Kiprah Girona di LaLiga pada 2022–2026

- Girona tampil impresif sebagai tim promosi di LaLiga 2022/2023 dengan finis di posisi kesepuluh dan menjadi tim promosi terbaik musim itu.
- Musim 2023/2024 jadi puncak kejayaan Girona setelah finis ketiga klasemen LaLiga dan memastikan tiket bersejarah ke Liga Champions Eropa.
- Performa Girona menurun drastis hingga akhirnya terdegradasi pada musim 2025/2026 setelah hanya mengumpulkan 41 poin dan finis di peringkat ke-19.
Girona harus menelan kenyataan pahit pada 2025/2026. Klub asal Catalunya tersebut gagal bersaing dan menjadi salah satu tim yang terdegradasi dari LaLiga Spanyol. Dalam 38 pertandingan, mereka mengumpulkan 41 poin dan finis di peringkat ke-19.
Dengan kegagalan ini, Girona akan kembali bersaing di LaLiga 2 pada musim depan. Ini sekaligus mengakhiri perjuangan tim sejak berstatus sebagai tim promosi pada 2022/2023.
1. Girona tampil apik sebagai tim promosi di LaLiga 2022/2023
Girona menjadi tim promosi terbaik di LaLiga 2022/2023. Mereka berhasil mengakhiri musim di peringkat kesepuluh dengan 49 poin. Sementara itu, dua tim promosi lainnya berada di peringkat ke-17 (UD Almeria) dan ke-18 ( Real Valladolid).
Girona sempat tampil buruk pada paruh pertama musim ini. Mereka tak pernah meraih kemenangan sejak pekan 6 hingga 12, membuat tim besutan Michel turun ke zona degradasi. Namun, Girona perlahan bangkit hingga menempati peringkat ketujuh usai imbang dengan Real Sociedad pada pekan 34. Dengan hanya tambahan 1 poin dalam 4 laga terakhir, Girona harus puas turun ke peringkat kesepuluh.
2. Girona tampil di Liga Champions usai finis di peringkat ketiga LaLiga 2023/2024
Girona mengukir sejarah pada 2023/2024. Mereka tampil mengejutkan hingga sukses mengakhiri musim di peringkat ketiga. Skuad besutan Michel mengumpulkan 81 poin dari hasil 25 menang, 6 imbang, dan 7 kalah, hanya terpaut 4 poin dari Barcelona di peringkat kedua. Prestasi ini membuat mereka tampil di Liga Champions Eropa pada musim berikutnya.
Sepanjang musim ini, Girona konsisten bersaing di papan atas klasemen. Mereka tak terbendung hingga meraih 6 kemenangan beruntun usai hanya bermain imbang pada pekan perdana. Girona bahkan sempat memuncaki klasemen dalam 5 pekan, termasuk setelah menang 4-2 atas Barcelona pada pekan 16.
3. Girona hampir terdegradasi di LaLiga 2024/2025
Girona mencatatkan penurunan performa yang begitu signifikan di LaLiga pada 2024/2025. Dengan kepergian beberapa pemain kunci, mereka bersaing di papan tengah selama paruh pertama. Hingga pekan ke-19, anak asuh Michel berada di peringkat 8 dengan catatan 8 menang, 4 imbang, dan 7 kalah.
Sayangnya, Girona menunjukkan tren buruk pada paruh kedua. Dari pekan 20 hingga 33, mereka hanya menang sekali, ditambah dengan 4 imbang serta 9 kalah. Meski sempat mencatatkan 2 menang dalam 5 laga terakhir, Girona harus puas finis di peringkat ke-16 dengan 41 poin, hanya terpaut 1 poin dari Leganes di zona degradasi.
4. Girona terderadasi di LaLiga 2025/2026
Performa buruk Girona di LaLiga 2025/2026 telah terlihat sejak awal-awal musim. Hingga pekan 11, mereka tercecer di peringkat terbawah dengan menelan 6 kekalahan, 3 di antaranya terjadi selama 3 pekan pertama. Girona sempat berhasil memperbaiki performa pada pertengahan musim. Tiga kemenangan beruntun serta satu hasil imbang sejak pekan 18 hingga 21 membuat tim besutan Michel naik ke peringkat kesembilan.
Sayangnya, Girona tak mampu mempertahankan performa apik tersebut. Menjelang akhir musim, mereka kesulitan memenangi laga. Sejak pekan 31 hingga 37, Girona tak pernah menang hingga harus turun ke peringkat ke-18. Hasil imbang 1-1 saat menjamu Elche pada pekan penutup lantas membuat Girona turun ke peringkat ke-19 dan resmi turun kasta. Anak asuh Michel hanya memiliki 41 poin dari hasil 9 menang, 14 imbang, serta 15 kalah, hanya terpaut 1 poin dari Osasuna di peringkat ke-17 sebagai posisi aman terakhir.
Degradasi pada 2025/2026 menjadi akhir pahit bagi perjalanan Girona yang sempat mencuri perhatian dalam beberapa musim terakhir. Setelah mampu menembus Liga Champions Eropa dan bersaing di papan atas LaLiga, performa mereka terus menurun hingga akhirnya gagal bertahan di kasta tertinggi. Kini, Michel dan anak asuhnya harus berjuang keras di LaLiga 2 demi mengembalikan Girona ke level terbaiknya.


















