"Mimpi itu sudah dekat. Tetap tegakkan kepala, kita tinggal selangkah lagi! Terima kasih atas dukungan luar biasa kalian malam ini!" tulis Ronaldo di akun Instagram pribadinya selepas laga.
Kecewanya Cristiano Ronaldo Al Nassr Gagal Segel Gelar Gegara Blunder

- Al Nassr gagal memastikan gelar juara lebih cepat setelah ditahan imbang 1-1 oleh Al Hilal akibat gol bunuh diri kiper Bento di menit akhir pertandingan.
- Cristiano Ronaldo menunjukkan kekecewaan mendalam usai laga, namun tetap memotivasi rekan setimnya untuk bangkit dan menuntaskan misi juara di laga terakhir melawan Damac FC.
- Hasil imbang membuat peluang juara Al Hilal masih terbuka, sehingga Al Nassr wajib menang atas Damac agar tidak kehilangan trofi Saudi Pro League musim ini.
Jakarta, IDN Times - Al Nassr dipaksa menarik napas panjang saat menjamu Al Hilal pada matchday ke-33 Saudi Pro League, Rabu (13/5/2026) dini hari WIB. Mereka gagal merayakan gelar lebih cepat, akibat tertahan dengan skor 1-1.
Al Nassr sejatinya unggul lebih dulu berkat gol Mohamed Simakan, sejak duel berusia 37 menit. Apesnya, kemenangan yang sudah di depan mata itu justru buyar setelah kiper Bento melakukan gol bunuh diri beberapa detik sebelum wasit meniup peluit panjang.
1. Ronaldo kecewa berat
Hasil menyakitkan itu membuat sang megabintang, Cristiano Ronaldo, kecewa berat. Saat laga tuntas, gestur Ronaldo yang sudah berada di bangku cadangan sejak menit ke-83 tampak tak percaya dengan hasil tersebut.
Ronaldo menggelengkan kepala sembari bersandar di kursi. Ia juga terlihat amat lesu saat meninggalkan area bangku cadangan untuk memasuki lorong ruang ganti.
Wajar bila Ronaldo kecewa, mengingat Al Nassr dapat menyegel gelar lebih cepat jika mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang. Hasil imbang itu pun memaksa Al Nassr membekuk Damac FC dalam laga pamungkas, 22 Mei mendatang.
2. Ronaldo bakar semangat Al Nassr
Kendati kecewa, bukan Ronaldo namanya jika langsung lempar handuk. Kapten Timnas Portugal itu membakar semangat rekan-rekannya, untuk melampiaskan hasil imbang itu saat menjamu Damac.
3. Skenario Al Nassr juara
Di sisi lain, tambahan satu poin membuat peluang juara Al Hilal tetap terjaga. Mereka masih memiliki satu laga tunda dan hanya terpaut lima poin dari Al Nassr.
Melihat situasi tersebut, skenario paling aman bagi Al Nassr adalah mengalahkan Damac dengan skor berapa pun. Sebab, jika mereka kalah dan Al Hilal mampu menyapu bersih dua laga tersisa, maka gelar juara dipastikan lepas dari genggaman Al Nassr.

















