Ketika Laga Piala FA Jadi Momen Arsenal Coba-Coba Taktik

- Banyak pemain cadangan yang jadi starter, termasuk Gabriel Jesus, Gabriel Martinelli, Eberechi Eze, dan Christian Norgaard.
- Penyesuaian taktik dilakukan untuk mengacaukan referensi lawan dan menjadi opsi baru bagi Arsenal.
- Arsenal mencoba skema baru untuk meningkatkan rasio gol dari open play dan menghadapi tantangan di sisa musim ini.
Jakarta, IDN Times - Bagi Arsenal, laga Piala FA 2025/26 lawan Wigan Athletic, Minggu (15/2/2026) malam WIB, jadi momen pas buat coba-coba taktik baru. Beruntung, coba-coba ini berbuah manis.
Berlaga di Emirates Stadium, Arsenal menang dengan skor telak 4-0. Kemenangan ini spesial karena terjadi saat Arsenal mencoba-coba opsi skema baru yang berpotensi mereka pakai di liga nanti.
1. Banyak pemain cadangan yang jadi starter
Di laga ini, manajer Arsenal Mikel Arteta melakukan rotasi. Beberapa pemain cadangan seperti Gabriel Jesus, Gabriel Martinelli, Eberechi Eze, dan Christian Norgaard dimainkan sejak awal.
Arteta juga melakukan penyesuaian taktik di laga ini, seperti memainkan Bukayo Saka di belakang Jesus sebagai ujung tombak.Dia juga coba menduetkan Viktor Gyokeres dan Jesus, serta Eze dan Norgaard main lebih dalam.
2. Agar referensi lawan jadi kacau
Arteta mengungkapkan, ragam skema baru yang dia coba ini bertujuan untuk mengacaukan referensi lawan soal Arsenal. Selain itu, skema baru ini juga bisa jadi opsi baru bagi 'The Gunners' menjalani sisa musim ini.
"Masih ada begitu banyak pertandingan, kompetisi, dan skenario berbeda untuk dihadapi musim ini, dan itu adalah sebuah kemungkinan yang kami punya. Sudah lama saya ingin coba-coba," kata Arteta, dilansir situs resmi klub.
3. Upaya Arsenal menaikkan potensi mencetak gol
Belakangan, Arsenal disoroti lantaran lebih sering mencetak gol lewat situasi bola mati, ketimbang open play. Mereka disebut jago sepak pojok, tetapi serangan-serangan terbuka mereka mudah dihentikan.
Penerapan skema baru ini jadi cara Arteta meningkatkan rasio gol Arsenal dari skema open play. Namun, akan jadi tantangan tersendiri, apakah skema baru ini mempan lawan tim-tim Premier League atau tidak.

















