Kamikaze Real Madrid, Mbappe Dipaksa Main Kontra Barcelona?

- Real Madrid terancam pincang di lini depan dalam duel El Clasico kontra Barcelona akibat cedera striker andalannya, Kylian Mbappe.
- Mbappe mengalami masalah pada lututnya dan kondisinya masih misterius, namun pelatih Xabi Alonso ingin memastikan kebugarannya sebelum menurunkan.
- Alonso tidak ingin mengambil risiko dengan memberikan obat pereda nyeri kepada Mbappe yang berpotensi membuat cederanya memburuk.
Jakarta, IDN Times - Real Madrid terancam pincang di lini depan dalam duel El Clasico kontra Barcelona dalam final Piala Super Spanyol, Senin dini hari WIB (12/1/2026). Striker andalannya, Kylian Mbappe, berpotensi absen dalam duel itu akibat cedera.
Mbappe mengalami masalah pada lututnya dan memang disarankan buat menepi dua sampai tiga pekan. Namun, saat ini Mbappe berada di Arab Saudi pula, bergabung dengan rekan-rekannya yang akan bermain dalam final tersebut.
1. Kondisi Mbappe masih misterius
Belum jelas apakah Mbappe akan diturunkan atau tidak. Kondisinya juga masih misterius, namun Mbappe didampingi oleh Kepala Medis Los Blancos untuk menjalani proses pemulihan.
"Dia lebih baik. Idenya memang dia bisa fit saat melawan Atletico Madrid," kata pelatih Madrid, Xabi Alonso, dilansir Football Espana.
2. Tergantung kondisi terakhir
Alonso tak menggambarkan lebih detail kondisi Mbappe. Pria Basque itu menyatakan baru mau memutuskan untuk menurunkan Mbappe jika sudah ada lampu hijau dari tim medis.
Selain itu, Alonso juga ingin berdiskusi dengan Mbappe terlebih dulu, agar bisa mengetahui apakah masih merasakan nyeri di lutut atau tidak.
"Jadi semua bergantung pada keluhannya. Kami harus memeriksanya, siap jadi starter atau main dalam menit yang terbatas," ujar Alonso.
3. Obat pereda nyeri bukan solusi
Menyuntikkan obat pereda nyeri kepada Mbappe, tak masuk dalam rencana Alonso. Sebab, hal itu berpotensi membuat cedera bomber Prancis tersebut memburuk.
"Kami harus menghindari risiko, tahu apa yang dijalani, dan bertanggung jawab atas keputusannya. Kami tak mau melakukan kamikaze ketika mengambil keputusan. Ini risiko yang dikontrol," kata Alonso.
















