Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ducati Tetap Pakai Desain Mesin 2024 hingga Akhir MotoGP 2026

ilustrasi balap motor
ilustrasi balap motor (IDN Times/Mardya Shakti)
Intinya sih...
  • Ducati tetap menggunakan desain mesin 2024 hingga akhir MotoGP 2026
  • Mesin Desmosedici GP24 tampil dominan di MotoGP 2024 dengan 16 kemenangan balapan utama
  • Dominasi Ducati berlanjut pada 2025 dengan menggunakan desain mesin yang sama seperti musim sebelumnya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

MotoGP akan beralih kepada mesin berkapasitas 850cc pada 2027 mengikuti penerapan regulasi baru. Itu membuat pemakaian mesin 1000cc berakhir pada akhir 2026. Meski berfokus kepada proyek mesin 2027, pabrikan di kejuaraan tetap memberi perhatian kepada motor versi 2026 mereka, tak terkecuali Ducati. Pabrikan asal Italia itu berkomitmen melanjutkan pemakaian desain mesin versi 2024. Terdapat sejumlah alasan Ducati tetap menggunakan desain mesin tersebut. Itu terkait dengan aturan pembekuan mesin serta performa mesin 2024 yang mendominasi kejuaraan.

1. Ducati menyebut mesin Desmosedici GP26 sama persis seperti versi 2024 dan 2025

Pada Mei 2024, MotoGP mengumumkan pemberlakuan regulasi teknis baru pada 2027. Perubahan ini menyebabkan kapasitas mesin berkurang menjadi 850cc. Kondisi tersebut menyadarkan Ducati tentang pengembangan mesin motor Desmosedici untuk 2025.

Mereka merasa tidak masuk akal mengembangkan mesin baru dari awal untuk musim tersebut. Selain itu, Ducati juga terkena aturan pembekuan mesin pada 2026. Itu tak lepas dari posisi Ducati yang menempati peringkat konsesi A. Situasi inilah yang mendorong Ducati tetap menggunakan desain mesin yang sama seperti 2024 untuk Desmosedici GP26.

"Mesin tahun ini lebih dari 90 persen sama persis dengan mesin tahun lalu dan tahun sebelumnya. Sebanyak 10 persen sisanya berkaitan dengan komponen eksternal yang tidak termasuk aturan pembekuan pengembangan mesin. Mesinnya hampir sama dan memakai komponen yang sama. Perubahan yang terjadi hanya pada sejumlah material demi meningkatkan keandalan," bunyi pernyataan Ducati dilansir Motorsport.

2. Ducati tampil dominan di MotoGP 2024 berkat performa mengesankan Desmosedici GP24

Selain aturan pembekuan mesin, mesin motor Desmosedici GP24 terbukti menjadi andalan Ducati di MotoGP 2024. Motor tersebut memiliki performa yang dominan di kejuaraan. Ducati mampu mencatatkan 16 kemenangan balapan utama pada musim tersebut. Adapun pembalap bermotor Desmosedici GP24 yang menorehkan kemenangan adalah sebagai berikut:

  • Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) - 11 kemenangan;
  • Jorge Martin (Pramac Racing) - 3 kemenangan;
  • Enea Bastianini (Ducati Lenovo Team) - 2 kemenangan.

Pada musim itu, Jorge Martin sukses merengkuh titel juara MotoGP untuk pertama kalinya. The Martinator menyandang status sebagai tim satelit pertama yang meraih gelar juara pada era MotoGP. Martin unggul sepuluh poin atas Bagnaia di klasemen akhir.

Sementara itu, Ducati kembali mempertahankan gelar juara konstruktor usai mengumpulkan 722 poin. Mereka unggul 395 poin atas KTM yang menempati peringkat kedua. Tak hanya itu, Ducati Lenovo Team berhasil menempati peringkat teratas di klasemen tim berkat keunggulan 203 poin atas Pramac Racing.

3. Dominasi Ducati berlanjut pada 2025 dengan menggunakan desain mesin yang sama seperti musim sebelumnya

Kinerja mengesankan yang terjadi pada 2024 berlanjut pada tahun berikutnya. Sebanyak 17 kemenangan balapan utama berhasil diraih pembalap bermotor Desmosedici GP25 dan GP24. Deretan pembalap Ducati yang menorehkan kemenangan di MotoGP 2025 adalah sebagai berikut:

  • Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) - 11 kemenangan;
  • Alex Marquez (Gresini Racing) - 3 kemenangan;
  • Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) - 2 kemenangan;
  • Fermin Aldeguer (Gresini Racing) - 1 kemenangan.

Marc Marquez menuntaskan MotoGP 2025 sebagai juara setelah mengemas 545 poin. Ia mengungguli adik kandungnya, Alex Marquez, dengan jarak 78 poin. Ini menjadi gelar juara pertama Marc Marquez bersama Ducati di kelas utama.

Menyongsong MotoGP 2026, Ducati menunjukkan performa oke saat tes pramusim di Sepang, Malaysia, pada 3--5 Februari 2026. Alex Marquez yang memacu Desmosedici GP26 menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 56,402 detik. Ia mengungguli Marco Bezzecchi dengan jarak waktu 0,124 detik.

Alex Marquez juga membukukan waktu tercepat dalam catatan rata-rata simulasi sprint. Pembalap berpaspor Spanyol itu membukukan waktu 1 menit 58,028 detik. Alex Marquez lebih cepat ketimbang Bagnaia dengan keunggulan 0,138 detik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

5 Pemain Hoffenheim Selalu Tampil hingga Pekan 22 Bundesliga 2025/2026

16 Feb 2026, 12:34 WIBSport