Manajer Arsenal, Mikel Arteta (AFP / Carlos Jasso)
Musim 2020/21 dan 2021/22, diakui Kroenke, menjadi periode yang sulit buat Arsenal. Terlebih, pada musim 2020/21, Arsenal cuma finis di posisi delapan usai juara Piala FA. Semusim berselang, mereka gak bisa menembus empat besar dan susah bersaing demi gelar juara.
Tapi, Arsenal melakukan perubahan secara perlahan di bawah Arteta dalam dua musim tersebut. Sejumlah pemain muda dimatangkan dan dipromosikan oleh Arteta, seperti Bukayo Saka hingga Gabriel Martinelli. Pembelian-pembelian penting dilakukan, termasuk mendatangkan Martin Odegaard, Declan Rice, sampai memulangkan William Saliba dari masa peminjamannya.
"Apa yang dimiliki Mikel, entah disadari atau tidak, selama pandemik COVID-19 adalah ruang, ketika suporter tak hadir di stadion. Rasa sakit berkembang begitu besar sepanjang laga, setiap momen, dan tentu ketika kami menjadi juara Piala FA, ada tekanan dari suporter agar selalu di atas. Sayangnya, kami berkembang ke arah berlawanan. Tapi, melihat kembali ke belakang, mungkin situasi itu sedikit menguntungkan," kata Kroenke, dilansir BBC Sport.