berjalan 32 menit, sekaligus membantu Les Bleus menang 4-1.
Tiga gol bintang Paris Saint-Germain (PSG) itu menjadi yang tercepat kedua dalam sejarah Piala Dunia. Catatannya hanya kalah tipis dari rekor Erich Probst yang mampu mencetak hattrick dalam 24 menit pada edisi 1954 silam.
Kalau Dembele tampil menggila di depan gawang, kiper Curacao, Eloy Room, berdiri tangguh di bawah mistar gawang. Penampilannya bak benteng yang membuat Ekuador frustrasi, sekaligus membantu Curacao mencuri poin dengan bermain imbang 0-0.
Room mencatatkan rekor 16 kali penyelamatan dalam duel 2x45 menit. Angka penyelamatan tersebut menyamai rekor terbanyak dalam satu laga yang sebelumnya dipegang oleh Tim Howard (Amerika Serikat) di Piala Dunia 2014. Bedanya, Howard membutuhkan waktu hingga perpanjangan waktu untuk membukukan catatan tersebut.
3. Messi rajai top scorer, Ronaldo ukir sejarah di 6 edisi berbeda

Persaingan gelar sepatu emas saat ini dipimpin oleh megabintang sekaligus kapten Argentina, Lionel Messi. Total, ia mencetak enam gol di fase grup, dan sekali membukukan trigol. Berkat penampilan moncer, La Pulga kini menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, dengan total 19 gol.
Messi ditempel Kylian Mbappe, Dembele, Vinicius Junior, dan Erling Haaland, yang masing-masing mengemas empat gol. Karena semuanya lolos ke fase gugur, peta persaingan sepatu emas dipastikan seru.
Sementara itu, Cristiano Ronaldo juga tak mau kalah. CR7 mengukir sejarah sebagai pemain pertama yang sukses mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda. Rekor itu ditandai oleh gol perdananya di edisi kali ini, saat membobol gawang Uzbekistan pada laga kedua Grup K.
Eks bintang Manchester United dan Real Madrid itu juga tercatat sebagai pencetak gol tertua kedua dalam sejarah Piala Dunia (41 tahun 138 hari). Rekor tertua masih dipegang legenda Kamerun, Roger Milla (42 tahun 39 hari).
Dari segi kolektivitas tim, hanya Argentina, Prancis, dan Meksiko yang sukses menyapu bersih tiga laga fase grup dengan poin sempurna. Sementara itu, Spanyol dan Meksiko menjadi dua tim dengan pertahanan terkuat karena sukses melaju ke babak gugur tanpa kebobolan satu gol pun.















