FIFA belajar dari pengalaman era Jules Rimet. Berbeda dengan trofi sebelumnya, Trofi Piala Dunia tidak dapat dimiliki secara permanen oleh negara mana pun, berapa pun jumlah gelar yang diraih. Tim juara hanya menerima trofi asli saat seremoni dan berbagai acara resmi. Setelah itu, trofi akan kembali disimpan oleh FIFA, sementara negara juara memperoleh replika khusus untuk dipajang. Kebijakan ini menjaga trofi asli tetap menjadi simbol tunggal yang diwariskan dari satu juara ke juara berikutnya.
Menariknya, Trofi Piala Dunia sempat kembali ke Stadion Azteca pada pembukaan Piala Dunia 2026. Trofi ini pernah diangkat Diego Maradona saat Argentina juara Piala Dunia 1986 di stadion tersebut. Di sisi lain, nasib Trofi Jules Rimet ternyata tidak berakhir ketika diberikan kepada Brasil pada 1970. Pada 1983, trofi tersebut dicuri dari markas Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) di Rio de Janeiro.
Beberapa laporan menyebut Trofi Jules Rimet kemungkinan telah dilebur para pencurinya untuk dijual sebagai emas, meskipun hal ini tidak pernah dapat dibuktikan secara pasti. Peristiwa ini menjadi salah satu alasan kenapa FIFA sekarang menerapkan pengamanan yang jauh lebih ketat terhadap Trofi Piala Dunia.