Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kongres FIFA: Ketum Palestina Semprot Infantino, Tolak Jabat Israel

Kongres FIFA: Ketum Palestina Semprot Infantino, Tolak Jabat Israel
Legenda sepak bola Prancis, Mikael Silvestre (tengah), menyampaikan pidato terkait kampanye “No Racism” saat Presiden FIFA Gianni Infantino dan para peserta lainnya menyimak dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver Convention Centre, 30 April 2026, di Vancouver, Kanada. (Foto: Don MacKinnon/AFP)
Intinya Sih
  • Ketegangan terjadi di Kongres FIFA ke-76 saat Ketua PFA Jibril Rajoub menolak berjabat tangan dengan perwakilan Israel dan memprotes sikap lembek FIFA terhadap Israel.
  • Rajoub mendesak FIFA menjatuhkan sanksi kepada Israel atas dugaan pelanggaran regulasi anti-diskriminasi, bahkan mengancam membawa kasus tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
  • Presiden FIFA Gianni Infantino menyerukan perdamaian dan kerja sama antara Palestina serta Israel, meski hingga kini FIFA belum memberikan sanksi tegas terhadap Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Momen canggung nan menegangkan mewarnai Kongres Tahunan FIFA ke-76 di Vancouver, Kanada, Kamis (30/4/2026) waktu setempat. Momen itu melibatkan delegasi Palestina, Israel, dan Gianni Infantino selaku Presiden FIFA.

Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA), Jibril Rajoub, secara terang-terangan menolak ajakan jabat tangan dari Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA), Basim Sheikh Suliman. Rajoub juga menyemprot sikap lembek FIFA terhadap Israel.

1. Kronologi momen tegang di panggung kongres

Insiden bermula ketika Rajoub dan Suliman diminta naik ke atas panggung oleh Infantino, usai keduanya selesai menyampaikan pidato masing-masing. Infantino bermaksud untuk mengampanyekan perdamaian, tetapi gagal total.

Kedua delegasi tersebut justru memilih berdiri saling berjauhan dengan jarak yang cukup lebar. Suasana semakin memanas ketika Rajoub terlihat melontarkan protes keras dengan suara lantang, namun tidak terdengar jelas di mikrofon, dan menolak menjabat tangan Suliman.

Ketegangan tersebut membuat Infantino canggung. Ia kemudian mendekati Suliman dan memberinya sedikit pelukan, sebelum mempersilakannya turun dari panggung.

2. Desak FIFA sanksi Israel

Dalam pidatonya, Rajob mendesak FIFA untuk menjatuhkan sanksi kepada Israel atas dugaan pelanggaran regulasi anti-diskriminasi. Karena FIFA abai, Palestina akan menyeret kasus tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

"Dari sisi saya, saya tetap menghormati dan mengikuti seluruh prosedur hukum melalui institusi FIFA, tetapi saya rasa sudah saatnya dipahami bahwa Israel harus dikenai sanksi karena pelanggaran terhadap statuta FIFA dan hak asasi manusia," kata Rajoub selepas kongres, dikutip ESPN.

3. Infantino ajak semua pihak bekerja sama, termasuk Palestina

Infantino juga menyerukan perdamaian setelah kedua delegasi meninggalkan podium. Ia meminta semua pihak, termasuk Palestina dan Israel, untuk bersatu demi masa depan yang lebih baik.

Di sisi lain, FIFA hingga kini belum menjatuhkan sanksi tegas terhadap Israel terkait genosida di Gaza. Sementara, FIFA masih membekukan Rusia dari kompetisi internasional sejak melakukan invasi ke Ukraina pada Februari 2022 lalu.

"Presiden Rajoub, Wakil Presiden Suliman, mari kita bekerja sama. Mari kita bekerja sama untuk memberikan harapan kepada anak-anak. Mari kita bekerja sama untuk itu," ujar Infantino.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Related Articles

See More