Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi Berduka. (IDN Times/Anjani Asra)
  • Jesus Owono mengalami syok berat setelah benturan dengan Jesus de Miguel berujung pada meninggalnya striker Tenerife tersebut.

  • Owono mempertimbangkan pensiun dari sepak bola untuk memulihkan trauma dan menjaga kesehatan mentalnya setelah menerima ancaman.

  • Kepolisian Kepulauan Canary menyelidiki insiden itu, sementara tanggung jawab pidana belum memiliki kesimpulan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2 November 2026

Benturan terjadi dalam duel Tenerife versus Andorra. Kaki Jesus Owono menghantam tubuh Jesus de Miguel saat menyapu bola.

kini

Owono memikirkan untuk pensiun dari sepak bola. Kepolisian Kepulauan Canary menyelidiki insiden tersebut, sementara belum ada kesimpulan mengenai tanggung jawab pidana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jesus de Miguel meninggal setelah mengalami benturan dengan kiper Jesus Owono dan menjalani perawatan di rumah sakit.
  • Who?
    Jesus de Miguel, Jesus Owono, Kepolisian Kepulauan Canary, serta Ana Maye yang menyampaikan kondisi Owono.
  • Where?
    Benturan terjadi dalam duel Tenerife versus Andorra. Jesus kemudian dirawat di rumah sakit.
  • When?
    Insiden terjadi pada 2 November 2026. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung.
  • Why?
    Jesus meninggal karena trauma di dada setelah mengalami benturan saat Owono menyapu bola.
  • How?
    Owono keluar untuk menyambar bola, tetapi kakinya menghantam tubuh Jesus. Jesus sempat mengalami henti jantung sebelum kondisinya menurun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jesus de Miguel meninggal setelah bertabrakan dengan kiper Jesus Owono saat bermain bola. Owono sangat sedih dan bingung karena merasa tindakannya menyebabkan hal buruk. Ia memikirkan untuk berhenti bermain bola. Polisi di Kepulauan Canary sedang menyelidiki kejadian itu, dan belum ada keputusan tentang tanggung jawab pidananya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyelidikan oleh Kepolisian Kepulauan Canary memberikan jalur resmi untuk mengungkap penyebab insiden dan menilai tanggung jawab pidana. Di sisi lain, perhatian Owono terhadap pemulihan trauma dan kesehatan mental menunjukkan bahwa dampak kejadian tersebut turut dipandang serius, selain proses hukum yang berjalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Tragedi meninggalnya striker Tenerife, Jesus de Miguel, membuat kiper Andorra FC, Jesus Owono, mengalami syok berat. Bahkan, Owono berencana untuk pensiun usai terlibat dalam benturan dengan Jesus yang berujung pada maut.

Owono memang memiliki peran dalam meninggalnya Jesus. Dalam duel Tenerife versus Andorra, 2 November 2026 lalu, Owono dengan gegabah keluar dari sarangnya untuk menyambar bola.

Tapi, ketika sedang menyapu bola, kakinya malah menghantam tubuh Jesus. Jesus jatuh dan sempat mengalami henti jantung saat dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.

Tim medis melakukan pertolongan pertama dan bisa mengembalikan detak jantung Jesus. Namun, kondisi Jesus mendadak menurun hingga akhirnya meninggal di rumah sakit dalam perawatan karena trauma di dada.

1. Terpukul sampai tak tahu mau apa

Mundo Deportivo melansir, Owono begitu terpukul ketika tahu Jesus meninggal. Teman dekatnya, Ana Maye, menyatakan Owono sampai bingung harus apa setelahnya karena merasa syok tindakannya telah merenggut nyawa orang.

"Tak peduli bagaimana menjelaskannya, tapi dia sangat terpukul. Dia sangat terpengaruh, terutama ketika memikirkan anak Jesus yang masih satu setengah tahun dan istrinya. Dia tak tahu cara menangani ini," ujar Maye, yang juga merupakan General Coordinator Timnas Equatorial Guinea, dilansir Daily Mirror.

2. Pikirkan pensiun

Dengan fakta tersebut, Owono kini memikirkan untuk pensiun dari sepak bola. Dia ingin kehidupan yang tenang, tak teringat kembali akan insiden benturan dengan Jesus.

Dia memikirkan, itu merupakan bagian dari pemulihan traumanya dan kebaikan kesehatan mental. Apalagi, Owono juga sempat menerima pesan bernada ancaman dan diserang.

3. Polisi selidiki kasus ini

Kasus ini secara otomatis ditangani oleh Kepolisian Kepulauan Canary. Penyelidikan secara otomatis dijalankan karena insiden yang dialami Jesus didasarkan pada ketidaksengajaan. Hal ini sesuai dengan hukum di Spanyol yang memicu adanya penyelidikan yudisial.

Ini menjadi prosedur untuk mengungkap penyebab kematian pemain Tenerife itu. Hingga kini, belum ada kesimpulan mengenai tanggung jawab pidana terkait insiden tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article