Salah satu yang begitu kencang mengecam performa Korea Selatan adalah sang legenda, Park Ji Sung. Dia merasa masalah terbesar Korea Selatan bukan hanya taktik, tetapi juga mentalitas. Para pemain, dianggap Ji Sung, terlalu takut untuk mengambil risiko. Selain itu, gairah para pemain Korea Selatan dinilai sangat minim.
"Terlepas dari taktik yang dijalankan, para pemain menunjukkan performa yang sama pada pertandingan pertama, kedua, dan ketiga. Ketika harus mengambil risiko untuk menang, maka harus dilakukan. Mereka harus menembus pertahanan bersama dengan gairah untuk mencetak gol. Namun, tim tidak menunjukkan keinginan mencetak gol," kata Ji Sung, dilansir The Choun Daily.
Ji Sung mengaku sampai frustrasi ketika menyaksikan laga tersebut. Dia menilai para pemain tak bisa berbuat apa-apa dan potensinya terhalang oleh situasi tertentu.
"Sampai-sampai saya bertanya-tanya apakah saya pernah merasa frustrasi seperti ini sebelumnya. Saya merasa para pemain tidak bisa melakukan apa yang diinginkan. Sangat disayangkan dan saya minta maaf karena hanya bisa mengatakan kepada mereka untuk menyiapkan diri dengan baik. Saya memang memiliki firasat tidak nyaman. Tapi, saya tidak menyangka akan seburuk ini," ujar Ji Sung.