Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kilas Balik Keberhasilan Arsenal ke Final UCL 2005/2006, Gagal Juara
Emirates Stadium (unsplash.com/Who’s Denilo ?)
  • Arsenal melaju ke final Liga Champions 2005/2006 setelah tampil dominan di fase grup dan menyingkirkan Real Madrid, Juventus, serta Villarreal dengan pertahanan solid dan hanya kebobolan dua gol.
  • Di babak semifinal, Arsenal menang agregat 1-0 atas Villarreal berkat gol Kolo Toure dan penyelamatan penalti Jens Lehmann yang memastikan langkah mereka ke partai puncak.
  • Pada final melawan Barcelona, Arsenal sempat unggul lewat Sol Campbell meski bermain dengan sepuluh pemain, namun akhirnya kalah 1-2 setelah gol Samuel Eto’o dan Juliano Belletti membalikkan keadaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Arsenal akan kembali tampil di final Liga Champions Eropa pada 2025/2026. Mereka berhasil mengamankan satu tempat di partai puncak usai unggul agregat 2-1 atas Atletico Madrid pada semifinal. The Gunners akan berduel dengan Paris Saint-Germain dalam perebutan gelar juara.

Sejak kompetisi ini memasuki era baru pada 1992/1993, Arsenal sudah pernah sekali mencicipi laga final. Momen tersebut terjadi ketika tim masih ditangani Arsene Wenger pada 2005/2006. Seperti apa perjuangan The Gunners pada edisi tersebut?

1. Arsenal finis sebagai juara grup B

Arsenal tampil dominan selama fase grup Liga Champions 2005/2006. Berada di grup B bersama Ajax Amsterdam, FC Thun, dan Sparta Prague, The Gunners lolos ke fase berikutnya usai finis sebagai juara grup dengan torehan 16 poin dari 6 laga. Mereka ditemani Ajax yang berada di peringkat 2 dengan 11 poin, unggul 7 poin dari FC Thun di peringkat 3.

Dari total enam laga selama fase grup, Arsenal hanya gagal meraih kemenangan dalam satu laga. Itu terjadi ketika menjamu Ajax pada laga terakhir. The Gunners sejatinya memiliki peluang untuk menang 1-0. Namun, eksekusi penalti Thierry Henry pada menit 45+3 tak berbuah gol.

2. Arsenal menyingkirkan Real Madrid pada babak 16 besar

Pada babak 16 besar, Arsenal harus melewati perlawanan Real Madrid yang hanya finis sebagai runner-up pada fase grup. Pertemuan pertama yang berlangsung di Santiago Bernabeu berlangsung ketat. The Gunners berhasil mencuri kemenangan 1-0 lewat gol tunggal Thierry Henry lewat skema counter attack pada menit 47. 

Duel kembali berjalan intens pada leg kedua yang kali ini berlangsung di Highbury. Namun, tak ada gol yang tercipta sepanjang laga. Hasil imbang 0-0 membuat Arsenal lolos ke perempat final dengan keunggulan agregat 1-0 atas Real Madrid yang kala itu ditangani Juan Ramon Lopez Caro.

3. Arsenal hentikan langkah Juventus pada perempat final

Arsenal bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu pada leg pertama saat bertemu Juventus pada perempat final. The Gunners layak untuk diunggulkan lolos ke fase berikutnya usai menang 2-0 pada pertemuan pertama. Gol Cesc Fabregas pada menit 40 disusul oleh gol Thierry Henry pada menit 69. Dalam duel ini, Juventus kehilangan dua pemain karena kartu merah, yaitu Mauro Camoranesi pada menit 87 dan Jonathan Zebina pada menit 89.

Lini pertahanan Arsenal kembali tampil solid hingga berhasil clean sheet pada pertemuan kedua di Delle Alpi. Namun, lini depan The Gunners yang dipimpin Thierry Henry juga tak mampu mencetak gol. Lagi-lagi, ada pemain Juventus yang diusir wasit dari lapangan. Pavel Nedved harus keluar lapangan usai menerima kartu kuning kedua pada menit 77.

4. Arsenal unggul agregat 1-0 atas Villarreal pada semifinal

Arsenal hanya mampu menang 1-0 saat menjamu Villarreal pada leg pertama semifinal. Satu-satunya gol itu tercipta lewat sepakan kaki kanan Kolo Toure pada menit 41. Selain menyumbang gol, Toure juga tampil solid di lini pertahanan hingga berbuah clean sheet.

Untungnya, The Gunners mampu meladeni perlawanan Villarreal yang tampil di markas sendiri pada leg kedua. Tak ada gol yang tercipta sepanjang laga yang berlangsung di La Ceramica. Villarreal sejatinya memiliki peluang emas untuk menyamakan agregat gol pada menit 90. Sayangnya, Juan Roman Riquelme yang ditunjuk sebagai eksekutor penalti gagal melaksanakan tugasnya karena bola berhasil diantisipasi Jens Lehmann.

5. Arsenal gagal juara usai kalah 1-2 dari Barcelona di final

Arsenal dipertemukan dengan Barcelona di final. Delapan belas menit laga berjalan, The Gunners harus kehilangan sang kiper, Jens Lehmann, yang terkena kartu merah. Meski kalah jumlah pemain, Arsenal justru mampu membuka keunggulan lewat tandukan Sol Campbell memanfaatkan assist Thierry Henry pada menit 37. 

Namun, Barcelona tampil lebih percaya diri pada babak kedua. Usai melakukan berbagai usaha, skuad besutan Frank Rijkaard akhirnya menyamakan kedudukan lewat gol Samuel Eto’o pada menit 76. Juliano Belletti lantas muncul sebagai pahlawan kemenangan Blaugrana lewat golnya pada menit 81.

Arsenal memang gagal meraih gelar juara Liga Champions pada 2005/2006. Namun, perjalanan mereka pada musim tersebut diwarnai dengan beberapa catatan apik, termasuk hanya kebobolan dua gol dalam perjalanan ke final. Usai kalah pada final edisi tersebut, mampukah The Gunners meraih trofi pertama pada 2025/2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article