Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Kekalahan Telak Pertama Swedia di Piala Dunia, Dibantai Belanda!

4 Kekalahan Telak Pertama Swedia di Piala Dunia, Dibantai Belanda!
ilustrasi pendukung Timnas Swedia (pexels.com/Vasily Baranov)
Intinya Sih
  • Swedia kembali menelan kekalahan besar di Piala Dunia 2026 setelah dibantai Belanda 1-5, meski sebelumnya menang telak atas Tunisia.
  • Kekalahan ini menambah daftar empat kekalahan terbesar Swedia di Piala Dunia, termasuk lawan Hungaria (1938), Brasil (1950 dan 1958).
  • Hasil buruk kontra Belanda menjadi peringatan bagi tim asuhan Graham Potter untuk bangkit demi menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tim Nasional Swedia tak mampu berbuat banyak ketika berjumpa Belanda pada laga kedua fase grup Piala Dunia 2026. Bertanding di NRG Stadium, Swedia takluk dengan skor telak 1-5 usai menang 5-1 pada laga sebelumnya. Dari hasil negatif ini, Swedia telah merasakan kekalahan dengan minimal selisih tiga gol dalam empat laga berbeda di Piala Dunia sejak tampil pertama kali pada edisi 1934.

1. Timnas Swedia takluk 1-5 dari Hungaria pada 1938

Timnas Swedia sempat mengejutkan dan unggul cepat ketika bertemu Hungaria pada semifinal Piala Dunia 1938. Arne Nyberg membawa Swedia unggul 1-0 pada menit pertama. Namun, Hungaria membalas lima gol hingga menutup laga dengan kemenangan 5-1.

Setelah Gyula Zsengeller mencetak gol penyama kedudukan pada menit 20, Ferenc Sas membawa Hungaria berbalik unggul pada menit 37. Zsengeller mencetak gol keduanya 2 menit berikutnya, disusul oleh gol Dr. Gyorgy Sarosi pada menit 66. Zsengeller lantas mencetak gol penutup Hungaria yang sekaligus melengkapi hattrick-nya pada menit 86.

2. Timnas Swedia dibantai Brasil 1-7 pada 1950

Timnas Swedia telah tertinggal 0-3 pada babak pertama ketika berduel dengan Brasil pada fase grup edisi 1950. Ademir bersinar dengan mencetak dua gol pada menit 17 dan 36. Gol ketiga hadir lewat sepakan kaki kiri Chico pada menit 39. 

Ademir semakin menyita perhatian selama babak kedua dengan menambah dua gol yang sekaligus menjadi pelengkap quattrick-nya pada menit 52 dan 58. Swedia sempat memberi perlawanan dengan mencetak sebuah gol dari eksekusi penalti Sune Andersson pada menit 67. Namun, Selecao menunjukkan kedigdayaannya dengan menambah dua gol lewat Maneca (85’) dan Chico (88’).

3. Timnas Swedia kalah telak dari Brasil di final edisi 1958

Timnas Swedia mampu unggul cepat sejak menit 4 ketika berduel dengan Brasil di final Piala Dunia 1958. Namun, Selecao menunjukkan respons cepat dengan mencetak gol penyama kedudukan lewat Vava 5 menit berikutnya. Brasil lantas menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1 lewat satu gol tambahan dari Vava pada menit 32.

Selecao mempertahankan permainan apik pada babak kedua. Setelah Pele membuat skor menjadi 3-1, Mario Zagallo membobol gawang Swedia pada menit 68. Usaha Swedia untuk mengejar ketertinggalan berbuah gol dari Agne Simonsson pada menit 80. Namun, Brasil mampu menambah satu gol lewat Pele pada menit 90 yang sekaligus memastikan gelar juara bagi negaranya.

4. Timnas Swedia takluk 1-5 dari Belanda pada 2026

Timnas Swedia meraih hasil negatif secara mengejutkan pada laga kedua fase grup Piala Dunia 2026. Setelah membantai Tunisia 5-1 pada laga pertama, giliran Swedia yang dibantai 1-5 oleh Belanda pada laga kedua. Kekalahan tim besutan Graham Potter dimulai dengan gol cepat Belanda pada menit 5 yang dicetak Brian Brobbey

Brobbey menambah koleksi golnya dengan mencetak gol kedua ke gawang Swedia pada menit 17. Cody Gakpo mengikuti jejak Brobbey dengan mencetak brace pada menit 47 dan 54. Setelah Swedia mencetak gol balasan lewat Athony Elanga pada menit 59, Crysencio Summerville turut mencatatkan namanya di papan skor yang sekaligus menjadi gol penutup bagi Belanda.

Kekalahan telak dari Belanda menjadi peringatan bagi Swedia setelah tampil impresif pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2026. Hasil tersebut juga menambah daftar laga Piala Dunia yang berakhir dengan kekalahan besar bagi Blagult sejak pertama kali tampil pada edisi 1934. Swedia kini wajib bangkit pada laga terakhir fase grup jika ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More