Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Target Panahan Indonesia di Asian Games 2026: Buka Jalan ke Olimpiade

Target Panahan Indonesia di Asian Games 2026: Buka Jalan ke Olimpiade
Riau Ega Agatha, Atlet Panahan Indonesia. (IDN Times/Herka Yanis P)
Intinya Sih
  • Tim panahan Indonesia menargetkan peningkatan prestasi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah sebelumnya hanya meraih dua perunggu di Hangzhou 2022.
  • Program pelatnas difokuskan pada simulasi internal dan turnamen antar atlet untuk memperkuat mental serta kesiapan menghadapi ajang besar mendatang.
  • Asian Games 2026 menjadi peluang penting bagi tim recurve dan compound Indonesia untuk merebut medali sekaligus tiket kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Tim panahan Indonesia menatap Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan penuh optimisme. Mereka membidik peningkatan prestasi, sekaligus membuka peluang untuk mengamankan tiket Olimpiade Los Angeles 2028.

Tim panahan berambisi melampaui pencapaiannya pada edisi sebelumnya, Asian Games Hangzhou 2022. Kala itu, mereka hanya mampu meraih dua medali perunggu di Negeri Tirai Bambu.

1. Fokus simulasi internal

-
Atlet panahan Indonesia, Riau Ega Agatha Salsabila di GBK Archery Field, Selasa (21/7/2026). (IDN Times/Tino).

Demi merealisasikan target, fokus utama program pelatnas panahan saat ini mengacu pada simulasi internal. Simulasi ini digelar demi mengejar segala kekurangan, agar tampil sempurna di arena tempur nanti. Porsi simulasi pertandingan dan turnamen antar atlet pun dilipatgandakan. Harapannya, serangkaian uji coba sepanjang tahun mampu mendongkrak mentalitas para atlet.

"Untuk program sih lebih banyak mengejar ketertinggalan kami selama latihan tahun ini. Jadi, lebih banyak simulasi-simulasi pertandingan juga, terus turnamen-turnamen antar atlet juga sih," kata pemanah andalan Indonesia, Riau Ega Agatha Salsabila, kepada awak media di GBK Archery Field, Selasa (21/7/2026).

2. Buka jalan ke Olimpiade

-
Potret latihan tim panahan Indonesia di GBK Archery Field, Selasa (21/7/2026). (IDN Times/Tino).

Riau Ega berharap tim panahan Indonesia, khususnya di nomor recurve dan compound, dapat berbicara lebih banyak. Sebab, ajang multievent terbesar di Asia ini dapat membuka jalan ke Olimpiade Los Angeles 2028, karena terhitung sebagai nilai kualifikasi.

"Saya, ya, mudah-mudahan di AIC nanti bisa ada peningkatan terhadap prestasi, khususnya di tim recurve dan compound. Dan mudah-mudahan di Asian Games nanti kami bisa mengambil kesempatan karena di sana nanti ada Olympic Qualifier. Jadi mudah-mudahan kami bisa ambil medali dan juga tiket Olimpiknya," ujar Riau Ega.

Menurut Riau Ega, berdasarkan Technical Handbook (THB), tiket Olimpiade pada dasarnya diberikan kepada atlet yang finis di posisi pertama. Namun, karena tersedia jalur kualifikasi dari nomor beregu dan individu, peluang masih bisa terbuka apabila ada atlet yang memperoleh lebih dari satu tiket.

"Nanti itu ada di beregu sama individu. Jadi kalau seumpamanya ada satu atlet yang dapet dua tiket di dua nomor itu, nanti bisa turun ke bawahnya. Jadi, ya mudah-mudahan, apa namanya, kami bisa ambil kesempatan itu," kata Riau Ega.

3. Bagaimana peta persaingan panahan?

Recurve Mixed Team (Riau Ega Agatha Salsabila/Diananda Chairunisa) meraih perunggu di Asian Games 2022 Hangzhou (dok.NOC Indonesia/Tetuko Mediantoro)
Recurve Mixed Team (Riau Ega Agatha Salsabila/Diananda Chairunisa) meraih perunggu di Asian Games 2022 Hangzhou (dok.NOC Indonesia/Tetuko Mediantoro)

Riau Ega menilai peta persaingan panahan di Asia kini semakin ketat, bahkan menjadi poros kekuatan dunia. Meski Korea Selatan masih menjadi kekuatan utama yang harus diwaspadai, negara-negara lain juga terus mengalami perkembangan sehingga persaingan menjadi lebih terbuka.

"Semua atlet yang bagus itu berasal dari Asia dan mudah-mudahan besok di Asian Games kami jadi salah satu darinya juga," kata Riau Ega.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More