Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Klub yang Lolos setelah Tertinggal 3 Gol pada Leg 2 Fase Gugur UCL

4 Klub yang Lolos setelah Tertinggal 3 Gol pada Leg 2 Fase Gugur UCL
ilustrasi bola berlogo Liga Champions Eropa (unsplash.com/JanoschDiggelmann)

Liga Champions Eropa (UCL) sering kali menampilkan laga mengejutkan dan bersejarah kala memasuki fase gugur. Sebagian tim berhasil lolos ke babak berikutnya meski tertinggal tiga gol pada leg kedua. Momen comeback klub-klub tersebut menjadi salah satu sejarah epik di UCL. Sebab, mereka mampu memutar balikkan keadaan pada leg kedua usai kalah dengan selisih tiga gol pada leg pertama.

Dalam sejarah UCL, ada empat klub yang mampu melaju ke fase selanjutnya setelah tertinggal tiga gol pada leg kedua.

1. Deportivo La Coruna mengalahkan AC Milan dengan agregat 5-4 pada perempat final UCL 2003/2004

Deportivo La Coruna menghadapi lawan berat, AC Milan, saat memasuki perempat final Liga Champions 2003/2004. Media-media Eropa dan para pengamat sepak bola memprediksi AC Milan akan melaju ke semifinal UCL dengan materi pemain bintang, seperti Andriy Shevchenko, Andrea Pirlo, dan Paolo Maldini. Prediksi tersebut makin diperkuat usai AC Milan menang 4-1 atas Deportivo La Coruna di San Siro pada leg pertama.

Namun, Deportivo La Coruna secara mengejutkan mampu memutar balikkan keadaan kala menjamu AC Milan di stadion Abanca Riazor pada leg kedua. Klub berjuluk Super Depor itu mampu menang 4-0 atas AC Milan melalui gol Walter Pandiani, Juan Carlos Valeron, Albert Luque, dan Fran. Deportivo La Coruna melaju ke semifinal dengan keunggulan agregat 5-4 atas AC Milan.

2. AS Roma lolos ke semifinal UCL setelah unggul gol tandang atas Barcelona pada perempat final UCL 2017/2018

AS Roma menghadapi Barcelona pada perempat final Liga Champions 2017/2018. I Giallorossi kalah telak 1-4 dari Barcelona di Camp Nou pada leg pertama. Artinya, AS Roma wajib menang dengan mencetak tiga gol tanpa balas. UCL kala itu masih memberlakukan peraturan keunggulan gol tandang sehingga AS Roma tetap bisa melaju ke semifinal jika agregat imbang 4-4.

Secara mengejutkan, AS Roma berhasil memenuhi syarat tersebut dengan menang 3-0 atas Barcelona di Olimpico Roma pada leg kedua. Ketiga gol AS Roma dicetak Edin Dzeko, Daniele De Rossi, dan Kostantinos Manolas. AS Roma lolos ke semifinal usai unggul gol tandang dengan agregat 4-4.

3. Liverpool melakukan comeback heroik kala mengalahkan Barcelona dengan agregat 4-3 pada semifinal UCL 2018/2019

Liverpool berduel dengan Barcelona pada semifinal Liga Champions 2018/2019. The Reds tidak mampu memberikan perlawanan ketika kalah 0-3 dari Barcelona di Camp Nou pada leg pertama. Liverpool wajib menang dengan mencetak empat gol tanpa balas pada leg kedua. Langkah The Reds makin berat setelah dua pemain andalannya, Mohamed Salah dan Roberto Firmino, absen akibat cedera.

Meski begitu, Liverpool berhasil menciptakan sejarah kala menang 4-0 atas Barcelona di Anfield pada leg kedua. Divock Origi dan Georginio Wijnaldum menjadi bintang kemenangan The Reds berkat masing-masing menorehkan brace. Liverpool melaju ke final dengan keunggulan agregat 4-3 atas Barcelona. The Reds kemudian keluar sebagai juarai UCL 2018/2019 usai menang 2-0 atas Tottenham Hotspur dalam laga final.

4. Sporting CP melaju ke perempat final usai mengalahkan Bodo/Glimt dengan agregat 5-3 pada 16 besar UCL 2025/2026

Sporting CP menghadapi tim kejutan, Bodo/Glimt, pada 16 besar Liga Champions 2025/2026. Laga ini terbilang berat bagi Sporting CP usai Bodo/Glimt mampu menang atas tim-tim elite Eropa, macam Manchester City, Atletico Madrid, dan Inter Milan. Sporting CP kalah 0-3 dari Bodo/Glimt di Aspmyra Stadion pada leg pertama.

Beberapa media Eropa dan pengamat sepak bola memprediksi Bodo/Glimt akan melanjutkan perjalanannya di UCL dengan lolos ke perempat final. Namun, Sporting CP berhasil membalikkan keadaan dengan menang 5-3 atas Bodo/Glimt di Estadio Jose Alvalde pada leg kedua. Kelima gol Sporting CP dicetak Goncalo Inacio, Pedro Goncalves, Luis Suarez, Maxi Araujo, dan Rafael Nel.

Keempat laga tersebut membuat fase gugur Liga Champions menjadi lebih menarik dan menegangkan. Sebab, tim yang unggul selisih tiga gol pada leg pertama belum tentu lolos dengan mudah ke babak selanjutnya. Sebab, keempat tim di atas membuktikan dapat memutar balik keadaan kala bertindak sebagai tuan rumah pada leg kedua.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Sport

See More

Veda Ega Cetak Sejarah, Masuk Podium di Moto3 Brasil 2026

22 Mar 2026, 23:28 WIBSport