Konflik Berlanjut di Chelsea, Rosenior Belum Pulihkan Status Fernandez

- Konflik internal di Chelsea masih berlanjut karena Enzo Fernandez belum dipulihkan statusnya oleh manajer Liam Rosenior setelah masalah yang menimpa sang kapten.
- Fernandez sempat dibekukan usai wawancara yang dianggap sinyal ingin pindah ke Madrid, namun ia sudah meminta maaf dan berdiskusi beberapa kali dengan Rosenior.
- Rosenior menegaskan pertemuan dengan Fernandez bersifat serius, menuntut rasa hormat terhadap klub, meski tetap mengakui karakter dan kualitas pribadi sang pemain.
Jakarta, IDN Times - Konflik internal di Chelsea masih berlanjut. Manajer Liam Rosenior menyatakan jika masalah yang membelit kaptennya, Enzo Fernandez, di Chelsea belum selesai.
Bahkan, Rosenior tak ragu menyatakan sulit bagi Fernandez kembali ke skuad Chelsea. Masih ada halangan yang harus diatasi oleh Fernandez demi bisa bergabung lagi ke dalam tim.
"Masih ada beberapa halangan yang perlu kami atasi. Tapi, saya tak akan membahasnya," ujar Fernandez dilansir Daily Mirror.
1. Dihukum karena kasih sinyal cabut dari Chelsea
Fernandez dibekukan statusnya oleh Rosenior akibat wawancara dalam siniar. Lewat momen itu, Fernandez mengaku sangat cocok dengan kehidupan di Madrid.
Hal tersebut dianggap jadi sinyal Fernandez siap cabut ke Real Madrid atau Atletico Madrid. Sebelumnya, Fernandez bahkan mengecam tindakan manajemen klub yang memecat Enzo Maresca.
Tindakan itu dilakukannya di depan media saat wawancara pascalaga. Kemudian, dia juga menyatakan jika masa depannya di Chelsea masih abu-abu.
2. Fernandez sudah minta maaf
Masalah tersebut, dijelaskan Rosenior, sudah dibicarakan dengan Fernandez. Setidaknya, pria Inggris itu sudah berdiskusi dengan eks pemain Benfica tersebut tiga atau empat kali.
"Saya sudah menggelar pembicaraan dengan Enzo, tiga atau empat kali. Dia meminta maaf kepada saya dan klub. Kami sudah sepakat untuk laga besar nanti," ujar Rosenior.
3. Harus hormati klub, jangan melewati batas
Rosenior menyatakan, pertemuan dengan Fernandez berada dalam skala serius. Dia kembali menegaskan, tak mempertanyakan komitmen dan kualitas karakternya sebagai pemain atau pribadi.
"Saya gak pertanyakan karakternya, sebagai pemain dan pribadi. Tapi, saya yakin orang-orang bikin kesalahan dan tak bisa melewati batas," kata Rosenior.
















