Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Pelatih yang Paling Sering Memainkan Diego Costa di Level Klub

6 Pelatih yang Paling Sering Memainkan Diego Costa di Level Klub
Tampak depan Stamford Bridge. (pexels.com/gina bichsel)
Intinya Sih
  • Diego Costa resmi pensiun pada 26 Februari 2026 setelah meniti karier selama hampir dua dekade, mengumumkannya lewat podcast bersama mantan rekan setimnya di Atletico Madrid.
  • Selama kariernya, Costa paling banyak dimainkan oleh Diego Simeone di Atletico Madrid dengan total 177 laga dan kontribusi puluhan gol serta assist yang mengangkat namanya.
  • Selain Simeone, ia juga pernah dilatih Jose Mourinho, Antonio Conte, Quique Sanchez Flores, Juan Ignacio Martinez, dan Renato Gaucho di berbagai klub Eropa hingga Amerika Selatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Diego Costa resmi pensiun dari dunia sepak bola. Ia mengumumkannya melalui podcast El Camino de Mario pada 26 Februari 2026. Di depan Mario Suarez (eks rekan setimnya di Atletico Madrid), mantan pemain Timnas Spanyol itu menyampaikan curahan hatinya selama menjadi pesepak bola, terutama saat pertama kali berkarier di Eropa.

Keputusan pensiun yang diambil Costa mengakhiri 19,5 tahun (2006–2026) kariernya di sepak bola. Dalam kurun waktu tersebut, sejumlah pelatih hebat pernah melatihnya. Dari puluhan nama, inilah enam pelatih yang paling mengandalkannya di level klub.

1. Diego Simeone (177 laga) membuat nama Diego Costa meroket

Diego Costa mulai dikenal sebagai penyerang hebat saat berseragam Atletico Madrid. Sosok yang membuat namanya meroket adalah Diego Simeone. Ia dilatih oleh pelatih asal Argentina itu selama 5 tahun (2012–2014 dan 2018–2021). Dalam kurun waktu tersebut, 75 gol dan 36 assist tercipta dari 177 laga. Ini menjadi bukti bahwa Simeone mampu memanfaatkan keganasan Costa dengan baik.

2. Jose Mourinho (57 laga) menjadi sosok yang membawa Diego Costa ke Chelsea

Diego Costa bergabung dengan Chelsea pada musim panas 2014. Kala itu, ia diboyong oleh Jose Mourinho. Di bawah arahan pelatih asal Portugal itu, Costa tampil beringas dengan mencetak 25 gol dan 7 assist dari 57 laga. Momen kerja sama ini berlangsung selama 1,5 tahun (2014–2015).

3. Diego Costa mencetak 22 gol dari 42 laga saat dilatih Antonio Conte

Meski mencatatkan lebih banyak gol saat dilatih Jose Mourinho, tetapi permainan paling efektif Diego Costa di Chelsea terjadi pada era Antonio Conte. Saat dilatih pria asal Italia itu, Costa mencetak 22 gol dan 7 assist dari 42 laga. Namun, kerja sama mereka hanya terjalin selama semusim, tepatnya pada 2016/2017.

4. Quique Sanchez Flores memainkan Diego Costa dalam 39 laga di Atletico Madrid

Sebelum dilatih Diego Simeone, Diego Costa terlebih dahulu dilatih oleh Quique Sanchez Flores. Keduanya hanya bekerja sama selama semusim, pada 2010/2011. Sayangnya, sang penyerang tak terlalu tajam. Ia hanya mencatat 8 gol dan 5 assist dari 39 laga. Hal tersebut membuatnya sempat dipinjamkan ke Rayo Vallecano pada 2011/2012.

5. Juan Ignacio Martinez (30 laga) menjadi satu-satunya pelatih yang membesut Diego Costa di Albacete

Diego Costa pernah bermain untuk Albacete pada 2008/2009 sebagai pemain pinjaman dari Atletico Madrid. Kala itu, ia bermain di LaLiga Segunda Spanyol dengan dimonitor oleh Juan Ignacio Martinez. Pelatih asal Spanyol itu menjadi satu-satunya pelatih yang melatih Costa di Albacete. Saat itu, sang pemain memainkan 30 laga dengan mencetak 9 gol.

6. Renato Gaucho hanya melatih Diego Costa selama 10 bulan di Gremio

Nama terakhir dalam daftar ini adalah Renato Gaucho. Pelatih asal Brasil itu bertemu Diego Costa di Gremio pada 2024. Namun, kebersamaan mereka hanya terjadi selama 10 bulan, tepatnya pada Februari–Desember 2024. Hasilnya, pemain kelahiran Brasil itu mencetak 7 gol dan 6 assist dari 23 laga. Kurang produktifnya Costa disebabkan oleh cedera dan usia yang telah menua.

Selama berkarier sebagai pesepak bola, Diego Costa pernah bermain untuk 12 klub. Mereka adalah SC Braga, Penafiel, Atletico Madrid, Celta Vigo, Albacete, Real Valladolid, Rayo Vallecano, Chelsea, Atletico Mineiro, Wolverhampton Wanderers, Botafogo, dan Gremio. Ia paling bersinar di Atletico Madrid dan Chelsea, sedangkan Gremio menjadi klub terakhirnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More