Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Seberapa Kuat Lakers Tanpa LeBron James di NBA 2026/2027?

Seberapa Kuat Lakers Tanpa LeBron James di NBA 2026/2027?
Crypto.com Arena, kandang Los Angeles Lakers (unsplash.com/Kyle Richards)
Intinya Sih
  • Lakers memasuki NBA 2026/2027 tanpa LeBron James, dengan Luka Doncic menjadi pusat serangan dan didukung Austin Reaves, Quentin Grimes, Jake LaRavia, serta Walker Kessler.
  • Kepergian James mengurangi fleksibilitas pertahanan Lakers; Grimes diharapkan memperkuat perimeter, sementara Kessler diproyeksikan menjaga paint area melalui rebound dan blok.
  • Setelah disapu Oklahoma City Thunder di semifinal Barat 2026, Lakers mengandalkan kedalaman roster, chemistry pemain baru, dan kebugaran untuk bersaing merebut gelar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kepindahan LeBron James ke Philadelphia 76ers membuat wajah Los Angeles Lakers berubah drastis menjelang National Basketball Assosiation (NBA) 2026/2027. Tanpa sang megabintang, Lakers merombak komposisi roster demi menyambut musim baru. Namun, apakah skuad baru mereka sudah cukup kuat untuk kembali memburu gelar juara NBA?

1. Lini serang Los Angeles Lakers masih diprediksi berbahaya dengan Luka Doncic memegang komando baru

LeBron James memang sudah hijrah dari Crypto.com Arena, tetapi kepergiannya kemungkinan besar tidak akan terlalu mengurangi daya gedor Los Angeles Lakers di NBA 2026/2027. Luka Doncic, yang bergabung dengan Lakers melalui skema pertukaran (trade) tiga klub yang melibatkan Dallas Mavericks dan Utah Jazz, diprediksi menjadi motor utama permainan tim sepeninggal James. Berbekal kemampuan sebagai playmaker sekaligus pencetak angka, pebasket asal Slovenia ini berpeluang menjadi pusat permainan Lakers saat memasuki fase ofensif.

Untuk memaksimalkan permainannya, Doncic bakal mendapatkan dukungan dari Austin Reaves yang diperkirakan menjadi tandem utama sekaligus kreator serangan saat Doncic diistirahatkan di bangku cadangan. Lakers juga mempunyai Quentin Grimes dan Jake LaRavia yang dapat menjadi andalan berkat akurasi tembakan tripoin mereka. Selain itu, Doncic terbantu Walker Kessler, center yang didatangkan dari Jazz dengan kontrak senilai 130 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp2,34 triliun, untuk mengoptimalkan skema pick-and-roll melalui kemampuannya memasang screen dan menjadi target umpan lob.

2. Kepergian LeBron James menjadi tantangan besar bagi lini pertahanan Los Angeles Lakers

LeBron James sudah lama dikenal sebagai pebasket serbabisa yang tak hanya berbahaya dalam menyerang, tetapi juga tangguh di sektor pertahanan. Selama lebih dari 20 musim berkarier di NBA, James menempa kemampuan membaca permainan sehingga mampu menjaga hampir semua posisi, melakukan rotasi dengan tepat, serta menjadi help defender yang efektif berkat timing bloknya yang kerap mematahkan serangan lawan pada momen-momen krusial. Dengan kepergiannya ke Philadelphia 76ers, Lakers kemungkinan besar akan kesulitan mencari pemain dengan kemampuan bertahan yang sefleksibel dan sekaliber James.

Demi mengatasi kekosongan tersebut, Lakers merekrut Quentin Grimes, pemain bertipe 3-and-D yang diharapkan mampu memberikan keseimbangan lewat pertahanan solid sekaligus ancaman dari garis tripoin. Sementara itu, peran sebagai rim protector kemungkinan besar akan dipercayakan kepada Walker Kessler yang diproyeksikan menjadi benteng utama di paint area berkat kemampuannya dalam mengamankan rebound, memblok tembakan, serta membatasi penetrasi lawan. Meskipun lini pertahanan Lakers mungkin tidak sebaik ketika masih diperkuat James, Grimes dan Kessler masih berpotensi membentuk satu unit pertahanan yang kokoh apabila mampu bermain konsisten sepanjang NBA 2026/2027.

3. Los Angeles Lakers memiliki kedalaman skuad yang menjanjikan

Pemain pelapis memegang peran penting bagi Los Angeles Lakers dalam mengarungi NBA 2026/2027 karena harus menjalani 82 pertandingan sebelum memasuki playoff. Padatnya jadwal pertandingan membuat risiko cedera pemain meningkat. Tanpa rotasi yang baik, Lakers akan kesulitan menjaga konsistensi performa di Wilayah Barat yang dihuni banyak tim kuat, mulai dari Oklahoma City Thunder dengan skuad mudanya yang bertalenta hingga San Antonio Spurs yang diperkirakan mampu meredam duet Luka Doncic-Walker Kessler lewat pertahanan disiplin.

Lakers kini mempunyai sederetan pemain pelapis yang cukup menjanjikan. Klub asal California ini mempunyai Collin Sexton yang diproyeksikan menjadi sixth man sekaligus motor serangan sekaligus pencetak angka unit kedua, Kevon Looney yang siap mengisi posisi center ketika Walker Kessler ditarik ke bangku cadangan, serta Jarred Vanderbilt yang mampu memberikan fleksibilitas dalam aspek bertahan. Kedalaman roster seperti ini memberi kepala pelatih Lakers, JJ Redick, lebih banyak opsi untuk meracik strategi sesuai kebutuhan pertandingan di NBA 2026/2027.

4. Misi Los Angeles Lakers merebut juara NBA 2026/2027 akan penuh dengan tantangan

Los Angeles Lakers menutup perjalanan di NBA 2025/2026 dengan hasil mengecewakan setelah disapu bersih Oklahoma City Thunder pada Semifinal Wilayah Barat 2026. Padahal, klub yang sudah meraih 17 gelar juara NBA ini tampil cukup menjanjikan selama musim reguler dengan membukukan rekor 53 kemenangan dan 29 kekalahan. Namun, cedera hamstring yang dialami Luka Doncic membuat Lakers kehilangan pemain kunci di lini serang sehingga kesulitan mengimbangi agresivitas Thunder.

Kegagalan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Lakers untuk merombak skuad menjelang NBA 2026/2027. Menurut ESPN, Doncic bahkan ikut terlibat dalam proses pembentukan tim dengan berdiskusi bersama Kepala Operasional Basket Lakers, Rob Pelinka, serta JJ Redick selama offseason. Doncic disebut sebagai sosok di balik perekrutan Walker Kessler yang dinilai mampu memaksimalkan skema pick-and-roll seperti yang pernah dia jalankan bersama Dereck Lively II dan Daniel Gafford saat membela Dallas Mavericks.

Meskipun di atas kertas skuad ini terlihat menjanjikan, jalan Lakers untuk menyabet gelar NBA pertama sejak 2020 bukanlah perkara mudah. Tanpa LeBron James yang membela Lakers selama hampir satu dekade, mereka kemungkinan masih memerlukan waktu untuk membangun identitas permainan dan chemistry bersama rekrutan anyar macam Walker Kessler dan Quentin Grimes yang diproyeksikan mengisi susunan starter di NBA 2026/2027. Selain itu, konsistensi performa Lakers juga akan sangat bergantung pada kondisi kebugaran para pemain sepanjang musim, mengingat sejumlah pemain inti memiliki riwayat cedera yang panjang.

Los Angeles Lakers mungkin belum masuk daftar favorit juara NBA 2026/2027. Meski begitu, kiprah mereka tetap patut dinantikan karena kini mempunyai komposisi roster yang lebih seimbang dibandingkan musim sebelumnya. Apabila mampu tampil konsisten sepanjang musim dan terhindar dari badai cedera, bukan tidak mungkin Lakers membuka lembaran baru dengan Luka Doncic sebagai figur sentral.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More