Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Wasit Level Buruk dan Tak Profesional, Persita Pun Dibuat Kesal

Wasit Level Buruk dan Tak Profesional, Persita Pun Dibuat Kesal
Persita lawan Dewa United di Super League. (Dok. I.League)
Intinya Sih
  • Persita Tangerang kecewa usai kalah 0-1 dari Dewa United di Indomilk Arena, dengan pelatih Carlos Pena menyoroti kinerja wasit yang dianggap tidak profesional.
  • Insiden pergantian pemain Dejan Racic yang tertunda membuat Persita sempat bermain dengan 10 orang selama beberapa menit, memicu protes keras dari tim.
  • Pena menilai kualitas wasit Indonesia masih rendah dibanding negara lain di Asia Tenggara dan sering melakukan kesalahan besar dalam pertandingan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kekesalan melanda Persita Tangerang usai kalah dari Dewa United dalam laga pekan 23 Super League 2025/26. Mereka mengarahkan telunjuk pada wasit yang dianggap tidak profesional dan berlevel buruk.

Berlaga di Indomilk Arena, Kamis (26/2/2026) malam WIB, Persita kalah 0-1 dari Dewa United gara-gara gol Ricky Kambuaya. Selepas laga, pelatih Persita, Carlos Pena, menyatakan kekesalannya pada wasit.

1. Diawali insiden Muhammad Toha

Persita lawan Dewa United di Super League
Persita lawan Dewa United di Super League. (Dok. I.League)

Kekesalan Pena pada wasit bermula pada babak kedua, saat Persita tak bisa segera memasukkan Dejan Racic ke lapangan untuk menggantikan Muhammad Toha yang cedera. Toha sendiri terkapar dan harus dibawa ambulans.

Dalam sesi jumpa pers selepas laga, Pena bercerita bahwa wasit keempat tak mengizinkan Racic masuk, karena menganggap Persita sudah main dengan tujuh pemain asing. Padahal, kenyataannya tidak demikian.

"Kami memiliki Javlon (Guseynov), Tamir (Kozubaev), Pablo (Ganet), Rayco (Rodriguez), Eber (Bessa) dan Aleksa (Andrejic) dan kami ingin memasukkan pemain (asing) ketujuh. Tapi, wasit tak mengizinkan," ujar Pena.

2. Persita sempat main dengan 10 pemain

Persita lawan Dewa United di Super League
Persita lawan Dewa United di Super League. (Dok. I.League)

Sontak, hal ini merugikan Persita, sebab mereka akhirnya harus main dengan 10 orang setidaknya selama empat menit. Mereka hampir saja kebobolan gol kedua, tetapi untung hal itu tidak terjadi.

"Kami bermain tiga atau empat menit dengan sepuluh pemain (pada momen itu), kami hampir kebobolan gol kedua dalam menit-menit itu. Wasit tidak menjalankan tugasnya, dan benar-benar tidak profesional," kata Pena.

3. Wasit Indonesia level buruk

IMG_20260220_225329.jpg
Pemain Bhayangkara FC melakukan protes kepada wasit saat melawan Persik Kediri. (Instagram/@persikofficial).

Pena menyebut, sejauh melatih di Indonesia, merasakan betul buruknya level wasit di sini. Bahkan, levelnya masih berada di bawah Thailand yang notabene satu kawasan dengan Indonesia.

"Tetapi pendapat saya setelah melatih di Spanyol, India, dan Thailand, di sini level wasit sangat buruk, kesalahan besar di setiap pertandingan, termasuk saat Persita lawan Dewa Unted ini. Mereka tidak profesional," ujar Pena.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More