3 Kegagalan Menyakitkan Argentina Dalam Sejarah Piala Dunia

Argentina tampil sangat mengecewakan di Piala Dunia 2018 kali ini. Mereka dalam kondisi sangat terjepit dan berada di posisi terakhir grup D dengan 1 poin (D1, L1).
Lebih buruk lagi, mereka hanya baru mencetak satu gol dan kebobolan 4 gol dari dua pertandingan awal fase grup. Laga melawan Nigeria, Rabu dini hari nanti (27/6/2018) akan menjadi laga hidup dan mati bagi Lionel Messi dkk. Sialnya hasil mereka pun akan tergantung kepada hasil antara Islandia melawan Kroasia.
Argentina sendiri bukanlah sebuah tim yang sempurna, mereka justru pernah mengalami kegagalan beberapa kali di Piala Dunia.
1. Gugur di fase grup Piala Dunia 2002

Piala Dunia 2002 menjadi sebuah kenangan yang tak menyenangkan bagi Argentina. Tergabung di grup maut bersama Inggris, Swedia dan Nigeria, Argentina tak mampu lolos ke babak knock out karena hanya mampu finish di posisi ketiga grup F.
Saat itu Argentina hanya mampu mengumpulkan 4 point dari hasil kemenangan 1-0 melawan Nigeria, 1-1 melawan Swedia dan kalah ditangan Inggris dengan skor 1-0. Sedangkan tim yang lolos yaitu Swedia dan Inggris berhasil mengumpulkan 5 poin.
2. Gagal lolos ke Piala Dunia 1970 di Meksiko

Piala Dunia 1970 menjadi kegagalan yang menyakitkan bagi publik Argentina. Bagaimana tidak, saat itu mereka gagal lolos ke Piala Dunia yang diselenggarakan di Meksiko. Hal tersebut terjadi karena mereka hanya menjadi juru kunci grup 1 zona conmebol dengan mengoleksi 3 poin.
Di pertandingan terakhir kualifikasi saat itu mereka harus meraih kemenangan saat melawan Peru. Namun misi tersebut gagal karena Peru berhasil menahan imbang Argentina dengan skor 2-2. Tahun tersebut menjadi kegagalan pertama Argentina tidak bisa lolos ke Piala Dunia.
3. Kalah di final Piala Dunia 2014

Argentina memang tampil luar biasa di Piala Dunia 2014. Lionel Messi berhasil membawa Argentina lolos ke babak final untuk menghadapi Jerman. Sayangnya, Argentina harus menerima pil pahit setelah Jerman berhasil mengalahkan mereka melalui gol Mario Goetze di babak perpanjangan waktu.
Kekalahan di final dari Jerman tersebut menjadi kekalahan yang kedua bagi Argentina, setelah kegagalan di final Piala Dunia 1990 dari lawan yang sama, yaitu Jerman.


















