Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Gelandang Lazio saat Meraih Scudetto 1999/2000

5 Gelandang Lazio saat Meraih Scudetto 1999/2000
ilustrasi pemain sepak bola (pexels.com/Omar Ramadan)
Intinya Sih
  • Lazio meraih scudetto Serie A 1999/2000 di bawah arahan Sven-Goran Eriksson berkat skuad solid dan keseimbangan permainan yang kuat di lini tengah.
  • Lima gelandang utama—Nedved, Veron, Stankovic, Simeone, dan Almeyda—menjadi kunci kekuatan Lazio dengan kombinasi kreativitas, determinasi, serta kemampuan bertahan dan menyerang.
  • Kontribusi para gelandang tersebut menjadikan lini tengah Lazio sebagai faktor penentu keberhasilan klub dan tetap dikenang dalam sejarah kejayaan mereka di Serie A.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Musim 1999/2000 menjadi musim bersejarah bagi Lazio di Serie A Italia. Di bawah arahan Sven-Goran Eriksson, klub asal Roma, Italia, tersebut berhasil membangun skuad yang kompetitif. Namun, perjalanan mereka tidak serta-merta mudah karena harus mematahkan dominasi klub raksasa untuk mengangkat trofi Serie A.

Sektor tengah menjadi salah satu kekuatan utama I Biancocelesti saat itu. Lima nama penting menawarkan kombinasi kreativitas, visi bermain, serta determinasi yang membuat Lazio menjadi salah satu tim kuat pada eranya. Siapa saja mereka?

1. Pavel Nedved bermain spartan dengan stamina luar biasa

Pavel Nedved dikenal memiliki determinasi dan stamina luar biasa dalam tiap pertandingan. Zdenek Zeman sebagai pelatih Lazio terdahulu merekrutnya dari FC Kosice pada musim panas 1996. Nedved masih berusia 23 tahun kala itu.

Pemain yang berposisi asli gelandang kiri tersebut memainkan 28 laga dan membuat 5 gol ketika Lazio meraih scudetto pada 1999/2000. Nedved lalu bertahan selama 5 musim bersama I Biancocelesti dengan memainkan total 138 pertandingan dengan capaian 33 gol serta 12 assist. Ia baru pindah ke Juventus pada 2001/2002 dan menjelma sebagai pemain legendaris di sana.

2. Juan Sebastian Veron, kreator serangan utama Lazio

Sven-Goran Eriksson membuat langkah berani dengan membeli Juan Sebastian Veron dari Parma dengan harga mahal pada Juli 1999. Usia Veron baru 24 tahun saat itu. Namun, keputusan Eriksson terbukti jitu karena sang pemain langsung menjadi kreator serangan utama Gli Aquilotti dan membawa Lazio memenangi scudetto 1999/2000.

Gelandang tengah asal Argentina tersebut tampil dalam 31 pertandingan dengan sumbangsih 8 gol dan 11 assist. Namun, Veron hanya 2 musim berseragam Le Aquile dengan catatan 11 gol dan 17 assist dalam 53 laga Serie A. Sebab, Manchester United memboyongnya ke Old Trafford pada 2001/2002.

3. Dejan Stankovic bermain baik pada musim keduanya bersama Lazio

Dejan Stankovic menjalani musim keduanya bersama Lazio pada 1999/2000. Ia sendiri didatangkan dari Red Star Belgrade pada Juli 1998. Sven-Goran Eriksson mencium bakat Stankovic saat berusia 19 tahun.

Gelandang asal Serbia tersebut bermain dalam 16 pertandingan dengan torehan 3 gol dan 2 assist sampai akhir musim 1999/2000. Stankovic lalu berseragam I Biancocelesti selama 6 musim sebelum memutuskan hijrah ke Inter Milan pada 2003/2004. Pemain kelahiran Belgrade itu mencetak 22 gol dan 14 assist dalam 137 pertandingan di sepanjang kariernya bersama Lazio.

4. Diego Simeone tampil konsisten bersama Lazio

Sven-Goran Eriksson membuat keputusan penting ketika memboyong Diego Simeone dari Inter Milan pada musim panas 1999. Simeone merupakan gelandang tengah asal Argentina dengan karakter box-to-box yang memiliki stamina tinggi dan naluri bertahan yang kuat. Ia kerap memberikan keseimbangan antara bertahan dan menyerang sepanjang musim.

Simeone tampil dalam 28 pertandingan dengan koleksi 5 gol dan 1 assist pada 1999/2000. Ia lalu memainkan total 90 pertandingan dengan capaian 15 gol serta 8 assist selama 4 musim bersama Le Aquile. Namun, pemain kelahiran San Nicolas tersebut memutuskan melanjutkan karier di Atletico Madrid setelah kontraknya habis pada 2003/2004.

5. Matias Almeyda, pemain pertama pemutus serangan lawan

Matias Almeyda dikenal sebagai gelandang pekerja keras bertipe ball-winner yang agresif. Almeyda dibeli dari Sevilla pada musim panas 1997. Sven-Goran Eriksson sering menempatkannya sebagai pemain pertama yang memutus aliran serangan lawan.

Almeyda bermain dalam 19 pertandingan dan membukukan 1 gol pada 1999/2000. Ia sendiri bertahan selama 3 musim bersama I Biancocelesti sebelum pindah ke Parma pada Juli 2000. Gelandang asal Argentina tersebut menghasilkan total 2 gol dan 1 assist dalam 63 pertandingan bersama Lazio.

Kekuatan lini tengah sering menjadi faktor penentu dalam sebuah pertandingan sepak bola. Para pemain tersebut bukan hanya pengatur ritme permainan, melainkan juga sosok yang memberikan keseimbangan sepanjang musim. Hingga kini, kontribusi mereka masih dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan Lazio di Serie A.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More