Jalur Terjal Jepang Menuju Sejarah di Piala Dunia 2026

- Timnas Jepang menghadapi jalan berat di fase gugur Piala Dunia 2026, dengan ambisi menembus perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka.
- Brasil menjadi lawan pertama di babak 32 besar, sementara jika lolos, Jepang berpotensi bertemu Norwegia yang diperkuat pemain top seperti Erling Haaland dan Martin Odegaard.
- Kinerja Jepang masih belum stabil setelah hasil imbang melawan Belanda dan Swedia, serta kemenangan atas Tunisia, menandakan perlunya pembenahan sebelum menghadapi lawan kuat berikutnya.
Jakarta, IDN Times - Timnas Jepang sudah ditunggu jalan terjal di fase gugur Piala Dunia 2026. Lawan-lawan berat menanti, seiring upaya mereka mencatatkan sejarah di ajang ini.
Sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia, Jepang tak pernah lolos lebih dari 16 besar. Setiap memasuki babak tersebut, mereka pasti akan tumbang, sehingga gagal lolos ke perempat final.
Sekarang, peluang Jepang untuk menorehkan sejarah terbuka. Namun, mereka harus mengencangkan ikat pinggang. Lawan-lawan berat sudah menanti di depan.
1. Brasil menanti di 32 besar
Di babak 32 besar, Jepang sudah ditunggu lawan tangguh dari Amerika Selatan, yaitu Brasil. Keduanya sempat jumpa di laga persahabatan beberapa waktu lalu, dengan Jepang meraih kemenangan.
Namun, Brasil di Piala Dunia 2026 ini berbeda dengan di laga persahabatan. Racikan Carlo Ancelotti sudah menunjukkan tajinya, dan hal itu jadi sesuatu yang patut diwaspadai Jepang.
2. Di 16 besar, berpeluang jumpa Norwegia
Katakanlah Jepang berhasil mengalahkan Brasil di babak 32 besar, mereka tak boleh berpangku tangan. Di babak 16 besar, ada lawan tangguh lain yang sudah menanti, yaitu Norwegia.
Norwegia tak bisa dianggap enteng, karena mereka berisikan nama-nama top macam Erling Haaland, Martin Odegaard, Antonio Nusa, Oscar Bobb, hingga Alexander Soerloth. Mereka akan bikin Jepang kesulitan.
3. Kekuatan Jepang belum begitu teruji
Kekuatan Jepang sendiri belum begitu teruji di Piala Dunia 2026 ini. Mereka sempat menahan imbang Belanda di fase grup, kemudian menang besar atas Tunisia yang limbung.
Namun, di laga terakhir, Jepang hanya mampu main imbang dengan Swedia. Hasil ini jadi sebuah penanda bagi mereka bahwa pembenahan harus segera dilakukan jika ingin melaju lebih jauh lagi di Piala Dunia 2026.


















