Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kejelian Taktik, Prancis Tak Terbendung di Fase Grup Piala Dunia 2026

Kejelian Taktik, Prancis Tak Terbendung di Fase Grup Piala Dunia 2026
ilustrasi pendukung Timnas Prancis (unsplash.com/dorianhurst)
Intinya Sih
  • Prancis tampil dominan di fase grup Piala Dunia 2026 dengan tiga kemenangan dan selisih gol terbaik, meski sempat kesulitan pada laga pembuka melawan Senegal.
  • Didier Deschamps mengubah posisi Ousmane Dembele dan Michael Olise, menjadikan Olise kreator utama serangan yang meningkatkan efektivitas lini depan Les Bleus.
  • Perubahan taktik itu membuat Prancis menang beruntun atas Senegal, Irak, dan Norwegia, dengan kontribusi besar dari trio Mbappe, Dembele, dan Olise.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Di antara sederet tim favorit juara, Prancis terbilang yang paling mampu memenuhi ekspektasi selama fase grup Piala Dunia 2026. Les Bleus menyapu bersih tiga pertandingannya dengan kemenangan. Mereka juga keluar sebagai peserta dengan selisih gol terbaik (10 gol dan 2 kebobolan).

Namun, kampiun pada 2018 dan finalis pada edisi sebelumnya itu tidak meraih hasil impresif tersebut dengan mulus. Kylian Mbappe dan kolega sempat tampil mengecewakan. Sebuah perubahan kecil di lini depan dari sang pelatih, Didier Deschamps, membawa mereka ke jalur yang benar.

1. Lini depan Prancis mandek pada babak pertama saat melawan Senegal

Prancis memulai Piala Dunia 2026 dengan melawan Senegal di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada 16 Juni. Mereka bermain begitu mengecewakan setiap kali menyerang sepanjang babak pertama. Prancis tercatat hanya melepaskan satu tembakan. Itu pun sama sekali tidak mengancam. Percobaan Ousmane Dembele dari luar kotak penalti pada menit 19 bisa diblok Moussa Niakhate. Makin ironis, Prancis cuma tiga kali menyentuh bola di kotak penalti Senegal.

Mike Maignan bahkan terbilang beruntung gawangnya tidak kebobolan. Senegal membuat 2 peluang emas dari total 5 tembakan. Sepakan Nicolas Jackson dari sudut sempit pada menit 25 membentur tiang. Para pemain Prancis kemudian bernafas lega usai Ismaila Sarr gagal menyontek sebuah bola liar di depan gawang beberapa detik sebelum jeda. Sadio Mane juga sempat melepaskan tendangan dari luar kotak penalti pada menit 30. Namun, Maignan dengan mudah mengamankannya.

2. Didier Deschamps menukar posisi Ousmane Dembele dan Michael Olise

Didier Deschamps merespon performa ofensif timnya yang tidak memuaskan pada babak pertama dalam laga kontra Senegal dengan sederhana. Ia menukar area bermain antara Ousmane Dembele dan Michael Olise. Dembele berpindah ke kanan dan Olise mengokupasi wilayah tengah di belakang Kylian Mbappe. Perubahan kecil ini bukan sekadar pemosisian, melainkan merepresentasikan pula tugas yang mereka jalankan. Olise kini memikul tanggung jawab sebagai kreator utama serangan, khususnya perihal final pass.

Dembele bukan tidak mampu memainkan peran tersebut. Ada satu umpan terobosan akuratnya ke kotak penalti untuk Kylian Mbappe pada menit 12. Sayangnya, kontrol sang kapten buruk. Namun, tidak perlu pengamatan yang mendalam untuk menyatakan Olise memang lebih tepat untuk tugas ini. Publik umum yang menyaksikan keduanya pasti bisa menyimpulkannya. Kreativitas Olise setidaknya tergambar dari fakta ia merupakan pemain dengan jumlah assist terbanyak di semua kompetisi di liga top Eropa Eropa pada 2025/2026 (30 assist).

3. Prancis mengalahkan Senegal 3-1

Perubahan yang dibuat Didier Deschamps tersebut langsung berdampak. Prancis mampu melepaskan dua tembakan on target hanya dalam periode 10 menit pertama babak kedua dan Olise terlibat dalam semuanya. Ia menerima bola dari Jules Kounde di sepertiga terakhir lapangan pada menit 51, menusuk ke kotak penalti, tetapi finishing-nya diblok Edouard Mendy. Empat menit berselang, Olise kembali memungut second ball di area yang sama. Kali ini, ia memberikan umpan terobosan kepada Mbappe. Sayangnya, Mendy lagi-lagi melakukan penyelamatan berkelas.

Namun, Prancis akhirnya menang 3-1. Mereka memecah kebuntuan pada menit 66. Olise mengirim umpan ke kotak penalti yang mengecoh dua pemain Senegal dan diselesaikan Mbappe pada sentuhan pertama. Bradley Barcola menggandakan keunggulan pada menit 82, 2 menit setelah menggantikan Ousmane Dembele. Senegal sempat membuat laga kembali ketat lewat gol Ibrahim Mbaye pada menit 90+5. Namun, Mbappe menutup papan skor melalui tendangan jarak jauh beberapa detik kemudian. Ia mendapat bola liar yang berasal dari drive Olise.

4. Perubahan yang mengeluarkan potensi terbaik semua pemain

Didier Deschamps mempertahankan taktiknya pada babak kedua versus Senegal ketika menjalani pertandingan sisa fase grup Piala Dunia 2026. Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise pun bermain lebih cair sampai akhirnya membawa tim menang 3-0 atas Irak (22/6/2026) dan 4-1 kontra Norwegia (26/6/2026). Menariknya, dari 7 gol yang tercipta, ketiganya berperan dalam 5 di antaranya. Ini makin membuktikan perubahan tersebut berhasil mengeluarkan potensi terbaik mereka masing-masing.

Mbappe mencetak gol pertama ke gawang Irak usai melakukan kerja sama 1-2 dengan Olise. Ia kemudian mengemas brace berkat umpan dari Dembele. Gol ketiga lantas dibuat Dembele yang berasal dari through pass Olise. Pada laga melawan Norwegia, Dembele begitu merasakan dampak dari keputusan Deschamps yang memindahkannya ke kanan. Pemain kidal itu menorehkan hattrick dengan semua golnya tercipta lewat cara yang sama. Ia melakukan gerakan khasnya, cutting inside. Dua di antaranya berawal dari umpan Mbappe.

Prancis dikaruniai lini depan yang mewah. Tiga di antaranya terdapat dalam diri Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise. Pelatih yang memiliki privilise semacam ini kerap kesulitan menemukan racikan terbaik. Tidak terkecuali dengan Didier Deschamps.

Namun, ia akhirnya mendapatkannya usai performa buruk pada babak pertama melawan Senegal. Mereka pun lolos meyakinkan dari fase grup Piala Dunia 2026. Menarik untuk menantikan apakah inovasi tersebut akan tetap membuahkan hasil pada babak gugur atau sudah bisa diantisipasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More