Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

9 Pemenang Final Piala Afrika dalam Waktu Normal dengan Selisih 2 Gol

ilustrasi pertandingan
ilustrasi pertandingan (unsplash.com/sheriffmagdy)
Intinya sih...
  • Mesir bantai Ethiopia 4-0 pada final Piala Afrika 1957
  • Ghana menang 3-0 atas Sudan pada final Piala Afrika 1963
  • Ghana kalahkan Uganda 2-0 pada final Piala Afrika 1978
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Maroko dan Senegal akan bertanding di Prince Moulay Abdellah Stadium pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB untuk meraih trofi Piala Afrika 2025. Publik berpeluang mendapat sajian yang menarik dari keduanya. Sebab, final kompetisi yang mulai bergulir pada 1957 ini hampir selalu berjalan sengit. Dari 34 edisi yang sudah terjadi, hanya ada 9 tim yang menang pada partai puncak dengan meyakinkan. Mereka menjadi pihak yang berhasil mengalahkan lawannya dalam waktu normal dengan selisih minimal dua gol.

1. Mesir membantai Ethiopia 4-0 pada 1957 lewat quattrick Ad-Diba

Mesir keluar sebagai juara Piala Afrika pertama pada 1957. Mereka membantai Ethiopia dengan skor 4-0 pada final. Mohamed Diab Al-Attar atau Ad-Diba memborong seluruh gol. Namun, perlu dicatat, hanya ada tiga tim yang terlibat pada edisi perdana ini. Satu peserta lainnya adalah tuan rumah, Sudan, yang kalah 1-2 dari Mesir saat semifinal. Afrika Selatan seharusnya menjadi lawan Ethiopia sebelum final. Namun, mereka didiskualifikasi akibat bersikap apartheid sehingga menolak memainkan tim yang multirasial.

2. Ghana menang 3-0 atas Sudan pada final Piala Afrika 1963

Ghana meraih trofi Piala Afrika pertamanya pada 1963 saat bertindak sebagai tuan rumah. Mereka menang 3-0 atas Sudan pada final berkat satu gol dari Edward Aggrey dan brace Edward Acquah. Saat itu, kompetisi diikuti 6 tim yang dibagi ke dalam 2 grup. Ghana keluar sebagai juara A yang diisi Tunisia dan Ethiopia. Sementara, Sudan merajai grup B yang dihuni Uni Republik Arab dan Nigeria.

3. Ghana mengalahkan Uganda 2-0 pada final Piala Afrika 1978 melalui brace Opoku Afriyie

Setelah 1963, Ghana kembali menjadi tim yang berhasil menang pada final Piala Afrika dengan selisih minimal dua gol pada waktu normal. Menariknya, mereka melakukannya lagi sebagai tuan rumah. Itu terjadi pada 1978. Ghana menaklukkan Uganda dengan skor 2-0 pada laga puncak Piala Afrika edisi kesebelas ini. Opoku Afriyie menasbihkan diri sebagai bintang dengan menorehkan brace.

4. Nigeria membungkam Aljazair 3-0 pada final Piala Afrika 1980

Nigeria mengikuti jejak Ghana pada 1963 dan 1978. Mereka berhasil menjadi juara Piala Afrika sebagai tuan rumah pada 1980 dan menang pada final dengan selisih minimal dua gol dalam waktu normal. Nigeria membantai Aljazair dengan skor 3-0. Segun Odegbami mencetak dua gol pertama dan Muda Lawal membuat gol terakhir.

5. Kamerun menaklukkan Nigeria 3-1 pada final Piala Afrika 1984

Kamerun menjadi negara kesebelas yang berhasil menjuarai Piala Afrika. Mereka melakukannya pada 1984. Kamerun menaklukkan Nigeria dengan skor 3-1 saat final. Ernest-Lottin Ebongue membawa mereka memimpin. Namun, skor kembali imbang setelah Muda Lawal mencetak gol. Kamerun akhirnya meraih kemenangan berkat sepasang gol dari Rene Brice Ndjeya dan Theophile Abega.

6. Afrika Selatan membekuk Tunisia 2-0 pada final Piala Afrika 1996

Piala Afrika 1996 menjadi milik Afrika Selatan. Berstatus sebagai tuan rumah, mereka menjadi juara usai mengalahkan Tunisia dengan skor 2-0 saat final. Dua gol yang membawa mereka berjaya berasal dari Mark Williams. Makin impresif, ini merupakan keikutsertaan perdana Afrika Selatan di Piala Afrika. Negara mereka resmi terbebas dari sistem apartheid 2 tahun sebelumnya.

7. Mesir unggul 2-0 atas Afrika Selatan pada final Piala Afrika 1998

Afrika Selatan kembali melaju ke final Piala Afrika pada 1998 yang berlangsung di Burkina Faso. Namun, mereka gagal mempertahankan gelar juara setelah tumbang dengan skor 0-2 di tangan Mesir. Ahmed Hassan dan Tarek Mostafa mencetak dua gol yang membuat Mesir meraih trofi Piala Afrika ketiganya.

Selain 7 edisi di atas, 27 final Piala Afrika lain tuntas dengan selisih satu gol atau ditentukan lewat babak tambahan, adu penalti, maupun partai ulangan. Lantas, bakal seperti apa akhir dari laga final Piala Afrika 2025 antara Maroko dan Senegal pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More

9 Pemenang Final Piala Afrika dalam Waktu Normal dengan Selisih 2 Gol

18 Jan 2026, 07:52 WIBSport