5 Klub Mamadou Sakho Sepanjang Kariernya sebagai Pemain

- Mamadou Sakho memulai kariernya di Paris Saint-Germain
- Setelah PSG, Sakho bermain untuk Liverpool di Inggris
- Sakho juga membela Crystal Palace, Montpellier, dan Torpedo Kutaisi sebelum pensiun
Mamadou Sakho mengumumkan pensiun sebagai pesepak bola profesional pada 12 Januari 2026. Setelah kurang lebih 6 bulan tanpa klub, pemain berpaspor Prancis ini memutuskan gantung sepatu. Keputusan ini sekaligus memungkasi kariernya selama 18 tahun.
Dalam karier panjangnya tersebut, Sakho pernah memperkuat sejumlah klub. Ia malang melintang di beberapa negara selama menjadi pesepak bola. Tercatat, ada lima klub yang dibelanya sepanjang karier. Seperti apa performanya di klub-klub tersebut?
1. Paris Saint-Germain menjadi klub pertama dalam karier Mamadou Sakho
Paris Saint-Germain (PSG) merupakan klub profesional pertama yang dibela Mamadou Sakho. Sebagai pemuda lokal, ia menimba ilmu di akademi PSG sejak berusia 12 tahun. Mulanya, ia berposisi sebagai striker. Namun, kebutuhan pemain bertahan membuat perannya berganti.
Meski perannya berganti di akademi, Sakho berkembang dengan baik sebagai bek tengah. Potensinya ini yang membuatnya debut bersama tim utama PSG ketika berusia 17 tahun. Tercatat, ia memperkuat tim utama PSG pada 2007~2013. Selama 6 tahun, ia mampu membuat 201 penampilan dengan 7 gol dan 2 assist. Ia juga menghadirkan prestasi juara berupa Ligue 1 Prancis, Coupe de France, Coupe de la Ligue, dan Trophee des Champions.
2. Liverpool merupakan klub Inggris pertama bagi Mamadou Sakho
Setelah membantu PSG juara, Mamadou Sakho menjajal tantangan baru di luar negeri. Pada musim panas 2013, ia berlabuh ke Inggris untuk memperkuat Liverpool. Kariernya di Anfiled cukup singkat hanya 2,5 tahun. Ia memainkan 80 laga dengan kontribusi 3 gol.
Kendati tak lama, Sakho memainkan peranan penting di lini pertahanan. Ia membantu Liverpool bersaing juara di English Premier League 2013/2014. Ia juga membawa Liverpool mentas di final Liga Europa 2015/2016. Sayangnya, ia belum berhasil mengantarkan Liverpool juara.
3. Mamadou Sakho diandalkan di Crystal Palace meski sering absen karena cedera
Mamadou Sakho bergabung dengan Crystal Palace pada Januari 2017. Mulanya, ia dipinjamkan Liverpool hingga akhir musim 2016/2017. Penampilannya di klub ibu kota ini menjanjikan sehingga dipermanenkan pada musim panas 2017.
Tercatat, Sakho berada di Selhurst Park selama 4,5 tahun hingga 2021. Ia mampu diandalkan dengan catatan 75 gol dan kontribusi 1 gol serta 2 assist. Meski sempat beberapa kali cedera, ia pulih dan kembali diandalkan. Namun, ia belum bisa memberikan trofi kepada Crystal Palace.
4. Mamadou Sakho kembali ke Prancis untuk membela Montpellier
Mamadou Sakho kembali ke Prancis pada musim panas 2021. Setelah kontraknya tak diperpanjang Crystal Palace, ia bergabung dengan Montpellier secara bebas transfer. Ia mampu diandalkan melalui 49 pertandingan di berbagai ajang.
Kariernya Stade de la Mosson hanya 2,5 tahun. Meski singkat, Sakho dipercaya mengawal lini belakang Montpellier. Berkat pengalaman matangnya, ia berhasil membantu tim kompetitif di Ligue 1. Namun, pergantian pelatih membuatnya memutuskan hengkang. Ia sempat terlibat pertengakaran dengan Michel Der Zakarian dan akhirnya pergi pada November 2023.
5. Torpedo Kutaisi menjadi klub terakhir yang dibela Mamadou Sakho
Setelah meninggalkan Montpellier, Mamadou Sakho sempat tanpa klub selama 7 bulan. Ia baru kembali bermain setelah bergabung dengan Torpedo Kutaisi pada musim panas 2024. Bersama klub Georgia ini, ia hanya bertahan selama setahun hingga akhir musim 2024/2025.
Tercatat, Sakho dipercaya bermain dalam 19 pertandingan di lintas kompetisi. Menariknya, ia juga melatih tim akademi dalam kesepakatan kontraknya. Namun, ia akhirnya meninggalkan Torpedo Kutasai pada musim panas 2025. Setelah itu, ia pensiun pada 12 Januari 2026.
Keputusan Sakho untuk pensiun ini terbilang mengejutkan. Meski tanpa klub selama 6 bulan, ia berpotensi bisa bermain sebab masih 35 tahun. Namun, keputusannya telah bulat. Dengan pengalaman matangnya sebagai pemain, ia berpotensi menjadi pelatih pada masa mendatang.

















