Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Kekalahan Pertama Timnas Italia Lewat Adu Penalti

8 Kekalahan Pertama Timnas Italia Lewat Adu Penalti
ilustrasi penalti (pixabay.com/zoellnerwillich)
Intinya Sih
  • Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina, menandai kekalahan kedelapan mereka lewat tos-tosan sepanjang sejarah.
  • Sejak 1980, Italia sudah delapan kali tumbang lewat adu penalti di berbagai turnamen besar, termasuk melawan Cekoslowakia, Argentina, Brasil, Prancis, Spanyol, Jerman, dan Bosnia.
  • Meskipun sering kalah dalam adu penalti, Italia juga pernah meraih enam kemenangan di babak ini, termasuk dua yang bersejarah pada final Piala Dunia 2006 dan Euro 2020.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Italia dipastikan tidak akan bermain di Piala Dunia 2026. Mereka kalah pada laga play-off melawan Bosnia dan Herzegovina lewat adu penalti. Sepanjang sejarahnya, ini merupakan kali kedelapan Italia tumbang melalui babak tos-tosan.

1. Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal mencetak gol saat Italia beradu penalti dengan Bosnia dan Herzegovina

Italia kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina pada final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026, Selasa (31/3/2026), akibat Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal mencetak gol. Sandro Tonali menjadi satu-satunya pemain mereka yang menjalankan tugasnya dengan sempurna. Ironisnya, Italia sebetulnya unggul dulu pada waktu normal. Mereka mencetak gol melalui Moise Kean pada menit 15. Petaka terjadi pada menit 41 ketika Alessandro Bastoni mendapat kartu merah. Bosnia dan Herzegovina menyamakan kedudukan lewat Haris Tabakovic pada menit 79 dan akhirnya sukses merebut tiket babak utama.

2. Italia kalah adu penalti dari Jerman pada perempat final Euro 2016

Sebelum 31 Maret 2026, kekalahan terakhir Italia lewat adu penalti terjadi pada perempat final Euro 2016 (2/7/2016). Mereka tumbang di tangan Jerman. Kedua tim imbang 1-1 pada waktu normal usai gol dari Mesut Oezil (65’) dan Leandro Bonucci (78’, penalti). Adu penalti lantas berlangsung sampai 18 penendang. Tiga dari lima eksekutor pertama masing-masing pihak gagal mencetak gol. Di kubu Italia, ada Simone Zaza, Graziano Pelle, dan Bonucci. Sementara, pemain Jerman yang mengalaminya adalah Thomas Mueller, Oezil, dan Bastian Schweinsteiger. Manuel Neuer lantas menyelamatkan eksekusi algojo kesembilan Italia, Matteo Darmian. Jonas Hector yang maju setelahnya sukses menaklukkan Gianluigi Buffon dan mengunci kemenangan Jerman.

3. Leandro Bonucci menjadi penyebab kekalahan Italia dalam adu penalti melawan Spanyol pada 27 Juni 2013

Italia berhadapan dengan Spanyol di Arena Castelao, Brasil, pada 27 Juni 2013 untuk melakoni semifinal Piala Konfederasi 2013. Mereka sama-sama gagal menciptakan gol pada waktu normal. Laga pun harus ditentukan lewat adu penalti. Leandro Bonucci bertugas sebagai penendang ketujuh Italia dan satu-satunya yang tidak mampu mencetak gol. Hasilnya, Italia pun kalah.

4. Italia lebih dulu kalah adu penalti melawan Spanyol pada 22 Juni 2008

Sebelum 27 Juni 2013, kekalahan terakhir Italia lewat adu penalti juga terjadi saat bertarung melawan Spanyol. Mereka bersua di Ernst-Happel-Stadion, Austria, pada 22 Juni 2008 untuk memperebutkan tiket semifinal Euro 2008. Skor imbang 0-0 selama 120 menit. Italia kalah setelah Daniele De Rossi dan Antonio Di Natale gagal mencetak gol. Sementara, hanya ada satu orang di kubu Spanyol yang mengalaminya, yaitu Dani Guiza.

5. Italia kalah adu penalti dari Prancis pada perempat final Piala Dunia 1998

Italia berhasil menahan tuan rumah Prancis 0-0 ketika bertarung pada perempat final Piala Dunia 1998 (3/7/1998). Sayangnya, mereka kalah beruntung pada adu penalti. Italia sebetulnya memiliki kesempatan untuk unggul usai Gianluca Pagliuca menyelamatkan eksekusi penendang kedua Prancis, Bixente Lizarazu. Namun, Demetrio Albertini yang maju setelahnya juga gagal mencetak gol. Langkah Italia resmi terhenti akibat sepakan Luigi Di Biagio sebagai algojo penentu melenceng.

6. Italia kalah adu penalti dari Brasil pada final Piala Dunia 1994

Kekalahan adu penalti paling menyakitkan dalam sejarah Italia terjadi pada 17 Juli 1994. Sebab, mereka merasakannya pada laga puncak. Saat itu, Italia berjumpa Brasil di Rose Bowl Stadium, Amerika Serikat, untuk memperebutkan trofi Piala Dunia 1994. Skor berakhir 0-0 pada waktu normal. Franco Baresi maju sebagai penendang penalti pertama dan gagal mencetak gol. Namun, skor tetap imbang karena Marcio Santos mengalami hal yang sama. Italia akhirnya kalah setelah Daniele Massaro dan Roberto Baggio sebagai dua eksekutor pemungkasnya mengikuti jejak Baresi.

7. Italia kalah adu penalti dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 1990

Sebelum 1998 dan 1994, Italia juga tersingkir dari Piala Dunia pada edisi 1990 lewat adu penalti. Mereka terhenti pada semifinal dengan Argentina yang mengalahkannya. Salvatore Schillaci sempat membawa mereka memimpin lewat golnya pada menit 17. Claudio Caniggia lantas menyamakan kedudukan pada meni 67. Italia gagal ke final setelah eksekusi dua penendang penalti terakhirnya, Roberto Donadoni dan Aldo Serena, gagal menembus gawang Sergio Goycochea.

8. Italia kalah adu penalti dari Cekoslowakia pada 21 Juni 1980

Italia kalah adu penalti untuk pertama kalinya pada 21 Juni 1980. Mereka merasakannya dari negara yang saat itu masih bernama Cekoslowakia. Keduanya bertarung di Stadio San Paolo untuk memperebutkan tempat ketiga Euro 1980. Italia tertinggal oleh gol Ladislav Jurkemik pada menit 53 dan menyamakan kedudukan melalui Francesco Graziani pada menit 72. Italia tumbang di depan publik sendiri setelah Fulvio Collovati yang maju sebagai algojo penalti terakhir tidak mampu mencetak gol.

Meski mengalami kekalahan lewat adu penalti hingga delapan kali, Italia bukan tanpa memori indah saat menjalani babak ini. Ada enam kesempatan lain ketika mereka melakoninya dan menang. Dua di antaranya bahkan terjadi pada final, yaitu di Piala Dunia 2006 dan Euro 2020.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More