Tragedi Singapura di Piala AFF dan Ambisi Balas Dendam ke Timnas

- Singapura membawa rekor bagus melawan Indonesia di Piala AFF, tetapi kekalahan agregat 3-5 pada semifinal edisi 2020 meninggalkan luka mendalam.
- Jacob Mahler, yang absen karena cedera pada 2020, menegaskan skuad Singapura kini siap tampil maksimal demi membalas kekalahan dan mengejar semifinal.
- Mahler menghormati kekuatan Indonesia, negara yang pernah ia tinggali dan tempat ia membela Madura United, namun menilai laga tetap seimbang.
Jakarta, IDN Times - Singapura memang punya rekor mentereng saat jumpa Timnas Indonesia di Piala AFF. Dengan hanya kalah tiga kali saat jumpa Timnas dalam Piala AFF, Singapura tentu memiliki modal bagus demi menghadapi laga yang digelar di Jalan Besar Stadium, Jumat malam WIB (7/8/2026).
Namun, Singapura memiliki luka tersendiri ketika menghadapi Timnas. Pada edisi 2020, yang baru digelar pada 2021 karena pandemik COVID-19, Singapura sempat dikalahkan Timnas dengan agregat 3-5.
Hasil negatif ini ternyata meninggalkan luka mendalam di benak para pemain, suporter, dan elemen sepak bola Singapura lainnya. Salah satu yang merasakannya adalah pemain Singapura, Jacob Mahler.
1. Tim baru, siap balas dendam
Mahler kala itu tak main, karena gagal masuk ke dalam skuad akibat cedera parah. Saat usianya masih 21 tahun, Mahler cuma bisa melihat Singapura kalah dalam dua leg dari Timnas di semifinal.
Insiden yang paling diingat Mahler adalah pada leg 2 ketika Singapura harus bermain dengan delapan orang. Hingga akhirnya, The Lions kalah 2-4.
"Sekarang semua berbeda. Kami tahu apa yang harus dilakukan. Kami lapar, mau melaju ke semifinal, dan memberikan performa terbaik kepada suporter dan keluarga, agar bisa dibanggakan," kata Mahler, dilansir The Straits Times.
2. Bertekad hasil hal yang spesial
Dalam duel malam nanti, Mahler berharap Singapura bisa memberikan performa terbaiknya. Mereka mau menciptakan atmosfer panas, memberikan kado spesial, dan membuat rakyat Singapura tersenyum.
"Kami mau menciptakan hal yang spesial untuk semua orang, lolos ke babak berikutnya. Saya sadar seberapa penting laga ini untuk tim, fans, dan Singapura. Secara personal, saya menggunakan tekanan ini untuk memotivasi diri sendiri, memberikan 120 persen, rela mati untuk lambang di dada," ujar Mahler.
3. Indonesia punya tempat spesial untuk Mahler

Pria 26 tahun itu sebenarnya tak asing dengan sepak bola Indonesia. Dia pernah bermain untuk Madura United pada 2023 lalu. Bahkan, performa Mahler cukup mentereng dengan memainkan 30 laga dan berkontribusi dalam 10 clean sheet, serta mencetak satu gol.
Jauh sebelum itu pula, Mahler juga sempat tinggal di Jakarta saat masih berusia dua tahun. Hingga, keluarganya kembali ke Singapura pada 2004 silam.
"Tentu, saya menghormati sepak bola Indonesia, fans, dan segalanya. Mayoritas pemain kami melawan para pemain Indonesia di turnamen ASEAN. Mereka adalah lawan yang kuat. Beberapa dari mereka sudah berkembang lebih baik, tapi pada akhirnya ini 11 lawan 11. Rasanya ini laga yang seimbang dan segalanya bisa terjadi di sepak bola," ujar Mahler.

















