Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Kekalahan Terakhir Dortmund di Final Kompetisi Antarklub Eropa

4 Kekalahan Terakhir Dortmund di Final Kompetisi Antarklub Eropa
Matts Hummels (kiri) dan Julian Brandt (kanan) (uefa.com)

Borussia Dortmund merupakan salah satu klub bersejarah asal Jerman yang beberapa kali memberikan kejutan di kompetisi antarklub Eropa. Misalnya, mereka pernah menjuarai Liga Champions Eropa setelah mengalahkan Juventus dengan skor 3-1 pada 1996/1997. Namun, laga tersebut menjadi satu-satunya kemenangan Dortmund di final kompetisi antarklub Eropa

Pasalnya, mereka sering kali menemui kegagalan saat sudah bertanding di laga final, baik di Piala UEFA maupun Liga Champions Eropa. Dortmund mengalami 4 kekalahan dari 5 penampilan di babak final kompetisi antarklub Eropa. 

1. Dortmund kalah agregat 6-1 atas Juventus di final Piala UEFA 1993

Dortmund kalah agregat 1-6 atas Juventus di final Piala UEFA 1993. (dfb.de)
Dortmund kalah agregat 1-6 atas Juventus di final Piala UEFA 1993. (dfb.de)

Borussia Dortmund menghadapi Juventus di babak final Piala UEFA, format lama dari Liga Europa, pada Mei 1993. Final Piala UEFA kala itu masih menggunakan sistem laga kandang-tandang. Dortmund yang menjamu Juventus terlebih dahulu di Stadion Signal Iduna Park malah kalah telak dengan skor 1-3.

Alhasil, Die Borusen harus mengalahkan Juventus dengan minimal mencetak tiga gol tanpa balas di Stadion Delle Alpi. Sayangnya, Juventus masih terlalu perkasa bagi Dortmund. Mereka takluk 0-3 kontra tuan rumah Juventus. Alhasil, Dortmund kalah di final Piala UEFA dengan agregat 1-6.

2. Dortmund takluk atas Feyenoord 2-3 di final Piala UEFA 2002

Borussia Dortmund kalah 2-3 kontra Feyenoord pada final Piala UEFA 2002. (x.com/EuropaLeague)
Borussia Dortmund kalah 2-3 kontra Feyenoord pada final Piala UEFA 2002. (x.com/EuropaLeague)

Borussia Dortmund menantang Feyenoord Rotterdam di final Piala UEFA 2002. Kebetulan, laga final tersebut diselenggarakan di kandang Feyenoord, Stadion De Kuip Feyenoord. Hal ini tentu menambah rintangan yang harus dihadapi Dortmund.

Die Borusen menurunkan para pemain terbaiknya, macam Jan Koller, Thomas Rosicky, dan Marcio Amoroso. Sementara itu, Feyenoord memainkan Robin van Persie, Salomon Kalou, dan Jon Dahl Tomasson. Dortmund langsung tertinggal setelah Feyenoord membuka keunggulan melalui brace Pierre van Hooijdonk pada babak pertama.

Amoroso sempat memperkecil keteringgalan menjadi 1-2, tetapi Tomasson mencetak gol ketiga Feyenoord. Dortmund sempat mengejar setelah Koller menorehkan gol. Sayangnya, keunggulan Feyenoord 3-2 atas Dortmund bertahan sampai laga usai.

3. Borussia Dortmund kalah 1-2 atas Bayern Muenchen di final UCL 2013

Kiper Dortmund, Roman Weidenfeler (kanan), gagal menahan sepakan Arjen Robben (kiri) pada final UCL 2013. (bundesliga.com)
Kiper Dortmund, Roman Weidenfeler (kanan), gagal menahan sepakan Arjen Robben (kiri) pada final UCL 2013. (bundesliga.com)

Laga Der Klassiker tersaji di final Liga Champions Eropa 2012/2013. Borussia Dortmund sebagai tim kejutan menantang Bayern Muenchen di Stadion Wembley. Dortmund yang dilatih Juergen Klopp menurunkan para bintang terbaiknya, seperti Robert Lewandowski, Ilkay Gundogan, dan Marco Reus.

Di sisi lain, Bayern Muenchen memainkan duet Franck Ribbery dan Arjen Robben di sisi sayap dengan Thomas Mueller sebagai gelandang serang. Die Rotten membuka keunggulan terlebih dahulu melalui Mario Mandzukic pada menit ke-60. Gundogan kemudian menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sepakan penalti. Arjen Robben akhirnya menjadi pahlawan kemenangan Bayern Muenchen lewat golnya pada menit ke-89. Dortmund harus puas menjadi runner-up setelah kalah 1-2 atas Bayern Muenchen.

4. Dortmund tidak berkutik saat kalah 0-2 menghadapi Real Madrid di final UCL 2024

Real Madrid mengalahkan Borussia Dortmund 2-0 pada final UCL 2024. (uefa.com)
Real Madrid mengalahkan Borussia Dortmund 2-0 pada final UCL 2024. (uefa.com)

Borussia Dortmund kembali ke Stadion Wembley untuk berlaga di final Liga Champions Eropa menghadapi Real Madrid pada 2023/2024. Die Borusen yang tidak diunggulkan tampil dengan pemain terbaiknya, seperti Jadon Sancho, Karim Adeyemi, dan Julian Brandt. Sementara itu, Real Madrid tampil dengan kekuatan terbaiknya, macam Jude Bellingham, Vinicius Jr, dan Rodrygo Goes.

Dortmund tampil menyerang dengan menciptakan beberapa peluang emas di babak pertama. Namun, kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, mampu menepis sepakan Adeyemi dan sundulan Niclas Fullkrug. Los Blancos yang hanya sesekali menyerang mampu memaksimalkan dua peluang emas menjadi gol lewat tandukan Dani Carvajal serta Vincius Jr. Real Madrid berhasil mengunci gelar juara UCL ke-15 setelah menang 2-0 atas Dortmund.

Kegagalan Dortmund di empat final kompetisi antarklub Eropa menjadi rekor yang cukup disayangkan. Sebab, Die Borusen kerap kali tampil impresif dalam perjalanannya menuju babak final kompetisi antarklub Eropa. Akankah Dortmund mampu melaju kembali ke laga final kompetisi antarklub Eropa dalam waktu dekat dan akhirnya berakhir sebagai juara?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More

Marquez Mulai Ancam Bezzecchi Usai Juara Sprint Race MotoGP Spanyol

25 Apr 2026, 21:29 WIBSport